Anjuran Memulai Dari Kanan

May 2 • Ibadah • 91 Views • No Comments on Anjuran Memulai Dari Kanan

Salah satu sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah memulai segala sesuatu dari yang kanan. Baik ketika memakai sandal, bersisir, bersuci dll. Demikian disebutkan dalam sabda beliau ,  sebagaimana dalam hadits dari asiyah rhadiallahu ‘anha :

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ : (( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ , وَتَرَجُّلِهِ , وَطُهُورِهِ , وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ ))

 

Artinya : “ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang senang memulai sesuatu dengan kanannya, ketika memakai sandal, bersisir, bersuci, dan pada semua perbuatannya. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Pelajaran dari hadits :

  1. Anjuran mendahulukan kaki dan tangan kanan dalam melakukan sesuatu yang baik-baik.
  1. Anjuran mendahulukan kaki kanan ketika memakai sandal, anjuran mendahulukan menyisir rambut kepala bagian kanan ketika bersisir dan anjuran mendahulukan tangan kanan ketika bersuci.

 

  1. Perkataan Aisyah radhiyallahu a’nha “Pada semua perbuatannya” ini adalah lafazh umum, sedangkan lafazh-lafazh yang umum dalam penentuan hukumnya tetap berhukum dengan keumumannya kecuali ada dalil yang mentakhsish (mengkhusukan) sesuatu darinya.”

 

Imam al-Qadhi al-Hafizh Abu al-Walid Sulaiman al-Baji rahimahullah berkata:

 

فإذا ورد شيء من ألفاظ العموم المذكورة وجب حملها على عمومها إلا أن يدل الدليل على تخصيص شيء منها، فيصار إلى ما يقتضيه الدليل

 

“Jika terdapat sesuatu dari lafazh-lafazh umum maka wajb memahaminya sesuai keumumannya kecuali ada dalil yang menkhususkan sesuatu darinya, sehingga dihukumi sesuai yang ditetapkan oleh dalil.” (al-Isyarah Fi Ma’rifati al-Ushul: 6)

 

Jadi dapat dipahami bahwa hadits ini tidak menunjukkan kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukan kanannya pada semua perbuatannya, sebab ada dalil yang menunjukkan anjuran beliau untuk mendahulukan yang kiri, mislanya ketika masuk ke tempat buang hajat, atau pelarangan beliau beristinja’ dengan tangan kanan.  Wallahu a’lam .

Oleh : Ustadz Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy

{ Alumni STIBA Makassar, Jurusan Hukum Islam }

Baca Juga :

Mengapa Ahlusunnah Perlu Berorganisasi ??

Keutamaan Wudhu

 

 

[lih.  http://www.almunawy.com/2016/11/syarah-umdatul-ahkam-hadits-ke-9.html ]

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »