Beriman Kepada Wujud Allah

Dec 26 • Aqidah • 468 Views • No Comments on Beriman Kepada Wujud Allah

Bagian ini merupakan hal yang paling tinggi kedudukannya dan paling mulia nilainya. Sebab seluruh kehidupan seorang muslim berpusar disitu dan terbentuk karenanya. Ia adalah dasar segala prinsip di dalam sistem umum bagi kehidupan seorang muslim secara keseluruhan.

Seorang muslim beriman kepada Allah shubhana wa ta’ala dalam arti, dia meyakini wujud (keberadaan) Allah yang Maha Suci, dan bahwa sesungguhnya dia adalah Pencipta langit, dan bumi, Maha mengetahui yang ghaib dan yang tampak, Rabb ( pencipta, pemilik, penguasa, pengatur,) segala sesuatu dan pemiliknya. Tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Dia, dan tiada Rabb selain Dia. Dan (meyakini) bahwasanya Dia bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, suci dari segala kekurangan. Yang demikian itu adalah karena petunjuk Allah  kepadanya (seorang muslim) kemudian karenanya dalil-dalil Naqli dan Aqli berikut ini:

Dalil-dalil Naqli;

 Allah Memberitakan tentang wujud-Nya

Allah sendiri memberitakan tentang wujud-Nya, tentang rububiyah-Nya(perbuatan-Nya) atas makhluk-Nya; dan tentang asma’ Nya (nama-namanya) dan sifat-sifat-Nya. Berikut di dalam kitab suci Al Qur’an diantaranya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

 

نَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ۬ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ يُغۡشِى ٱلَّيۡلَ ٱلنَّہَارَ يَطۡلُبُهُ ۥ حَثِيثً۬ا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٲتِۭ بِأَمۡرِهِۦۤ‌ۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُ‌ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٥٤)

Artinya : “Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam” (Q.S. Al A’raf [7]: 54)

 

Juga Firman-Nya takkala Dia menyuruh Nabi Musa alahissalam dari sebatang pohon, di tepi kanan sebuah lembah, di suatu tempat yang diberkahi :

يَـٰمُوسَىٰٓ إِنِّىٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٣٠

Artinya : “ Hai Musa Sesungguhnya aku adalah Allah, Rabb semesta alam” (Al Qashas:  30)

 

Juga FirmanNya :

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۟ فَٱعۡبُدۡنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِڪۡرِىٓ (١٤)

Artinya : “Sesungguhnya aku adalah Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatku “ (QS. Thaha[20]: 14)

 

Juga FirmanNya dalam mengagungkan dirinya serta menyebut nama-nama dan sifat-sifat-Nya,

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ‌ۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ (٢٢) هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَڪَبِّرُ‌ۚ سُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِڪُونَ (٢٣) هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَـٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُ‌ۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۚ يُسَبِّحُ لَهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ (٢٤)

Artinya : “59:22 Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 59:23 Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

 59:24 Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.. (QS. Al Hasyr [59]22 -24)

        >>>Lihat Pula: Allah Sangat Dekat <<<     

Dan FirmanNya didalam memuji dirinya;

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤)

Artinya : “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam(1). Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.(2) “

(QS. Al Fatihah [1] ayat 2-4)

 

Juga FirmanNya kepada kita kaum muslimin,

إِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱعۡبُدُونِ (٩٢)

Artinya: “ Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS. Al – Anbiya [21] 92)

 

Dalam surat Al-Mu’minun ayat 52 disebutkan :

وَإِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱتَّقُونِ (٥٢)

Artinya: Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.”  (QS.  Al-Mu’minun [23] Ayat 52)

Juga firmannya di dalam membatalkan klaim adanya Rabb selain dia atau adanya ilah (sembahan) selain Dia di langit ataupun di bumi,

لَوۡ كَانَ فِيہِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا‌ۚ فَسُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَرۡشِ عَمَّا يَصِفُونَ (٢٢)

Artinya : “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan” (QS. Al Anbiya [21] Ayat 22)

  >>> lihat Pula: ALlah Dekat dan Mengabulkan Do’a <<<

 

Berita dari Nabi dan Rasul tentang Wujud (keberadaan) Allah 

Berita dari orang 124.000 Nabi dan Rasul tentang wujud Allah Subhanahu Wa Ta’ala , Rububiyah hanya bagi semesta alam, tentang penciptaan-Nya terhadap alam semesta ini dan penguasaan-Nya; dan tentang asma’ dan sifat-sifat-Nya. Tidak ada seorang Nabi atau Rasul pun diantara mereka melainkan Allah telah berfirman kepadanya, atau mengutus seseorang utusan  kepadanya atau diwahyukan kepada hati dan akalnya sesuatu yang memastikan bahwa apa yang disampaikan-Nya itu adalah Firman (Kalam) dan Wahyu dari Allah kepadanya.

Berita yang disampaikan oleh sejumlah besar manusia pilihan tersebut tidak memungkinkan bagi akal sehat untuk mendustakannya, sebagaimana tidak mungkin jumlah sebesar itu sepakat untuk berdusta dan menyampaikan berita tentang sesuatu yang tidak mereka ketahui, tidak mereka yakini dan tidak memastikan kebenarannya, padahal mereka adalah manusia pilihan, manusia yang paling Suci jiwanya, paling cerdas akal pikirannya dan paling benar pembicaraannya.

 

keyakinan dan kepercayaan miliaran manusia tentang adanya wujud pencipta

keyakinan dan kepercayaan miliaran manusia tentang wujud (adanya) Tuhan pencipta alam semesta serta ibadah dan ketundukan mereka kepada-Nya. Sedangkan kebiasaan manusia itu berlaku hanya dengan (adanya) keyakinan satu orang atau dua orang saja, maka apalagi kalau diyakini oleh sekelompok, satu umat dan jumlah manusia yang tidak terhitung, ditambah dengan kesaksian akal dan Fitrah atas validitas (keshohihan) Tuhan yang mereka yakini dan mereka beritakan, dan mereka beribadah serta bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya

Berita yang disampaikan oleh  jutaan ulama

Berita yang disampaikan oleh jutaan ulama wujud Allah, sifat-sifat dan nama-nama-Nya, rububiyah Nya atas segala sesuatu, kekuasaan-Nya atas segala sesuatu, maka dari itu mereka beribadah, menyembah dan patuh kepadan-Nya cinta karena-Nya dan benci karena –Nya pula.

[Lihat MInhajul Muslim Bab I : Akidah, oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri]

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »