Arti Penting Kemenangan Romawi

Jul 26 • Tarbiyah • 142 Views • No Comments on Arti Penting Kemenangan Romawi

Arti Penting Kemenangan Romawi

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah Shubhana Wa ta’ala. Jika kita membuka Al Qur’an Surah Rum diawali dengan peristiwa penting yang terjadi dizaman Nabi shallallahu alaihi wasalam yang mengambarkan suatu peristiwa besar yang terjadi didunia saat itu,berkenaan dua imperium yang besar yakni imperium Persia dan Romawi, Allah berfirmandalam Al Qur’an :

 الٓمٓ(1) غُلِبَتِ ٱلرُّومُ (٢) فِىٓ أَدۡنَى ٱلۡأَرۡضِ وَهُم مِّنۢ بَعۡدِ غَلَبِهِمۡ سَيَغۡلِبُونَ (٣) فِى بِضۡعِ سِنِينَ‌ۗ لِلَّهِ ٱلۡأَمۡرُ مِن قَبۡلُ وَمِنۢ بَعۡدُ‌ۚ وَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ (٤) بِنَصۡرِ ٱللَّهِ‌ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ‌ۖ….

Artinya :

“Alif Laam Miim (1) Telah dikalahkan bangsa Romawi (2) Di Negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang (3) dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman (4) Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya…(5)

Ayat-ayat tersebut dengan jelas memberikan gambaran sebuah peristiwa yang besar yang terjadi saat itu. Jika memperhatikan dengan seksama pada ayat pertama surah tersebut berbunyi الٓمٓ (Alif Laammiim). Kita sudah sama mengetahui bahwa makna ayat ini hanya diketahui oleh Allah saja. Kemudiaan ayat kedua غُلِبَتِ ٱلرُّومُ  bermakna bahwa bangsa Romawi akan dikalahkan atau telah dikalahkan, pada ayat berikutnya  وَهُم مِّنۢ بَعۡدِ غَلَبِهِمۡ سَيَغۡلِبُونَ  yang bermakna “setelah kekalahan mereka itu, nanti mereka akan menang”,

Lalu kapan? Disebutkan pada ayat setelahnya فِى بِضۡعِ سِنِينَ (Dalam beberapa tahun). Lillahil ‘Amr Mingqablu wa mimmaba’ (Dan hanyaklah milik Allah segala urusan sebelumnya dan sesudahnya). Apa yang terjadi selanjutnya disebutkan dalam ayat yang berbunyi وَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ (Dan dihari itu bergembiralah orang orang beriman). Karena Binasrillah(Dengan pertolongan Allah) Dimana Allah shunhana wa ta’ala  “Menolong siapa yang dia kehendakinya”.

                Mungkin timbul pertanyaan kita untuk apa peristiwa tersebut diceritakan dalam Al-Qur’an padahal kejadiannya Negeri syam(sekarang wilayah suriah), yang jauh dari kuam muslimin saat itu. Dan tidak ada kaitannya secara langsung dengan orang orang beriman di jazirah arabiyah saat itu. Karna itu kita ingin mengambil pelajaran bahwa Al-Qur’aan memberikan manhaj (jalan) dalam memberikan arahan kepada orang-orang beriman untuk peduli dengan apa yang terjadi disekelilingnya, orang beriman perlu memiliki wawasan, pengetahuan dan peduli terhadap apa yang terjadi disekeliling mereka. Maka Al Quran menyampaikan kepada orang-orang beriman tentang peristiwa tersebut. Mungkinkita membayangkan Al Qur’an hanya berisi tentang perintah dan larangan saja, atautentang gambaran pahala, maupun syurga dan Neraka belaka. Ataupun tentang sifat-sifat orang beriman, sifat sifat orang kafir dan seterusnya. Namun ternyata tidaklah demikian,Sebab Al Qur’an adalah kitab suci yang lengkap, kitab suci yang sempurna dan mengajarkan banyak hal termasuk  masalah sosial kemasyarakatan dan ini sekaligus mengajarkan kepada kita tentang suatu manhaj (cara) bahwa orang beriman tidak boleh acuh atau tidak peduli dengan keadaan sekelilinya.

Al Qur’an bercerita kepada mereka sebagaimana ayat yang berbunyi Ghulibati Ruum (bangsa romawi itu dikalahkan), lalu kalau dikalahkan apa hubungannya secara langsung dengan orang-orang beriman?  bahkan bangsa romawi sekalipun mereka beragama nasrani, tapi mereka termasuk golongan kuffar yang telah merubah rubah ayat suci injil yang telah diturungkan kepada mereka.

Jawabannya adalah bangsa Romawi adalah orang nasrani lebih dekat kepada orang beriman dibandingkan orang orang majusi (bangsa Persia), dan inilah benang merahnya dan kalau kita membaca hadist-hadist yang menjelaskan tentang ayat ini, atau dalil-dali yang menjelaskan peristiwa berkenaan dengan turunya ayat ini, kita akan lebih memahami ayat-ayat tersebut, dimana saat itu orang orang musyrikuun datang kepada kaum Muslimin, diantaranya datang kepada Abu Bakara Ash Shiddiq. Mereka berkata bahwa bangsa Romawi itu ahlul kitab (orang yang diturunkan padanya kitab) dan kalian adalah ahlu kitab dan bangsa Persia adalah majusi (orang-orang yang menyembah api) sebagaimana kami tidak mempercayai kitab-kitab yang kalian miliki dan sekarang kami menang atas kalian”. Hal ini membuat sedih orang orang beriman.

Disini terdapat pelajaran penting, bahwa adanya keterikatan dan kedekatan antara kaum muslimin dan kaum nasrani (yaitu sama-sama ahlul kitab) bisa menjadi benang merah sehingga mereka merasakan kesedihan akibat kekalahan bangsa nasrani itu dari orang-orang musyrikun. Karena perkataan orang musrik kepada kaum Muslimin diatas, maka merekapun datang kepada nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi wa sallam, dan diantarannya kepada abu bakar As Shihiddiq untuk menyampaikan hal tersebut. Dan turunlah ayat dalam surah Ar-Rum ini, dimana Allah Shubhana wa ta’ala memberitahukan kepada nabi Muhammad-Nya dan kepada orang-orang beriman bahwa memang bangsa Romawi telah terkalahkan namun mereka nanti akan menang

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »