dimana roh berada

Ajaibnya Roh

Nov 29 • Aqidah • 76 Views • No Comments on Ajaibnya Roh

Dahulu ada orang-orang yang bertanya tentang roh kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Allah azza wajalla menurunkan firman-Nya:

 

وَيَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّي وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِيلٗا ٨٥

 

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (QS. Al-Isra: 85)

 

Dari sini kita pahami bahwa roh itu hanyalah perkara yang urusannya datang dari Allah, dimana kita tidak akan pernah mampu untuk mengetahui secara sempurna bagaimana sebenarnya roh itu, sebab kita hanya diberi ilmu sedikit saja.

 

Akan tetapi, berdasarkan ayat-ayat di dalam al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, para ulama dapat menjelaskan beberapa sifat roh dengan bersandar pada nash-nash syar’i dari al-Qur’an dan al-Sunnah tersebut.

 

Walau demikian, para ulama tetap berbeda pendapat tentang roh ini. Imam Al-Syaukani rahimahullah berkata:

 

وقد حكى بعض المحققين أن أقوال المختلفين في الروح بلغت إلى ثمانية عشر مائة قول

 

Telah dihikayatkan oleh sebagian ulama muhaqqiq bahwa perkataan para ulama berbeda-beda dalam masalah roh, hingga mencapai 118 pendapat.[ Lihat: Muhammad bin Ali al-Syaukani, Fathu al-Qadir (Cet V; Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1429 H), h. 849]

 

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:

 

فلا أحد يعلم حقيقة هذه الروح وإنما هو شيئ يأتي به الملك فينفخه في هذا الجنين فيتحرك ويحي بإذن الله عز وجل، فإذا جاء الموت خرجت هذه الروح فيهمد الجسم ويصير جثة فما دامت فيه الروح فهو حي وإذا خرجت فهذا على قسمين: إما أن تخرج بالنوم وهذه وفاة صغرى وإما أن تخرج بالموت وهذه الوفاة الكبرى

 

Tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan sebenarnya bagaimana roh itu. Hanya saja dia adalah sesuatu yang datang bersama malaikat lalu malaikat itu meniupnya pada janin, sehingga janin tersebut dapat bergerak dan hidup dengan izin Allah. Namun jika telah datang kematian, maka roh ini akan keluar sehingga tubuh menjadi mati lalu menjadi bangkai. Maka selama roh itu ada di dalam tubuh, maka tubuh akan hidup, namun jika dia telah keluar, maka tubuh akan mengalami dua keadaan: Entah ia akan keluar karena tidur, ini disebut kematian kecil atau ia keluar karena kematian dan ini disebut dengan kematian besar. [Lihat: Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan, Al-Mihnatu al-Rabbaniyah Fi Syarhi al-Arba’in al-Nawawiyah (Cet: II; Riyadh: Dar al-Ashimah, 1434 H.), h. 96.]

 

Dari perkataan Syaikh al-Fauzan hafizahullah kita dapat memahami bahwa para ulama berpendapat bahwa apa yang kita rasakan dalam mimpi kita, itu merupakan amalaiyah roh, yang ajaib.

 

Oleh karenanya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Roh itu ajaib, dia memiliki keadaan ketika sedang tidur. Dimana dia bisa keluar dari dalam tubuh, namun keluarnya tidak secara sempurna. Sehingga, kadang kau mendapati dirimu menempuh perjalanan hingga melewati padang pasir, mungkin juga sampai ke negri Cina, atau ujung wilayah bagian timur. Atau mungkin roh mu naik pesawat atau mengendarai mobil, sementara dirimu masih berada di tempat tidurmu dalam keadaan badan tertutupi oleh selimut. Sementara dengan kondisimu yang masih tertidur ini, kau telah berkeliling dunia, dan roh mu juga tidak terpisah dari tubuhmu secara sempurna. Oleh karenanya, perkara roh ini adalah perkara yang aneh, dan kita tidak mengetahui tentangnya kecuali berdasarkan informasi dari al-Qur’an maupun al-Sunnah.

 

Oleh karenanya, jika engkau tidak bisa mengetahui tentang dirimu sendiri yang berada di sisimu, maka bagaimana mungkin engkau berupaya untuk mengetahui bagaimana sifat-sifat Allah azza wajalla yang lebih agung dan lebih besar untuk engkau ketahui?. [Lihat: Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syarh al-Arba’in al-Nawawiyah ( Cet: VI; Unaizah: Muassasah Syaikh Muhammad bin shalih al-Utsaimin, 1437 H.), h. 120.]

 

Jika kita takjub akan keanehan roh ini, maka yakinlah bahwa Allah yang telah menciptakan kita jauh lebih ajaib dari roh ini, sebab roh hanyalah makhluk sedang Allah adalah Khaliq. Maka pujilah Allah dan agungkanlah, semoga Allah mengampuni segala kesalahan kita.

tempat ruh tempat ruh tempat ruh

 

11 Rabiul Awwal 1439 H

Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy

 

Baca Juga : 

Nasehat Kematian

Bangkitlah dari keputus assaanmu

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »