Dua Pondasi Kemuliaan dan Kejayaan (1)

Oct 19 • Aqidah • 1001 Views • No Comments on Dua Pondasi Kemuliaan dan Kejayaan (1)

Oleh : Ustadz Mukran Usman, Lc., MHI (Dosen STIBA Makassar)

Bila suatu umat menginginkan kemuliaan dan kejayaan, maka ummat tersebut perlu belajar, membaca, dan mencontoh umat terdahulu. Sebagaimana telah Allah jayakan dan muliakan serta menangkan dari semua musuh-musuh-NYA. Sebagaimana perkataan seorang Ulama islam Imam Malik Rahimahullahu Ta’ala yang diberi gelar Imam darul hijrah.Beliau berkata:

tidak akan baik (jaya) umat ini, kalau mereka tidak mengikuti apa yang membuat umat terdahulu berjaya” .

Ya !! Allah telah menjayakan mereka, Allah telah memberikan ditangan mereka pintu-pintu kemenangan. Betapa sangat butuhnya umat ini untuk berada dan berjalan serta meniti jalan yang mereka telah tempuh. Yaitu jalan para Nabi Allah, orang-orang sholeh yang telah mendapat petunjuk dari-NYA.

Bukanlah hal yang datang begitu saja tanpa adanya usaha dan kerja nyata yang telah dilakukan oleh umat dan generasi tersebut. Mereka sampai kepada puncak kegemilangan dan puncak kekuasaan. Karena mereka telah berbuat, mereka telah bekerja dan mereka telah membangun kekuatan dengan sekuat-kuatnya sehingga bangunan kejayaan yang mereka buat tak mudah untuk goncang dan roboh.

Ya !! , bangunan itu begitu tangguh dan kokoh sehingga untuk merobohkannya tak semudah merobohkan bangunan pencakar langit yang ada pada hari ini. Simaklah dan hayatilah bagaimana pondasi kemuliaan dan kejayaan yang telah mereka persiapkan, yang telah mereka tanam sehingga menjadi pondasi yang berumur beratus-ratus tahun lamanya. Mereka mampu menyinari timur dan barat, utara dan selatan dan mampu memadamkan kekuatan keangkara murkaan, kesombongan dan keangkuhan  di bumi Allah Azza wa Jalla.  Lalu apakah pondasi tersebut?

Pondasi pertama

Pondasi  mereka yang pertama terletak pada keimanan mereka yang begitu kuat. Keimanan yang tak akan goyah dengan badai fitnah yang datang menerpa. Keimanan yang tak akan dijual dengan harga yang sedikit dari dunia. Keimanan yang tak akan tunduk dibawah tekanan siapapun.

Ketika keimanan mereka diuji dengan dikatakan bahwa jumlah musuh yang akan merongrong mereka sangat banyak dan besar. maka mereka orang-orang beriman itu akan berkata : Berapa  banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah…” (QS. Al-Baqarah: 249)

Ketika keimanan mereka diuji dengan dikatakan bahwa musuh-musuh mereka akan merencanakan makar dan tipu daya yang besar. maka mereka (orang-orang beriman itu) akan menyambutnya seraya berkata : “ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (QS. Al-Imran : 54)

Ketika keimanan mereka diuji dengan dikatakan bahwa musuh-musuh mereka akan mengerahkan semua hartanya. tujuannya untuk memusnahkan dan menghancurkan kekuatan iman. Maka orang-orang beriman menyambut ancaman tersebut sambil tersenyum seraya berkata : “Sesungguhnya orang-orang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi orang dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan kedalam neraka jahannamlah orang-orang kafir itu dikumpulkan”. (QS. Al-anfal : 36)

Ketika keimanan mereka diuji dengan dikatakan bahwa orang-orang kafir telah membuat benteng yang kokoh dan tidak akan mampu untuk diruntuhkan. Maka, mereka orang-orang beriman akan berkata :”kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang tidak mereka sangka-sangka…”. (QS. Al-Hasyr : 2)

Rasulullah telah menjadi panutan dan tauladan orang-orang beriman dalam menjaga dan mempertahankan keimanan. Ketika Rasulullah dicela, diejek, difitnah , diancam dan disiksa. Beliau tidak mundur sejengkal pun dari keimanannya. Ketika Rasulullah ditawari kerajaan Arab, kekuasaan, harta, dunia, untuk melepas baju keimanannya. namun keimanan beliau tetap kokoh dan tegar dalam menjaga cahaya iman seraya berkata :

“ Jikalau sekiranya mereka orang-orang kafir meletakkan matahari di tangan kanan ku, dan meletakkan bulan di tangan kiri ku, untuk Aku melepaskan Agama ini (dakwah kepada Allah) maka Aku tak akan melakukannya”.

Demikian pula keimanan yang ada pada orang-orang terdekat beliau seperti Abu Bakar As Siddiq. Yang sampai Umar bin Al Khattab pernah berkata tentang kekuatan iman pada diri Abu Bakar As Siddiq: ”Jikalau sekiranya keimanan Abu Bakar di timbang dengan keimanan semua umat Rasulullah, maka keimanan Abu Bakar lebih berat”…. (Bersambung….)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »