Agar Masyarakat Dan Bangsa Tetap Kuat Di Saat Ujian Dan Fitnah Melanda

Jun 17 • Aqidah, Tarbiyah, Uncategorized • 149 Views • No Comments on Agar Masyarakat Dan Bangsa Tetap Kuat Di Saat Ujian Dan Fitnah Melanda

Oleh : Mukran H. Usman

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Jamaah Jum’at Yang Berbahagia.

Setiap muslim berkewajiban menjaga keutuhan dan kebaikan masyarakat dimana dia hidup dan tinggal.

Kewajiban menjaga keutuhan masyarakat tersebut bertambah besar ketika masyarakat atau bangsanya sedang dilanda dengan badai fitnah dan ujian. Maka, Islam telah memberikan tuntunannya untuk bagaimana masyarakat dan bangsa tersebut tetap kuat dan utuh.

Pertama : Saling Bantu Membantu Dalam Perkara Kebaikan. Allah Ta’ala Berfirman dalam Surah Al Maidah Ayat 2

 وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

Terjemahannya : Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketakwaan.

Nabi Sallallahu Alaihi wasallam juga telah menjelaskan bahwa seorang muslim dengan muslim lainnya ibarat satu bangunan yang harus saling menguatkan. Nabi Bersabda :

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا

Artinya : Muslim yang satu dengan lainnya seperti satu bangunan (HR. Bukhari)

dalam hadis lain, Nabi Bersabda :

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ

Artinya : Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.

Kedua : Saling Menjaga Ukhuwah.

Seorang muslim yang hidup dalam masyarakat dan bangsa, hendaklah menjaga ukhuwah dan kebersamaan, serta menjauhi perkara yang bisa merusak ukhuwah dan kebersamaan tersebut. Banyak nasehat Nabi untuk menjaga ukhuwah. Nabi mengatakan diantaranya adalah :

لاَ تَحَاسَدُوا

Jangan saling hasad

وَلاَ تَنَاجَشُوا

Jangan saling mencela

وَلاَ تَبَاغَضُوا

Jangan saling membenci

 وَلاَ تَدَابَرُوا

Jangan saling membelakangi

 وَلاَ يَظْلِمُهُ

Jangan menzolimi

وَلاَ يَخْذُلُهُ

Jangan merendahkan

وَلاَ يَحْقِرُهُ

Jangan mengejek

Apabila seorang muslim menjauhi perkara-perkara tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, maka niscaya keutuhan akan tetap ada dalam kehidupan.

Ketiga : Bermusyawarah.

Banyak masalah keumatan dan bangsa yang bisa dipecahkan dan diselesaikan melalui jalur musyawarah, maka tidaklah mengherankan jikalau Allah memerintahkan untuk bermusyawarah sebagaimana dalam FirmanNya dalam Surah Ali Imran ayat 159 :

وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ

Terjemahannya : Dan bermusyawarahlah dengan mereka.

Keempat : Mengedepankan Kepentingan Umum dari Kepentingan Pribadi.

Nabi Shallallahu alaihi wasallam telah mencontohkan untuk mengedepankan kepentingan umum dari kepentingan pribadi. Hal ini terlihat dalam perkataan Beliau :

 لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

Terjemahannya : Apabila Fathimah bintu Muhammad mencuri, maka akan saya potong tangannya.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم

ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم

وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ انه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Jamaah Jum’at Yang Berbahagia.

Jadilah selalu menjadi manusia terbaik,karena perubahan masyarakat dan bangsa akan datang,  ketika kita mulai dari pribad-pribadi kita. Allah Ta’ala Berfirman :

                        إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ  

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’d: 11)

اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم, ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلًيه وسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزْقْنَا اجْتِنَابَه

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إَمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ، وَسَلاَمٌ عَلَى المرسلين والحمد لله رب العالمين

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »