Islam yang benar

Berislam Yang Sebenarnya : Istiqomah

Dec 8 • Aqidah, Hadits • 632 Views • 1 Comment on Berislam Yang Sebenarnya : Istiqomah

عَنْ أَبِي عَمْرو، وَقِيْلَ : أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانُ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَداً غَيْرَكَ . قَالَ : قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

رواه مسلم

Dari Abu Amru -ada pula yang mengatakan Abu Amrah-“ Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi rahimahullah* berkata aku berkata, “Wahai Rasulullah, katakanlah suatu perkataan kepadaku tentang Islam yang aku tidak akan menanyakan lagi kepada seorang pun selain anda. “Beliau bersabda : katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah(Hr.  Muslim no.38)

Syarah (penjelasan):

Makna kalimat “ Katakanlah satu perkataan kepadaku tentang Islam yang aku tidak akan menanyakan lagi kepada seorang pun selain anda”. yakni ajarkanlah kepadaku suatu perkataan tentang pengertian Islam yang jelas bagi diriku sehingga tidak perlu lagi bagiku menanyakan tafsirnya kepada selain anda dan aku akan mengerjakannya. Kemudian Nabi menjawab:  “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah”

Ini adalah kalimat yang ringkas dan padat yang diberikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menjawab pertanyaan penanya. Dalam dua kalimat ini tercakup makna Islam dan iman. Beliau memerintahkan untuk memperbaiki imannya dengan lisannya sebagai peringatan bagi hatinya dan memerintahkan untuk istiqomah dalam melakukan ketaatan-ketaatan serta meninggalkan seluruh penyimpangan. Sebab tidak dikatakan Istiqomah ( lurus) jika disertai dengan adanya kebengkokan yang merupakan kebalikannya. Hal ini selaras dengan firman Allah:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمۡ تُوعَدُونَ (٣٠

سُوۡرَةُ حٰمٓ السجدة / فُصّلَت

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka” (QS. Fussilat[41] :30)

Yakni mereka beriman kepada Allah Yang Esa, kemudian beristiqomah diatasnya dan di atas ketaatan hingga Allah mewafatkan mereka. Umar Bin Khattab Radhiallahu anhu berkata “mereka Istiqomah kepada Allah dalam melakukan ketaatan dan tidak miring laksana miringnya pelanduk(sejenis hewan)” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Az Zuhdi, abdun bin Hamid, Al-Hakim, Tirmidzi, dan Ibnu Al Mundzir))

Maknanya adalah mereka lurus dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah baik secara aqidah, perkataan maupun perbuatan. Dan mereka kontinyu dalam hal itu, inilah pendapat kebanyakan para ahli tafsir sekaligus menjadi makna bagi hadits ini Insya Allah ta’ala.

>>lihat Pula : Mengapa Allah Memerintahkan Iblis Sujud<<

Demikian halnya dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

فَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡاْ‌ۚ إِنَّهُ ۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ۬ (١١٢

Artinya: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepada “ (QS. Hud [11] :112)

Ibnu Abbas berkata : “Tiada (ayat yang) turun atas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam keseluruhan ayat yang lebih berat dari ayat. Ini” untuk itulah Nabi bersabda: “ yang menjadikan aku cepat beruban adalah surah Hud dan semisalnya”  ( Thabrani dan  Baihaqi dalam Ad Dala’il)

Ustadz Abu Al Qaasim Al Qusyairi rahimahullah berkata: “istiqomah adalah suatu derajat yang dengannya akan didapatkan kesempurnaan perkara dan dengan Istiqomah akan didapatkan kebaikan-kebaikan dan kedisiplinan di atasnya. Barangsiapa yang tidak memiliki sifat istiqomah dalam suatu hal maka hilanglah kesempatannya dan lenyaplah kesungguhannya” . Beliau berkata, Dikatakan pula bahwa Istiqomah hanya dapat direalisasikan oleh orang yang berjiwa besar karena biasanya Istiqomah itu berlawanan dengan kebiasaan, menyalahi adat kebiasaan, serta berdiri dihadapan Allah ta’ala diatas kejujuran hakiki. Oleh karena itu nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Istiqomah kalian niscaya akan diperhitungkan orang”

Al- Wasithi berkata:  “istiqomah adalah sifat yang dapat menyempurnakan kepribadian seseorang dan tidak adanya sifat ini menjadi rusaklah kepribadian seseorang.”  Wallahu a’lam

*Perawi Hadits ini adalah sufyan bin Abdullah bin Abi Rabi’ah Ats Tsaqafi, seorang sahabat yang ditugaskan Umar yntyk mengurus shadaqah di Tha’if

[Lihat Syarah Hadits ke 20  Arbai’in An-Nawawiyah oleh Ibnu Daqiiqil ‘Ied]

Mudah-mudah artikel yang singkat ini bermamfaat agar kita mampu ber islam yang sebenarnya, karena ber islam yang sebenarnya itulah kunci kesusksesan.

>>Lihat Pula : Larangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin<<

Related Posts

One Response to Berislam Yang Sebenarnya : Istiqomah

  1. makasih admin atikelnya sangat bermanfaat sekali, semoga saya bisa lebih istiqomah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »