Cara Qurban Sesuai Syariat

Aug 29 • Ibadah • 329 Views • No Comments on Cara Qurban Sesuai Syariat

Oleh Ustad Maulana La Eda, Lc., MA Hafizhahullah

(Alumni S2 Jurusan Ilmu Hadis, Universitas Islam Madinah)

 

Pertanyaan

Assalamu Alaikum…

Ustadz, Mohon penjelasannya.

Bagaimana cara qurban yg sesuai syariat  ?

Syukron ustadz

 

 

Jawaban

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mengenai tata cara berkurban secara syariat adalah sesuai dengan petunjuk yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, di antaranya:

 

Pertama:

Hendaknya hewan yang dikurbankan sudah sesuai dengan ketentuan usia hewan kurban yaitu:

 

  • Kambing yang telah berumur lebih dari dua tahun atau domba yang telah berumur lebih dari setahun / sudah berganti giginya.

 

  • Onta yang telah berumur lima tahun lebih.
  • Sapi / kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.

 

Kedua:

Hewan-hewan kurban tersebut tidak memiliki cacat apa pun; tidak sakit parah, tidak buta, tidak pincang, atau terlalu kurus.

 

Dalam hadis shahih:

“Empat hal yang tidak diperkenankan dalam hewan kurban yaitu: buta, sakit, pincang, dan sangat kurus hingga tak bersumsum”. (HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah)

 

Ketiga:

Menyembelih kurban pada waktu yang ditentukan yaitu antara hari raya idul adha setelah shalat id hingga tenggelamnya matahari pada tanggal 13 Zulhijah yang merupakan hari terakhir dari hari tasyriq, hal ini sesuai dalil umum:

 

أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر لله

Artinya: “Hari Tasyriq adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah” (HR Muslim).

 

Keempat:

Sunat-sunat dalam menyembelih hewan kurban:

 

  • 1. Disunatkan untuk menyembelih hewan kurbannya dengan dirinya sendiri, dan boleh mewakilkannya kepada orang lain.

 

  • 2. Wajib membaca basmalah sebelum menyembelih hewan kurban dan disunatkan untuk mengikutkannya dengan takbir dengan mengucapkan: “Bismillah Allaahuakbar”. Bila lupa membaca basamalah maka tidak mengapa. Dalam hadis, Anas radhiyallahu’anhu mengisahkan:

 

ضحى النبي صلى الله عليه وسلم بكبشين أملحين أقرنين، ذبحهما بيده، وسمى وكبر، ووضع رجله على صفاحهما

Artinya: “Nabi shallallahu’alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor domba putih yang bertanduk yang beliau sembelih dengan tangan beliau sendiri, dengan mengucapkan basmalah dan bertakbir. Beliau meletakkan kakinya di samping leher domba. (HR Muslim: 1966).

 

Juga disunatkan untuk membaca doa agar kurbannya tersebut diterima oleh Allah Ta’ala, sebagaiman yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tatkala menyembelih hewan kurban beliau berdoa: “Ya Allah, terimalah kurban ini dari Muhammad, dari keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad” lalu beliau menyembelihnya. (HR Muslim: 1967).

 

  • 3. Menyembelih wajib dengan alat tajam seperti pisau, atau parang. Juga disunatkan untuk langsung memotong dua urat leher hewan kurban yang ada di kiri kanan lehernya agar lekas mati. Binatang yang disembelih itu hendaknya dibaringkan di atas rusuknya yang kiri agar mudah disembelih, dan dihadapkan ke kiblat.

 

  • 4. Disunatkan bagi yang berkurban untuk memakan daging dari hewan kurbannya tersebut, dalam hadis shahih: “Makanlah darinya, bersedekahlah dengannya, dan simpanlah (untuk perbekalan hari-hari ke depan)” (Muttafaq ‘Alaih)

Wallahu ‘alam

kata kunci: bekurban sesuai syariat bekurban sesuai syariat bekurban sesuai syariat

 

Sumber : Grup WA Belajar Islam Intensif

 

Baca Juga >>

Hukum potong kuku & rambut bagi Yang berkurban

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »