akibat cinta dunia

Cinta Dunia Bisa Menjadi Penyebab Batalnya Keislaman

May 1 • Aqidah • 263 Views • No Comments on Cinta Dunia Bisa Menjadi Penyebab Batalnya Keislaman

Oleh : Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy

Banyak diantara manusia hari ini, mereka mengaku sebagai kaum muslimin, tapi menginjak-injak ajaran islam, merendahkannya, menghinananya atau membuat phobia terhadap ajarannya yang mulia dan adil ini hanya demi mendapat uang atau mengisi perutnya dengan sesuap nasi.

Mereka memang yakin islam sebagai ajaran yang selamat. Karena itu, mereka tidak ingin keluar dari islam walau mereka menginjak-injak ajarannya, merendahkannya, membuat manusia phobia dengan ajarannya dan menghinakan ajarannya. Mereka berpikir dengan itu mereka masih muslim.

Inilah salah satu jebakan iblis, dengan lembutnya ia menggiring manusia masuk dalam perangkapnya, agar bisa hidup kekal bersamanya di dalam neraka. Ia tidak membuat manusia menyembah dirinya, tidak. Tapi dia membuat manusia yang mengaku muslim itu murtad dari agama mereka, walau mereka mengaku sebagai muslim.

Allah azza wajalla berfirman:

مَن كَفَرَ بِاللَّهِ مِن بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (106) ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (107) أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (108) لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi. (QS. An-Nahal: 106-109)

Ayat ini turun perihal Ammar Ibn Yasir yang mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memuji tuhan-tuhan kaum musyrikin karena dipaksa oleh orang-orang Kafir Quraisy saat itu. Karena keterpaksaan itu, dimana hatinya membenci kekufuran itu dan tidaklah ia melakukannya kecuali karena adanya siksaan dari orang-orang kafir Quraisy saat itu, maka ia bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasaalam perihal keadaannya, apakah perbuatannya itu bisa membinasakan dirinya atau tidak. Ini membuktikan rasa takutnya kepada Allah, karena itu Allah menurunkan ayat di atas.

Maka bandingkanlah keadaan Ammar Ibn Yasir radhiyallahu ‘anhu dengan orang-orang yang mencela Allah azza wajalla dan Nabi shaallahu ‘alaihi wasallam karena hawa nafsunya pada dunia, menghina islam dan ajarannya, merendahkannya dan membantu para penista agama dalam memerangi kaum muslimin demi memenuhi isi perutnya akan hawa nafsu dunia mereka? Padahal sudah begitu banyak nasehat-nasehat ulama akan kufurnya perbuatan itu.

Ayat ini sungguh mengenai mereka, na’udzu billahi min dzalik.

Karena itu, berhati-hatilah. Agama ini adalah agama ilmu, Allah memerintahkan kita untuk menuntut ilmu syar’i yang benar, Dia tidak memerintahkan kita duduk-duduk berpangku tangan saja dari ilmu agama ini sementara kita semangat memenuhi hawa nafsu dunia, lalu ingin mendapat uzur jejahilan agar tak mendapat azab.

Ingat, kelalaian tidak bisa disamakan dengan kejahilan. Kelalaian itu terjadi karena pilihan kita sendiri, maka jangan menjadi orang-orang yang lalai, yaitu orang-orang yang hidup di tengah-tengah pusaran ilmu agama, al-Qur’an dan sunnah-sunnah Nabi telah sampai kepada mereka, mereka hidup di tengah-tengah kaum muslimin dan ulama rabbani mereka yang menjelaskan al-Qur’an dan sunnah-sunnah Nabi itu, di tengah-tengah kecanggihan teknologi dan alat komunikasi yang begitu mudahnya menyebar informasi dan pengetahuan, maka berhati-hatilah. Sungguh jika engkau malas menuntut ilmu agamamu, maka itulah kelalaian.

Jika demikian halnya padamu, maka takutlah, mungkin engkaulah yang Allah biarkan hidup dalam kelalaian. Tidak takutkah engkau jika Allah membiarkanmu tersesat? Siapa yang akan menolongmu dan memberikan hidayah kepadamu jika Allah membiarkanmu tersesat?

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

أولئك الذين طبع الله على قلوبهم أي عن فهم المواعظ وسمعهم عن كلام الله – تعالى – وأبصارهم عن النظر في الآيات وأولئك هم الغافلون عما يراد بهم .

“Mereka inilah yang Allah kunci hati mereka dari memahami nasehat, mengunci pendengaran mereka dari mendengar firman-firman Allah, mengunci mata dari melihat ayat-ayat-Nya. Mereka inilah orang-orang yang lalai dari apa yang diinginkan untuk mereka.”

Mari berbenah diri bertaubat dan kembali kepada-Nya, lalu kita bersama dalam cinta dan keimanan.

kta knci: akibat cinta dunia, akibat cinta dunia, akibat cinta dunia

 

Baca Juga >>

Nasehat Kematian

Jika Engkau Merasa Sebagai Salah Seorang Ibadurrahman

Syair Imam Syafi’i Yang Menggetarkan Hati

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »