Apakah Boleh Sholat Malam Sebelum Tidur ?

Apr 12 • Ibadah • 494 Views • No Comments on Apakah Boleh Sholat Malam Sebelum Tidur ?

Oleh : Ustadz Ayyub Soebandi, Lc -Hafidzahullah-

(Dikutip dari group Belajar Islam [sesi tanya Jawab])

Pertanyaan: 

Assalamu’alaikum
Bagaimana hukumnya sholat malam sebelum tidur karena saya takut nantinya tidak bisa bangun malam untuk sholat?

Jawaban
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Shalat malam secara umum adalah ibadah yang mempunyai banyak keutamaan, baik itu qiyamul lail, tahajjud atau witir. Di dalam banyak ayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala menganjurkan kepada Nabi-Nya yang mulia untuk melakukan shalat malam. Antara lain adalah:

‎وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ
“Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu….” (QS. Al-Israa’ : 79)

‎وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا
“Dan sebutlah nama Rabb-mu pada (waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. Al-Insan : 25-26).

‎وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ
“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat.” (QS. Qaf : 40).

‎وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ
“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb-mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada-Nya pada be-berapa saat di malam hari dan waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” (QS. Ath-Thuur : 48-49).

Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memuji para hamba-Nya yang shalih yang senantiasa melakukan shalat malam dan bertahajjud, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

‎كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzaariyaat : 17-18).

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Tak ada satu pun malam yang terlewatkan oleh mereka melainkan mereka melakukan shalat walaupun hanya beberapa raka’at saja.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam memuji dan menyanjung mereka:

‎تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkah-kan sebagian dari rizki yang Kami berikan ke-pada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah : 16-17).

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‎أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.
“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat yang dilakukan di malam hari.” (HR. Muslim).

Maka hendaklah kita menjaga ibadah yang mulia ini. Adapun waktunya, dimulai dari sejak seseorang telah shalat Isya (walaupun shalatnya dijamak taqdim dengan shalat Maghrib), hingga matahari terbit (masuk subuh).
Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

‎إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلاةٍ وهي الْوِتْرُ جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلاةِ الْعِشَاءِ إِلَى أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ
“Sesungguhnya telah memberikan kalian shalat, yaitu shalat witir, Dia menjadikannya untuk kalian antara shalat Isya hingga masuk waktu fajar.” (HR. Tirmidzi dengan sanad Sahih).

🌱 Apakah boleh mengerjakannya sebelum tidur karena khawatir tidak dapat melakukannya di akhir malam?
Dalam sebuah hadits menunjukkan bahwa siapa yang bersemangat untuk qiyamullail di akhir malam, maka lebih utama baginya untuk mengakhirkannya, karena shalat di akhir malam lebih utama dan disaksikan malaikat.

Adapun yang khawatir tidak dapat melakukannya di akhir malam, maka hendaknya dia melakukan shalat sebelum tidur berdasarkan hadits Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

‎مَنْ خَافَ أَنْ لا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ
“Siapa yang khawatir tidak dapat bangun di akhir malam, hendaknya dia melakukan shalat witir di awal malam. Siapa yang bersemangat untuk bangun di akhir malam, hendaknya dia shalat witir di akhir malam. Sesungguhnya shalat di akhir malam disaksikan dan itu lebih utama.” (HR. Muslim).

🌱 Semoga Allah memberikan kita taufiqnya untuk bisa melakukan ibadah yang mulia ini dan keistiqamahan dalam mengerjakannya.

Sumber http://wahdah.or.id/

Baca Juga >>

Apakah Arah Kiblat Harus Tepat Menghadap Ka’bah?

Penunggang Kuda Berjubah Putih

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »