Generasi Pembuka Roma

Oct 31 • Anak & Remaja • 360 Views • No Comments on Generasi Pembuka Roma

Oleh : Ustadz Budi Ashari, Lc

-Dikutip dari buku Inspirasi Rumah Cahaya-

 

Napoleon Bonaparte, Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi dan muhammad Al Fatih.

Perhatikan nama-nama tersebut di atas, sebagian besarnya tentu sangat familiar ditengah kita ya nama-nama tokoh dunia yang dikenal. Tapi mungkin diantara kita Kaum muslimin merasa asing dengan nama terakhir yang disanding sejajar dengan nama-nama tokoh besar itu. Muhammad Muhammad Al Fatih siapa gerangan dia?

karya besar apa yang telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga layak disandingkan sejajar bahkan lebih tinggi dibandingkan nama-nama tokoh besar itu?

 

Muhammad Al Fatih adalah sebuah nama yang seharusnya menjadi inspirasi besar bagi kehidupan kaum muslimin hari ini. Betapa tidak, nama ini melekat kuat pada sebuah sejarah besar peradaban Islam yang jauh-jauh hari telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sekitar 800 tahun, Jauh sebelum Muhammad Al Fatih lahir Muhammad Al Fatih lahir, Rasulullah pernah bersabda:

 

Abu ubaid berkata: ketika kami bersama Abdullah bin Amr Bin Ash, dia ditanya : dua kota ini mana yang akan ditaklukkan terlebih dahulu; konstatinopel atau Roma ? Abdullah bin Amr Bin Ash meminta kotak miliknya, dia mengeluarkan dari dalamnya sebuah buku. Kemudian Abdullah berkata : ketika Kami sedang ada disekeliling Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam , kami menulis, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ditanya: dua kota ini mana yang akan ditaklukan terlebih dahulu : Konstantinopel atau Roma ? Rasulullah bersabda, kota heraklius yang akan ditaklukkan terlebih dahulu titik yaitu konstatinopel(Hadits riwayat Ahmad dishahihkan oleh Al Hakim Adzahabi dan Al Albani).

 

Pernyataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ini disampaikan saat peristiwa Perang Khandaq sekitar tahun 5 H atau 627 M. Dan kalimat ini menjadi kenyataan di tahun 857H atau 1453M yaitu setelah lebih dari 8 abad kemudian. inilah kerja megaproyek itu. Sungguh sebuah keberkahan dan kebenaran perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam inilah yang terjaga lagi dipimpin oleh wahyu Allah.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebutkan dua kota yang akan ditaklukkan kaum muslimin, Konstantinopel dan Roma. Romawi dulu terbagi menjadi dua wilayah besar. Pertama adalah Romawi barat yang terletak di Italia dan yang kedua adalah Romawi Timur yang meliputi diantaranya Syam (Suriah, Palestina, Libanon dan Yordania) dengan ibu kota konstatinopel yang hari ini kita kenal dengan nama Istanbul, Turki. Konstatinopel adalah benteng Perkasa yang merupakan lambang kebanggaan Kristen Ortodoks (saat itu). Kokohnya benteng itu akhirnya runtuh, kekuatannya yang telah takluk oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh seorang anak muda belia berusia 24 tahun bernama Muhammad Al Fatih.

Jika amanah membuka konstatinopel telah dilaksanakan dengan baik oleh Muhammad Al-Fatih dan pasukannya. Maka ada Amanah kota kedua yang belum kunjung mendapatkan hidayah Islam; Roma. Dan (mungkin) inilah tugas besar keluarga Muslim Hari ini.

Syekh Al Bani menyampaikan penjelasan menarik,

Penaklukan pertama telah terbukti ditangan Muhammad Al-Fatih Al-Utsmani sebagaimana yang telah diketahui hal itu terjadi setelah lebih dari 800 tahun sabda Nabi tentang penaklukan itu dan akan terbukti penaklukan yang kedua dengan izin Allah dan itu pasti anda akan mendengarkan beritanya suatu saat, dan Tidak diragukan lagi bahwa penaklukan kedua ini mewajibkan (akan) kembalinya Khilafah Rasyidah bagi umat Islam (As silsilah ash-shahihah nomor 4)

 

Muhammad Al Fatih

Muhammad Al Fatih Sang Penakluk ( Al Fatih = Pembuka)  orang-orang barat dengan sebutan the Conqueror( Sang Penakluk) adalah seorang pemuda sederhana lagi bersahaja. Usianya baru 22 tahun ketika ia harus menerima tempuh kepemimpinan tertinggi Khilafah Turki Usmani dari ayahnya Sultan Murad II. Mesti bersahaja, Ia adalah seorang anak muda yang cukup cerdas. Ia hafal Al-Qur’an sejak usia kanak-kanak menguasai 6 bahasa diluar bahasa ibunya, pakar dalam bidang militer, sains, matematika, sejarah. Begitulah sejarah mencatat asal sang penakluk ini.

sumber : buku Inspirasi Rumah Cahaya, hal 42-46 oleh Ustadz Budi Ashari, Lc.

kata kunci: Sultan Al Fatih Sang Penakluk Sultan Al Fatih Sang Penakluk

 

Baca Juga >>

Kebenaran Akan Menang: Sosok Para Pejuang Kebenaran

Kerusakan Moral dan Penyimpangan Perilaku Anak

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »