Allah enggan mensucikan hati mereka

Allahpun Enggan Menyucikan Hati Mereka

Dec 4 • Qalbu, Tarbiyah • 64 Views • No Comments on Allahpun Enggan Menyucikan Hati Mereka

Hati adalah anggota tubuh yang sangat penting dalam tubuh. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyebutkan bahwa didalam tubuh ada segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh dan jika dia rusak maka rusaklah seluruh tubuh, dia adalah hati.

 

Menjaga hati adalah perkara yang amat ditekankan dalam syariat, sebab dia menjadi salah satu faktor keselamatan pada hari kiamat. Kotornya hati dapat mengakibatkan kotornya jiwa, sedang Allah Azza wajallatelah mengabarkan bahwa kecelakaan akan menajdi akhir orang-orang yang mengotori jiwanya, Allah Azza wajalla berfirman:

 

وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ١٠

 

“Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori hatinya”. (QS. Al-Syams: 10)

 

Walaupun hati ini teramat penting, Namun ternyata ada juga orang-orang yang tidak mau menjaga hatinya hingga Allah pun enggan untuk membersihkan hati mereka. Mereka adalah orang-orang yang berlomba-lomba melaksanakan kekufuran, dari kalangan orang-orang yang mengaku beriman dengan lisan-lisannya,namun hati mereka tidak beriman.

 

Hal ini berdasarkan firman AllahAzza wajalla:

 

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحۡزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡكُفۡرِ مِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَلَمۡ تُؤۡمِن قُلُوبُهُمۡۛ وَمِنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْۛ سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ سَمَّٰعُونَ لِقَوۡمٍ ءَاخَرِينَ لَمۡ يَأۡتُوكَۖ يُحَرِّفُونَٱلۡكَلِمَ مِنۢ بَعۡدِ مَوَاضِعِهِۦۖ يَقُولُونَ إِنۡ أُوتِيتُمۡ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمۡ تُؤۡتَوۡهُ فَٱحۡذَرُواْۚ وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتۡنَتَهُۥ فَلَن تَمۡلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡ‍ًٔاۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمۡۚ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞۖ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٞ ٤١

 

“Hari Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah”. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (QS. Al-Maidah: 41)

 

Imam al-Syaukani rahimahullah berkata:

 

{ أولئك } إلى من تقدم ذكرهم ، من الذين قالوا آمنا بأفواههم ومن الذين هادوا ، وهو مبتدأ وخبره الذين لم يرد الله أن يطهر قلوبهم : أي لم يرد تطهيرها من أرجاس الكفر والنفاق ، كما طهّر قلوب المؤمنين

 

“Mereka adalah orang-orang yang telah disebutkan, yaitu orang-orang yang berkata dengan lisan-lisan mereka “Kami beriman” dan orang-orang Yahudi Ini adalah mubtada sedangkan khabarnya adalah Allah tidak akan menyucikan hati mereka. Maksudnya Allah tidak akan membersihkan hati mereka dari noda-noda kufur dan kemunafikan, sebagaiman Allah menyucikan hati orang-orang yang beriman” [Lihat: Muhammad bin Ali al-Syaukani, Fathu al-Qadir (Cet V; Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1429 H), h. 372.]

Orang-orang seperti ini akan dibiarkan oleh Allah dalam kondisinya yang seperti itu, hingga mereka mendapatkan siksa pada hari kiamat kelak, kecuali mereka mau merubah diri mereka di dunia. Sebab Allah tidak merubah suatu kaum kecuali mereka mau merubah diri mereka sendiri. Allah Azza wajalla berfirman:

 

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ

 

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. Al-Ra’d: 11)

 

Ada beberapa golongan yang Allah sebutkan didalam Al-Qur’an, dimana mereka mengaku beriman namun Allah menganggap mereka sebagai orang-orang kafir. Mereka adalah:

 

(1) Orang-orang yang menjadikan agama sebagai bahan candaan dan olok-olokkan.

(2) Orang-Orang yang tertipu dengan kehidupan dunia.

(3) Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah

 

Ketiga golongan ini berdasar pada firman Allah Azza wajalla:

 

قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٥٠ٱلَّذِينَٱتَّخَذُواْ دِينَهُمۡ لَهۡوٗا وَلَعِبٗا وَغَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُٱلدُّنۡيَاۚ فَٱلۡيَوۡمَ نَنسَىٰهُمۡ كَمَا نَسُواْ لِقَآءَ يَوۡمِهِمۡ هَٰذَا وَمَا كَانُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ٥١

 

Artinya : “Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir. (Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami’. (QS. Al-A’raf: 50-51)

 

(4)  Orang-orang munafik yang hendak menipu Allah, namun kenyataannya mereka menipu diri mereka tanpa sadar. Jika dikatakan kepada mereka “Jangan berbuat kerusakan di muka bumi”, mereka berkata, “Kamilah yang sedang melakukan perbaikan”. Jika dikatakan kepada mereka “Berimanlah sesuai tuntunan syariat”, mereka berkata, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal?”. Golongan ini adalah orang-orang yang dicela Allah dalam surah Al-Baqarah Ayat 8-16.

mensucikan hati mensucikan hati

 

Gowa, 15 Rabiul Awal 1439 H

Abu Ukkasyah Wahyu Al-Munawy

 

Baca Juga :

Hati yang Selamat Sebab Keselamatan

Syair Imam Syafi’i Menggetarkan Hati

 

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »