amalan

Apa saja yang ditimbang dihari kiamat?

Jul 16 • Aqidah, Tarbiyah • 91 Views • No Comments on Apa saja yang ditimbang dihari kiamat?

Di Hari kiamat nanti manusia akan dihadapkan pada mizan (timbangan). Sebagai bentuk pertangggung jawaban manusia atas apa yang telah dilakukan selama di dunia, Lalu apa saja yang akan ditimbang??

 

Pertama, Yang Timbang Adalah Amal

 

Pendapat ini didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:  “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan tetapi berat dalam timbangan pada hari kiamat dan dicintai oleh ar-rahman (Allah yang maha pengasih) yaitu “Subhanallah wabihamdih subhanallahil adzim”  [Hadits Shahih riwayat Bukhari dan Muslim].

 

 

Pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah. Beliau berpendapat bahwa yang ditimbang adalah amal, karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:  “Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika ditimbang [di hari kiamat] daripada Akhlak Yang Mulia

[Hadits Riwayat Bukhari dan dshahihkan oleh Syekh Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad, no.204]

 

Kedua, yang ditimbang adalah orangnya.

Ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah orangnya. Berat atau ringannya yang timbangan tergantung pada keimanannya, bukan berdasarkan ukuran tubuh, berat badannya, atau banyaknya daging yang ada ditubuh mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk”. Lalu Nabi Shallallahu alaihi sallam bersabda : “bacalah… “Dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi [amalan] mereka pada hari kiamat” (Al Kahf:i 105) [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim].

 

Abdullah Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu adalah seorang sahabat betisnya kecil. Takkala ia mengambil ranting pohon untuk siwak, tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang dan menyingkap pakaiannya, sehingga terlihatlah kedua telapak kaki dan betis nya yang kecil. Para sahabat yang melihatnya pun tertawa. Maka Rasulullah bertanya:  “apa yang sedang kalian tertawakan? Para sahabat menjawab, “kedua betis yang kecil wahai nabiyullah.” Nabi bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu di Mizan nanti lebih berat daripada gunung uhud.” (Hadits riwayat Ahmad dalam musnadnya,& At Thabrani dalam Al Kabiir, al-Haitsami dalm Majma’ Zawai’id, & Al Albani)

 

Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan hartamu tapi yang Allah adalah hati dan harta kita tapi yang Allah pandang adalah hati dan amal, demikian sabda Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

 

Ketiga, yang ditimbang adalah lembaran catatan amal.

 

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr Bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku dihadapan seluruh manusia pada hari kiamat dimana ketika itu dibentangkan 99 gulungan catatan (dosa) miliknya. Setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang, kemudian Allah berfirman:  “Apakah ada yang kamu ingkari dari semua catatan ini? Apakah para (malaikat) pencatat amal menganiaya mu? Dia menjawab tidak wahai Rabbku, Allah bertanya: “apakah engkau memiliki udzur(alasan)? Dia menjawab : “Tidak Wahai Rabbku, Allah berfirman: “Bahwa sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan disisiku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikitpun. Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu yang didalamnya terdapat kalimat:  “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Lalu Allah berfirman: “Hadirkanlah timbangan mu” Dia berkata : “Wahai rabbku Apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh gulungan dosa itu. Allah berfirman: “Sungguh kamu tidak akan dianiaya” kemudian diletakkan lah gulungan-gulungan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu itu pada daun timbangan yang lain. Maka gulungan-gulungan (dosa) tersebut terangkat dan kartu (La Ilaha Illallah) lebih berat. Demikian tidak ada satupun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat nama Allah”.

[Hadits riwayat Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, Al Hakim dan Ahmad, hadits ini dinilai shahih oleh Imam al-Hakim, Adz-Dzahabi, Al-Arna’ut, al-Albani dan lain-lain]

 

Pendapat terakhir inilah yang dipilih oleh al-Qurthubi. Beliau mengatakan, “yang benar, Mizan menimbang berat atau ringannya buku-buku yang berisikan catatan amal.”

 

Adapun yang shohih bahwasanya ketiga-tiganya diatas adalah benar, karena semuanya terdapat di dalam Hadits yang Shahih dari Nabi.

 

Tiga pendapat diatas tidak saling bertentangan satu sama lain. Sebagian orang ada yang ditimbang amalnya, sebagian yang lain ditimbang buku catatannya, dan sebagian yang lain ditimbang dirinya.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin : “Mengatakan bahwa secara umum yang ditimbang adalah amal perbuatannya, Karena kebanyakan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah amal perbuatan. Adapun timbangan buku catatan amal dan pelakunya, maka itu khusus untuk sebagian orang saja (Syarah al-Aqidah Al wasithiyah, Halaman 390)

 

[lih. Ada apa di akhirat, hal 29-32, Oleh Ummu Ubaid]

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »