Allah mengabulkan Do'a

Allah Dekat dan Mengabulkan Do’a

Feb 23 • Ibadah • 824 Views • No Comments on Allah Dekat dan Mengabulkan Do’a

Seorang ’A-Raby pernah datang kepada Nabi shallahu ‘alaihi wasallam bertanya,

 “Wahai Rasulullah, apakah Tuhan itu dekat sehingga kita bisa dengan suara yang lirih dan berbisik-bisik memanggilnya atau menyeruhnya? Atau apakah Allah subhanahu wa ta’ala  itu jauh sehingga kita harus berseruh untuk memanggilnya?

Karena pertanyaan yahudi tersebut Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firmannya,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ

 “Wahai Muhammad jika hamba-Ku bertanya tentang diri-Ku, sampaikan kepada mereka  sesungguhnya Aku sangat dekat dengan mereka. Dan saya menjawab do’a dan permohonan mereka. Hendaknya mereka meminta dariku, kata Allah. Dan beriman dan yakin dengan Allah subhanahu wa ta’ala, agar mereka mendapatkan petunjuk dari Allah azza wa jalla” (Al Baqarah 186)

Kaum muslimin yang berbahagia, do’a merupakan senjata orang-orang yang lemah. Salah seorang salaf pernah mengatakan, “Sungguh mengherankan manusia, mereka berdiri di pintu-pintu penguasa untuk meminta kepada mereka. Sedangkan pintu itu senantiasa dijaga oleh para penjaga yang kuat. Bahkan, sang penguasa bila ia terus menerus dimintai, maka  dia akan marah. Sedangkan di sana, ada pintu yang tidak pernah ditutup. Yang Maha Kuasa untuk mengabulkan segala permohonan hambanya. Bahkan dia marah kepada hambanya jika hambanya tidak meminta kepadanya, dialah Allah subhanahu wa ta’ala”.

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam hadits,

“Seandainya seluruh umat ini” kata beliau. “Berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala baik dari bangsa Jin dan Manusia dan setiap diantara mereka diberikan sesuai apa yang diminta”  maka kata Nabi “hal tersebut sama sekali tidak akan mengurangi kekayaan dan kekuasaan  Allah subhanahu wa ta’ala”.

Oleh karenanya, biasakan diri kita untuk senantiasa tawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Mari kita mengetuk pintu-pintu Allah subhanahu wa ta’ala, mari kita meminta semata-mata hanya kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dan menghilangkan berburuk sangka kepada Nya.

Kata Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala akan mengabulkan permohonan seorang hamba selama dia tidak yastahdzir sahabat bertanya “wa kaifa yastahdzir? ‘bagaimana dia yastahdzir ya Rasulullah?” yang dimaksud dengan yastahdzir adalah tergesa-gesa. Nabi mengatakan dia terus berdo’a dan berdo’a. namun dia mengatkan nampaknya do’a saya tidak dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga dia meninggalkan untuk berdo’a kepada Allah azza wa jalla”.

Kaum muslimin yang berbahagia, sekedar kita berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sudah merupakan bentuk ibadah kepada Allah. Dan kalau seorang hamba diberikan petunjuk untuk mengangkat kedua tangannya didalam berdo’a. Maka ini adalah alamat kebaikan yang diinginkan Allah untuknya. Ketahuilah bahwa “Sesungghnya taqdir itu tidak bisa ditolak kecuali dengan do’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala”. Sehingga kapan Allah memberikan kita petunjuk untuk berdo’a, pada hakikatnya Allah menginginkan kebaikan untuk kita.

Oleh karenanya Umar rhadiallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Yang penting bagi saya bukanlah apakah do’a saya sudah dikabulkan atau tidak? Namun, yang penting bagi saya adalah sudahkah saya berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala atau tidak?”.

 Ketahuilah bahwa sekedar kita berdo’a kepada Allah adalah bentuk ibadah. Sebagaimana disebutkan oleh Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, “Do’a merupakan bentuk ibadah kepada Allah azza wa jalla”.

Tiga kondisi jika kita berdo’a

Rasulullah mengabarkan kepada kita bahwa tidaklah seorang hamba memanjatkan do’a kepada Allah, melainkan tiga kemungkinan yang akan dia dapatkan.

A. Do’anya langsung dikabulkan oleh Allah,

B. Ia dipalingkan darinya marabahaya, Do’anya digantikan dengan yang lebih baik oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dan Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambanya. Permisalannya seperti seorang anak yang masih berusia SD, dan minta uang jajan Rp 100.000 misalnya. Bukan berarti ketika orang tuanya tidak memberikannya, Ia idak sayang kepadanya.Tapi hal tersebut demi kemaslahatn anak itu.

C. Do’anya tidak dikabulkan selama hidup di dunia. Tapi dikabulkan diakhirat. Hingga diakhirat kemudian mengatakan “Aduhai seandainya seluruh do’a-do’a-ku di dunia tidak dikabulkan oleh Allah subahanahu wa ta’ala”.

Marilah kita menjadi penduduk-penduduk langit. Kata Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenalilah Allah subhanahu wa ta’ala ketika engkau dalam keadaan lapang, niscaya Allah akan mengenalmu ketika engkau dalam keadaan terjepit”.      

Biasanya kita  berdo’a hanya pada saat kita mendapatkan kesulitan. Namun, ketika kita lapang, kita lupa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Bukankah Nabi Yunus Ibnu Matta ketika ditelan dalam perut ikan dalam tiga kegelapan yaitu: kegelapan perut ikan, kegelapan malam, kemudian kegelapan lautan. Dalam kondisi seperti itu dia kemudian mengetuk pintu Allah dengan mengatakan:

لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين                                                                                 

Hingga akhirnya Allah menyelamatkannya, dalam Al Qur’an disebutkan.

“Kami kemudian menyelamatkan Yunus”

Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa nabi Yunus diselamatkan oleh Karena ia senantiasa mengingat Allah dalam keadaan lapang. “Seandainya Nabi Yunus ini tidak termasuk orang yang banyak bertasbih dan mengingat Allah ketika dia dalam keadaan lapang maka dia akan terus tinggal dalam perut ikan sampai hari kiamat. Namun, ketika dia lapang, dia terus memuji Allah subhanahu wa ta ‘ala sehingga namanya terkenal di langit. Dan ketika dia memanjatkan do’a para malaikat mengatakan: Ya Rabb ini  dari hamba yang terkenal, dari suara yang terkenal. Allah kemudian bertanya dan berkata kepadanya: coba dengarkan apa yang dia inginkan, kemudian dikabulkan oleh Allah”.

Atau dalam riwayat lain, “Terkadang ada do’a seorang hamba yang telah dipanjatkan dan diangkat ke langit. Malaikat mengatakan: Ya Rabb ini permohonan dari hamba yang dikenal, dari suara yang kita kenal. Allah bertanya: apa yang mereka minta? Apa yang dia minta coba dengarkan?! Malaikat mengatakan dia minta ini ya Allah. Allah mengatakan jangan dulu kabulkan permohonannya! karena saya senang mendengarkan keluh- kesahnya”.

Jadi, jangan sama sekali kita berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena, “Boleh jadi, sesuatu yang kalian cintai namun, itu buruk bagi Allah subhanahu wa ta’ala, dan boleh jadi kalian membenci sesuatu, namun itu baik bagi Allah subhanahu wa ta’ala”.

Semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita taufik dan marilah kita memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam.

Baca Juga >>

Allah Sangat Dekat pada Hamba-Nya

Allah Maha Segala-galanya

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »