hati yang selamat

Hati Yang Selamat Sebab Keselamatan di Hari Kiamat

Dec 2 • Ibadah, Qalbu • 77 Views • No Comments on Hati Yang Selamat Sebab Keselamatan di Hari Kiamat

Memiliki hati yang selamat adalah nikmat yang sangat besar bagi seorang hamba, sebab syarat untuk dapat selamat pada hari kiamat adalah dengan memiliki hati yang selamat. Allah Azza wajallaberfirman:

 

يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩

 

“Yaitu di harihartadananak-anaklaki-lakitidakberguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah denganhati yang bersih”. (QS. Al-Syua’ara: 88-89)

Hati yang selamat adalah hati yang sehat, sebagaimana perkataan Ibnu Qayim al-Jauziyah rahimahullah:

القلب الصحيح وهو القلب السليم الذي لا ينجو يوم القيامة إلا من أتى الله بها

“Hati yang sehat adalah hati yang selamat, dimana seseorang tidak akan selamat pada hari kiamat kecuali orang-orang yang datang dengannya”. [Lihat: Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Ighatsatu al-Lahafan Fi Mashayid al-Syaithan,(Cet. II; Arab Saudi: Dar Ibnu al-Jauzi, 1429 H.), h. 27.]

(baca juga : Marah pada Diri Sendiri)

Ibnu Qayyim rahimahullah juga berkata:

فهو القلب الذي قد سلم لربه وسلم لامره ولم تبق فيه منازعة لامره ولا معارضة لخبره فهو سليم مما سوى الله وأمره لا يريد الا الله ولا يفعل إلا ما أمره الله فالله وحده غايته وامره وشرعه وسيلته وطريقته لا تعترضه شبهة تحول بينه وبين تصديق خبره

“Hati yang selamat itu adalah hati yang menerima Tuhan dan perintah Tuhannya, Tidak terdapat padanya kontroversi dan penolakan terhadap berita-Nya. Ia selamat dari selain Allah dan perintahnya. Ia tidak menginginkan apapun kecuali Allah, tidak melakukan apapun kecuali yang diperintahkan oleh Allah. Hanya Allah satu-satunya tujuannya, sedang perintah dan syariat-Nya adalah wasilah dan jalannya. Tidak ada syubhat yang merubahnya antara dirinya dengan pembenaran terhadap beritanya”. Lihat: Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Miftaah Daari as-Sa’adah (Cet. I; Kairo: Dar Ibnu al-Jauzi, 1433 H.), h. 59.

 

Oleh karenanya, para salaf sangat berupaya menjaga hati mereka, menjaganya agar tidak sakit, sebab ia laksana benteng yang menghalau setan tuk menguasai dirinya. Ibnu Quddamah rahimahullah berkata:

واعلم : أن مثل القلب كمثل حصن، والشيطان عدو يريد أن يدخل الحصن، ويملكه ويستولى عليه

“Ketahuilah, sesungguhnya hati itu ibarat sebuah benteng, setan merupakan musuh yang ingin masuk ke dalam benteng, ia ingin memiliki dan menguasainya”. [Lihat:Ahmad bin Abd al-Rahman bin Quddamah al-Maqdisi, Mukhtshar Minhaj al-Qasidin (Cet. I; t.t.p.: Maktabah Fayyaḍ,1435 H.), h.114.]

 

Imam Ibn Rajab al-Hambali rahimahullah berkata: “Baiknya gerak gerik manusia pada anggota tubuhnya dan upaya menjauhkan diri dari perkara-perkara yang haram dan syubhat adalah sesuai dengan baiknya hati. Jika hati seorang hamba itu selamat, tidak ada padanya kecuali cinta kepada Allah dan apa yang membuat Allah cinta dan ridhai, serta takut kepada Allah dan kepada apa yang membuat Allah benci, maka akan baik gerak-gerik seluruh anggota tubuhnya… adapun jika hatinya telah rusak, telah dikuasai oleh hawa nafsu dan mencari apa yang disukai oleh hawa nafsu itu walau Allah membencinya, maka rusaklah seluruh gerak gerik anggota tubuhnya. Dia akan terjatuh dalam kemaksiatan-kemaksiatan karena mengikuti hawa nafsu pada hatinya.” [Lihat: Ibnu Rajab al-Hambali, Jami’ al-‘Ulum Wa al-Hikam (Cet. II; Beirut: Dār al-Kutub al-Ilmiyah, 1428 H.), h. 91.]

 

Syaikh Muhammad Ibn Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Wajib bagi seseorang untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada hatinya daripada anggota tubuhnya yang lain, sebab hati merupakan poros amalan dan padanya seseorang akan di uji pada hari kimat”. [Lihat: Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syarh al-Arba’in al-Nawawiyah (Cet VI; al-Qaṣim: Muassasah Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin al-Khairiyah,1437 H), h. 141.]

 

Makassar, 14 Rabiul Awal 1439 H

Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy

 

Baca Juga:

Buah dari Keimanan

Syair Imam Syafi’i Menggetarkan Hati

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »