Berbuat Baik Kepada Segala Sesuatu

Feb 27 • Muamalah • 2751 Views • No Comments on Berbuat Baik Kepada Segala Sesuatu

 

عن أبي يعلى شداد بن أوس رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” إن الله كتب الإحسان

على كل شيء , فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة , وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبحة وليحد أحدكم شفرته وليرح ذبيحته ” رواه مسلم

Dari Abu Ya’la, Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau telah bersabda : “ Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik  pada segala hal, maka jika kamu membunuh hendaklah membunuh dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan hewan yang disembelihnya. (HR. Muslim No. 195).

Sering kali timbul dalam benak kita tentang berbuat baik kepada segala sesuatu. Kadang kita mengatakan apakah kita harus berbuat baik kepada benda mati. Secara logika berbuat baik kepada benda mati tidak ada manfaatnya karena otomatis yang namanya benda mati tidak akan merasakan apa-apa. Adapaun berbuat baik kepada manusia atau kepada makhluk hidup secara umum itu wajar karena terbetik dalam hati bahwa  manusia itu memiliki perasaan.

Pertanyaan ini telah dijawab oleh Rasulullah sallallahualaihi wasallam.

إن الله كتب الإحسان على كل شيء

“Sesungguhnya Allah telah menuliskan kebaikan atas segala sesuatu.

Hadits ini menunjukkan bahwa berbuat baik atas segala sesuatu itu telah dituliskan oleh Allah kepada semua makhluknya. Dalam hadits ini Allah tidak membedakan antara makhuk hidup dengan benda mati, artinya bahwa kebaikan itu bukan hanya milik manusia tapi juga untuk makhluk-makhluk Allah yang lain.

Memang kalau kita pikir secara logika benda mati tidak akan merasakan sesuatu, tapi perkataan Rasulullah telah melawan hal tersebut dan itulah qudwah kita. Dan agama ini juga tidak kita ukur dengan logika tapi kita mengukurnya  dengan Al-qur’an dan sunnah Rasulullah sallallahualaihi wasallam. Kalau saja agama ini diukur dengan logika maka Rasulullah sallallahualaihi wasallam ketika mengusap khufnya maka beliau akan mengusap bagian bawahnya karena bagian bawahnya yang menyentuh tanah, tapi Rasulullah mengusap bagian atasnya, artinya agama ini tidaklah diukur dengan logika.

Dalam kehidupan kita sehari-hari sering kali kita menyaksikan  motor dimodel kiri dan kanan, rambut dimodel kiri dan kanan celana disobek-sobek bagian paha sehingga auratnya tersingkap, maka Ini tidak dikatakan berbuat ihsan kepada sesuatu karena ia tidak memberikan haknya kepada hal tersebut, tapi ini adalah lawan dari ihsan itu sendiri.

Kalau mereka mengatakan tapi inilah yang aku suka dan terbaik untuk saya. Maka kita mengatakan bahwa Allah telah menjawabnya dalam Al-qur’an dalam surah Al-baqarah :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُون

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.“ (QS. Al-baqaroh:216).

Kalau ditinjau dari segi syari’at contoh-contohyang kami sebutkan di atas tidaklah disyariatkan bahkan itu melanggar syari’at Allah azza wajalla, maka jelaslah bahwa dia adalah orang yang mencintai sesuatu tapi itu bukanlah yang terbaik untuknya tapi itulah yang terburuk disisinya dan disisi Allah subhanahuwata’ala. Hanya saja mereka tidak mengetahui dan Allah yang mengethui.wallahu a’lam bisshawab

Perkataan Rasulullah Wajib berbuat baik kepada segala sesuatu” kata ala’ disini adalah kewajiabn, artinya berbuat baik kepada segala sesuatu itu harus. Dan jika ditinggalkan akan berdosa, menzolimi sesama manusia maupun selainnya dari hewan, tumbuhan dan benda-benda yang lain maka ini sudah termasuk kategori meninggalkan kewajiban berbuat baik.

Sabda Nabi, “Maka bunuhlah dengan cara yang baik,” bersifat umum, meliputi penyembelihan binatang maupun dalam membunuh dalam artian qishos dan hukuman pidana yang lain.

Hadits ini menghimpun kaidah-kaidah Islam. Arti dalam berbuat baik dalam membunuh adalah besungguh-sungguh dalam melakukan hal itu,bukannya dengan maksud menyiksa. Berbuat dalam menyembelih binatang adalah lemah lembut ; tidak menyeretnya ke tanah dengan keras dan tidak menyeretnya atau dengan cara menyiksa yang lain. Dan hendaklah kita hadapkan binatang yang kita sembelih itu kea rah kiblat, menyembelihnya dengan menyebut nama Allah, memotong urat nadi lehernya, serta membiarkannya terlebih dahulu hingga benar-benar mati baru kemudian dikuliti.

Dan maksud dari sabda Nabi salallahualaihiwasallam,Jika kamu menyembelih maka lakukanlah dengan baik pula.” Adalah binatang yang hendak kita sembelih entahkah itu binatang ternak ataupun binatang liar. Dalam hal ini kita harus mencari jalan terdekat yang bisa mengantarkan kita pada penyembelihan binatang tersebut,.Oleh karena itu, Nabi sallalllahualaihiwasallam bersabda, “Hendaklah masing-masing dari kalian menajamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.

Faedah hadits;

  1. Allah mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu
  2. Hadits ini menunjukkan perlunya kasih sayang dalam islam
  3. Kewajiban berbuat ihsan dalam membunuh
  4. Hendaklah menggunakan alat yang tajam dalam membunuh atau dalam menyembelih binatang
  5. Membuat nyaman binatang sebelum dan ketika disembelih

Ahmad bin Nasing

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »