Bagaimana Mengisi Hari Raya Idul Adha 1441 H

Jul 29 • Aqidah, Uncategorized • 120 Views • No Comments on Bagaimana Mengisi Hari Raya Idul Adha 1441 H

Oleh : Mukran H. Usman

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

ALLAHU AKBAR … ALLAHU AKBAR ….. ALLAHU AKBAR WA LILLAHILHAMD

Jaamah salat Idul Adha yang berbahagia.

Pada hari yang agung ini, hari kegembiraan dan kebahagiaan, hari dimana umat Islam merayakan satu perayaan besar dan hari penuh sejarah dan peradaban, yaitu hari raya Idul Adha.

Sebuah ungkapan mengatakan, apabila ingin mengetahui akhlak suatu umat, maka lihatlah pada hari mereka berhari raya.

Dan setiap umat memiliki hari dimana mereka berhari raya, dan hari dimana mereka merajut kebersamaan. Allah Ta’ala Berfirman :

لِّكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا

Terjemahannya : Setiap umat memiliki syari’at. (Al Hajj : 67).

Dan arti: Mansakan sebagaimana yang dikatakan oleh Imam al-Tobari adalah bermakna hari raya.

ALLAHU AKBAR … ALLAHU AKBAR ….. ALLAHU AKBAR WA LILLAHILHAMD

Jamaah salat Idul Adha yang dimuliakan Allah.

Hari raya merupakan nikmat dan karunia yang Allah Ta’ala berikan kepada umat Islam, Allah Memilihkan kepada umat Islam dua hari raya yang agung dan mulia yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Nabi kita Sallallahu alahi wasallam dalam sabdanya :

لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Artinya : Dahulu kalian memiliki dua hari di mana kalian bersenang-senang ketika itu. Sekarang Allah telah menggantikan untuk kalian dengan dua hari besar yang lebih baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. (HR. Abu Daud).

ALLAHU AKBAR … ALLAHU AKBAR ….. ALLAHU AKBAR WA LILLAHILHAMD

Jamaah Salat Idul Adha yang berbahagia.

Hari raya bagi umat Islam adalah merupakan bagian dari pada syi’ar Islam yang agung, bahkan Allah Ta’ala menyematkan sifat iman dan taqwa kepada mereka yang mengagungkan hari raya. Allah Ta’ala berfirman :

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

Artinya : Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (Al Hajj : 32)

Dalam merayakan Hari Raya Idul Adha yang hari ini kita membersamainya, ada beberapa hal yang perlu untuk kita lakukan.

Pertama : Mari kita sambut hari raya ini dengan penuh suka cita, rasa gembira, dengan Allah sempurnakan ibadah jamaah haji yang melaksanakannya, dan puasa Dzulhijjah bagi yang tidak melaksanakan Ibadah haji. Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Terjemahannya : Katakanlah, Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Yunus : 58)

Kedua : Berhari raya adalah salah satu dari wujud iman kepada syariat Allah, dan merupakan amalan sholeh yang agung, maka Allah akan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya di hari yang mulia tersebut. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

Terjemahannya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (Taha : 82)

Ketiga : Saling berbagi kegembiraan dengan bersedekah dan berinfaq. Bersedekah dan berbagi dengan hewan kurban kita, maka hal itulah yang terbaik untuk diri kita. Allah Ta’ala Berfirman :

وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ

Terjemahannya : Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. (Al Baqarah : 272)

Keempat : Saling mengucapkan selamat berhari raya.

عن جبير بن نُفير قال: كان أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض: تقبل الله منَّا ومنك.

Artinya: Dari Jubair bin Nufair, beliau berkata: Senantiasa para shahabat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam jika bertemu pada hari Ied, sebagiannya mengatakan kepada sebagian yang lain : “Taqabbalallahu Minna wa Minka” (semoga Allah menerima amalan-amalan kita seluruhnya).

Kelima : Banyak bertakbir di hari lebaran setelah Allah menyempurnakan ibadah kita, ibadah puasa 10 hari Dzulhijjah dan ibadah haji bagi saudara-saudara kita yang sedang melaksanakannya. Allah Ta’ala berfirman :

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ

Terjemahannya : Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya. (al-Baqarah : 185)

ALLAHU AKBAR … ALLAHU AKBAR ….. ALLAHU AKBAR WA LILLAHILHAMD

Jamaah salat Idul Adha yang dimuliakan Allah.

Selain kita mengisi hari raya Idul Adha dengan rasa gembira, bahagia, dan berbagi, Idul Adha juga mengingatkan kepada kita tentang kisah seorang Nabi yang mulia yang melewati masa-masa yang penuh ujian dan cobaan yang nyata,  yaitu Nabi Ibrahim alaihissalam.

Kalau hari Idul Adha kita mengenang kisah Nabi Ibrahim bersama dengan anak beliau yaitu Nabi Ismail, maka kita juga harus mengingat dengan agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, yaitu agama yang hanif yaitu agama Islam.

ALLAHU AKBAR … ALLAHU AKBAR ….. ALLAHU AKBAR WA LILLAHILHAMD

Mengapa kita perlu selalu mengenang dan mengingat agama yang hanif, ajaran dan petunjuknya yang telah dibawa, dan disebar dan diajarkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Pertama : Agama Ibrahim adalah agama yang Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam untuk mengikuti petunjuk dan ajarannya. Allah Ta’ala berfirman :

ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ أَنِ ٱتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِين

Terjemahanya : Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (QS. An-Nahl : 123)

Kedua : Agama Ibrahim adalah agama untuk mereka yang cerdas, bukan untuk yang melakukan kebodohan pada dirinya sendiri. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

Terjemahannya : Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Al-Baqarah : 130)

Ketiga : Agama Ibrahim adalah agama yang menafikan/meniadakan semua keindahan yang ada pada agama yang lain. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا

Terjemahannya : Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. (QS. An-Nisa’ : 125)

Keempat : Agama Ibrahim adalah agama yang lurus, agama yang benar, yang Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk tunduk, patuh dan berpegang teguh diatasnya. Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ إِنَّنِى هَدَىٰنِى رَبِّىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Terjemahannya : Katakanlah :”Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”. (QS. Al-An’am161)

Demikian khutbah ini, semoga bermanfaat untuk kita semua, mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan serta terima kasih atas perhatiannya.

Ya Allah saat-saat yang syahdu ini, kami segenap hamba-hamba-Mu, berkumpul, bersimpuh di tempat yang suci yang penuh rakhmat, menyebut namaMu yang agung, berzikir, bermunajat kepadaMu dengan takbir, tahmid, dan tahlil.

Ya Allah, bersihkan hati dan jiwa ini dari hasad dan dengki, persatukan jiwa-jiwa ini dalam cinta karenaMu dan dalam ketaatan kepadaMu, jangan Engkau biarkan setan musuhMu menggerogoti persaudaraan kami.

Ya Rabbi, ampuni kami atas kekhilafan dan dosa kami kepada anak-anak kami, suami, istri kami, belum mampu mendidik dan membahagiakan mereka.

Ya Rabb, karuniakan kami jasad yang terpelihara dari maksiat, terpelihara dari harta haram, makanan haram, perbuatan haram. Izinkan jasad ini pulang kelak, jasad yang bersih.

Ya Rabb, bukakan pintu hati kami agar selalu sadar bahwa hidup ini hanya mampir sejenak, hanya Engkau tahu kapan ajal menjemput kami, jadikan sisa umur menjadi jalan kebaikan bagi ibu bapak kami, jadikan kami menjadi anak yang saleh yang dapat memuliakan ibu bapak kami.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »