Bukti Adanya Allah Secara Akal (logika)

Jan 15 • Aqidah, Tarbiyah • 934 Views • No Comments on Bukti Adanya Allah Secara Akal (logika)

Pertama: Adanya Alam Semesta & Makhluknya

Adanya alam semesta dan makhluk yang beraneka ragam memberikan kesaksian akan wujud(keberadaan)  sang pencipta, yaitu Allah shubhana wa ta’ala. Karena tidak ada seorangpun di alam raya ini yang mengklaim telah menciptakan alam raya ini beserta isi-isinya selain dari Allah subhanahu wa ta’ala. Akal manusia pun menyatakan mustahil (tidak mungkin) adanya sesuatu tanpa adanya sang pencipta (yang mengadakan),  bahkan juga akan menyatakan mustahil akan adanya sesuatu yang sangat sederhana tanpa ada yang mengadakannya, seperti adanya makanan tanpa adanya orang yang berupaya untuk memasaknya, atau adanya hamparan di bumi tanpa adanya yang mengungkapkannya. Maka Bagaimana dengan alam raya yang luar biasa besarnya yang terdiri dari langit dengan segala planet-planet yang dikandungnya, matahari, bulan dan bintang-bintang, semuanya berbeda besar dan kecilnya bentuk dan rupanya dimensi-dimensinya, dan pergerakannya bumi dengan segala apa yang ada di permukaan nya, seperti manusia, jin, dan berbagai hewan dan segala jenis dan spesiesnya dan dengan segala perbedaan warna dan bahasa, perbedaan pengetahuan dan pemahaman, karakteristik dan cirri, dan dan segala apa yang dikandungnya seperti barang-barang tambang yang bermacam-macam warna dan kegunaannya; dengan segala sungai yang mengalir, daratan yang diliputi lautan dan samudra, serta dengan segala macam tumbuh-tumbuhan, pepohonan, yang beraneka macam buah buahnya, yang berbeda-beda pula Macam dan jenisnya, rasa dan baunya, kekhususan dan kegunaannya.

[Apakah manusia bisa hidup di Planet Mars?]

Kedua: Firman Allah (Kalam Allah)

Adanya Firman-Nya pada kita yang selalu kita baca dan kita hayati serta kita pahami maknanya merupakan bukti atas wujud(keberadaan) Allah, karena sangat mustahil ada pembicaraan ( kalam) tanpa adanya pembicara (mutakallim) atau adanya ucapan tanpa adanya yang mengucapkan.

 

Jadi kalam atau firman Allah itu menunjukkan wujud Nya (keberadaannnya) apalagi Firman-Nya itu mengandung ajaran yang paling kokoh dan sempurna yang pernah diketahui oleh manusia, dan undang-undang (aturan) yang paling bijaksana yang dapat merealisasikan berbagai kebaikan bagi umat manusia. Ia juga meliputi teori-teori ilmiah yang benar, serta meliputi berbagai masalah ghaibiyyah(yang tak dapat ditangkap panca indera) dan peristiwa-peristiwa sejarah. Dan di dalam semua hal itu ia sangat tepat dan benar tidak ada suatu hukum (aturan ) pun dari hukum-hukum yang dikandungnya yang tidak merealisasikan kegunaan danmamfaatnya sekalipun masa telah berlalu.Sekalipun  waktu dan tempat berbeda namun tidak ada satu teori pun dari teori-teori yang ada di dalamnya yang kadaluarsa,  dan tidak ada satu masalah ghaipun yang tidak terbukti dari perkara-perkara ghaibiyyah yang diberitakannya. Dan tidak ada satu ahli sejarahpun yang berani membatalkan kisah-kisah yang dimuat didalam firman-Nya.

ucapkan (kalam) yang bijaksana lagi benar seperti itu membuat akal menjadi mustahil akan menisbatkannya(mengatasnamakan) kepada seorang manusia, karena kalam seperti itu diluar kemampuan manusia dan diluar tingkat pengetahuan mereka. Maka apabila sudah tidak mungkin lagi dikatakan bahwa kalam( Firman nya dlm  Alquran) adalah ucapan manusia, maka ia adalah kalam (firman) sang pencipta manusia dan sekaligus sebagai dalil atas wujud(keberadaan), ilmu,  kodrat (kekuasaan-Nya),  dan kebijaksanaan Nya.

 

Tiga : Adanya sistem yang teratur

Adanya sistem yang sangat teratur rapi seperti ini, yang tercermin pada sunnah kauniyah (sunnatullah=proses dialam) di dalam penciptaan, pembentukan, pertumbuhan, dan pengembangan bagi seluruh makhluk hidup yang ada di alam semesta Ini. sesungguhnya, semuanya patuh dan tunduk kepada sunnatullah, tidak dapat keluar darinya bagaimananpun juga. contohnya adalah manusia, yang diciptakan bermula dari sperma yang tercerahkan ke dalam rahim, kemudian melalui fase yang sangat ajaib di mana tidak ada seorang pun selain Allah yang ikut campur disitu. Lalu keluar darinya sebagai sosok manusia yang sempurna. Itu adalah dalam masa penciptaan dan pembentukannya. Demikian pula pertumbuhan dan perkembangannya, dari bayi dan anak-anak hingga menjadi seorang remaja dan dewasa, dan terus belajar berlanjut memasuki masa tua. Siklus yang sama terjadi  pada hewan dan tumbuhan juga.

 

Demikian pula langit dan benda-benda yang ada didalamnya, semuanya mengikuti proses alamiah (sunnatullah) yang telah ditetapkan kepadanya, tidak pernah menyimpang darinya dan tidak pernah keluar dari jalurnya. Jika saja terjadi penyimpangan atau sejumlah planet keluar dari garis edarnya, niscaya hancurlah alam semesta ini, dan berakhirlah kehidupan.

 

Berdasarkan dalil-dalil akal yang logis Seperti di atas maka seorang Muslim beriman kepada Allah, kepada rububiyah Nya (Hak prerogative ) atas segala sesuatu dan ilahiah-Nya(hak Allah untuk diibadahi) bagi manusia terdahulu dan manusia masa kini.

[Lihat Minhajul Muslim oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Jaza’iri Bab I]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »