figh puasa imam syafi i

Fiqh Puasa Madzhab Syafi’i

Nov 7 • Ibadah • 1063 Views • No Comments on Fiqh Puasa Madzhab Syafi’i

I. Defenisi Puasa

Puasa secara bahasa berarti menahan. Sementara menurut istilah adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari disertai niat tertentu.

II. Jenis-jenis puasa berdasarkan hukumnya:

  • Wajib, yaitu : puasa ramadhan, puasa Qadha’, puasa nadzar, puasa kafarat (seperti puasa dalam ibadah haji dan umrah sebagai pengganti menyembelih hewan dam), puasa hendak melakukan sholat istisqa’ ketika diinstruksikan oleh imam (pemerintah).
  • Sunah, seperti puasa hari senin dan kamis dll.
  • Makruh, yaitu menentukan puasa hanya hari jum’at atau sabtu atau ahad saja tanpa disambung dengan hari sebelumnya dan puasa yang dilakukan selama bertahun-tahun jika dikhawatirkan dapat membahayakan fisik.
  • Haram, puasa hukumnya haram terbagi menjadi dua: puasa tetap sah dan tidak sah,                                               (a) Tetap sah yaitu puasanya seorang istri (puasa sunnah) tanpa seizin suaminya, kecuali puasa wajib.                                                                                                                                                                           (b) Tidak sah, yaitu  puasa Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, puasa Hari Tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah) dan  puasa pada hari yang masih diragukan (tanggal 30 Sya’ban ketika ada desas-desus telah terjadi rukyah Bulan Ramadhan).

Pelaksanaan Puasa Ramadhan Puasa ramadhan dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu dari hal-hal berikut:

  1. Menyempurnakan 30 hari Bulan Sya’ban ketika tidak ada ketetapan Ramadhan pada malam tanggal 30 Sya’ban.
  2. Melihat hilal Bulan Ramadlan pada malam tanggal 30 Sya’ban.
  3. Mendengar berita yang mutawatir (telah tersebar luas dan sangat kecil kemungkinan tidak benar) bahwa telah terjadi rukyah atau melihat hilal Bulan Ramadlan.
  4. Ketetapan Qadhi (pemerintah) dengan menjelaskan dasar dan rujukan ketetapannya.
  5. Terdapat tanda-tanda yang menunjukkan adanya ru’yah di kota-kota besar.

III. Syarat-Syarat Wajib Puasa

  1. Islam.
  2. Baligh.
  3. Berakal.
  4. Mampu mengerjakan puasa.
  5. Suci dari haid dan nifas.
  6. Bukan musafir yang telah memenuhi persyaratan boleh qashar shalat.

demikianlah sekelumit tulisan tentang puasa menurut mahzab imam syafi’i, sebenarnya masih banyak tulisan-tulisan beliau tentunya artikel yang singkat ini tidak mampu memuat semuanya. untuk mengetahui puasa menurut mahzab imam syafi’i lebih lanjut silahkan baca karya beliau.

Baca Juga :

Puasa Hari ‘Arafah

Ringkasan Fiqh Puasa Enam Hari bulan Syawal

Keutamaan Puasa Ramadhan

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »