mengingkari petunjuk

Akibat Menyalahi Petunjuk

Mar 13 • Tarbiyah • 165 Views • No Comments on Akibat Menyalahi Petunjuk

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah subhanahu wata’ala, untuk memperbaiki umat manusia, memperbaiki pribadi-pribadi dan kehidupan kemasyarakatan, ummat manusia pada zaman nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  mendapatkan petunjuk dan arahan dari Allah subhanahu wata’ala  dalam menjalankan tugas yang sangat berat tersebut. Petunjuk-petunjuk tersebut diturunkan oleh Allah dalam bentuk wahyu, baik yang terdapat didalam Al-Qur’an ataupun yang terdapat didalam sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri.

Sebagai pedoman bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan para sahabat, untuk memperbaiki pribadi, kehidupan masyarakat mereka dan juga menjadi pedoman bagi kita semua di setiap zaman hingga zaman sekarang ini. Bahkan zaman yang akan datang, sebab dia adalah pedoman yang kekal, petunjuk yang abadi, hingga Subhanahu wata’alamenutup kehidupan dunia ini.

Di dalam Al-Qur’an Allah subhanahu wata’ala menjelaskan tentang banyak perkara, sebagaimana kita dapatkan ditengah masyarakat, problem dan permasalahan, telah digambarkan oleh Allah secara jelas dan terkadang secara tersirat. Dan Allah pun memberikan jalan keluar (makhraj) terhadap persoalan dan permasalahan-permasalahan itu. Disebutkan  dalam surat Ar-Ruum ayat 42 hingga 45. Allah berfirman,

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ ﴿٤٢﴾

Artinya : “Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar-Rum [30]: 42).

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ ﴿٤٣﴾

Artinya : “Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah.” (QS. Ar-Rum [30]:43).

Maka barangsiapa yang ingkar setelah melihat tanda-tanda yang ada di alam semesta ini, kehidupan alam semesta ataupun kehidupan sosial, siapa yang ingkar kepada Allah setelah melihat kenyataan-kenyataan tersebut. Maka dosanya akan ia tanggung sendiri.

مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحاً فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ ﴿٤٤﴾

Artinya : “Barang siapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),” (QS. Ar-Rum [30]: 44).

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِن فَضْلِهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ ﴿٤٥﴾

Artinya : “Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.” (QS. Ar-Rum[30]: 45).

Semua ini adalah sebagai balasan dari Allah subhanahu wata’ala  buat orang-orang yang beriman dan beramal shaleh berupa karunia dariNya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang ingkar kepada-Nya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »