tujuan nikah

Hikmah dan Keutamaan Pernikahan

Dec 27 • Keluarga Sakinah • 2018 Views • 3 Comments on Hikmah dan Keutamaan Pernikahan

Oleh Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd

(Praktisi Anak & Remaja)

[Materi Khutbah Nikah dibeberapa tempat]

Pendahuluan

Islam adalah agama yang sempurna, dimana ajarannya sesuai dengan kebutuhan manusia. Salah satu diantara kebutuhan manusia adalah rasa suka kepada lawan jenis.

 زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٲتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَـٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَـٰمِ وَٱلۡحَرۡثِ‌ۗ ذَٲلِكَ مَتَـٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُ ۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ (١٤

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. 3:14)

Untuk menyalurkan hasrat cinta dan kasih ini, maka tidak ada jalan lain kecuali lewat jalur menikah, sehingga Islam mensyariatkan hal tersebut.

Pernikahan artinya akad atau ikatan lahir bathin diantara seorang laki-laki dengan wanita yang menjamin halalnya pergaulan sebagai suami istri dan sahnya hidup berumah tangga dengan tujuan membentuk keluarga sejahtera. Pernikahan itu amat penting kedudukannya sebagai dasar pembentukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, disamping melampiaskan seluruh rasa cinta yang sah. Itulah sebabnya dianjurkan Allah dan menjadi sunnah yang sangat agung dari Rasulullah.

وَمِنۡ ءَايَـٰتِهِۦۤ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَڪُم مَّوَدَّةً۬ وَرَحۡمَةً‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَتَفَكَّرُونَ (٢١

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. 30:21)

وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَـٰمَىٰ مِنكُمۡ وَٱلصَّـٰلِحِينَ مِنۡ عِبَادِكُمۡ وَإِمَآٮِٕڪُمۡ‌ۚ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ‌ۗ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ۬ (٣٢

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. 24:32)

Hikmah Pernikahan

Selain merupakan sunnah yang demikian agung, menikah juga memiliki banyak hikmah, diataranya adalah :

  1. Kemakmuran dunia
  2. Mendapatkan keturunan yang sah, yang akan menyambung amal dan pahala bagi kedua orang tuanya. Anak juga akan bangga mempunyai ayah dan ibu yang jelas.
  3. Terpeliharanya kehormatan dan terangkatnya harkat dan martabat dengan menikah. Bandingkan dengan orang yang pacaran atau menjalin hubungan tanpa status, begitu hina, bahkan semakin terhina apabila ada anak yang lahir dari perzinahan.
  4. Manusia itu lemah sehingga butuh pendamping hidup. Sehingga dengan menikah akan terjadi pembagian tugas.
  5. Menghubungkan tali silaturahin dan memperbanyak keluarga.
  6. Membentuk keluarga dan masyarakat yang sejahtera.

Keutamaan Menikah

Keutamaan menikah itu demikian banyak, sebab selain perintah, juga menjanjikan pahala yang demikian besar. Diantara keutamaannya adalah :

  1. Melaksanakan sunnah Rasulullah.

Dalam salah satu riwayat disebutkan , “Nikah itu sunnahku, barang siapa yang tidak mau menikah maka bukan termasuk golongan ummatku”

  1. Nikah itu ibadah dan mendapat separoh (1/2) agama

Dari Anas bin Malik r.a, dikatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang menikah, sunggih ia telah menyempurnakan setengah agamanya. Hendaklah ia bertaqwa kepada Allah atas separuh yang lainnya” (HR. Baihaqi)

  1. Dengan menikah akan menjaga kemaluan

Salah satu diantara ciri orang beriman adalah mereka senantiasa memelihara kemaluannya kecuali kepada istrinya.

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَـٰفِظُونَ (٥) إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٲجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَـٰنُہُمۡ فَإِنَّہُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ (٦

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (QS. 23:5-6)

  1. Terbuka pintu pahala

Pintu pahala terbuka lebar untuk orang yang sudah menikah. Sewaktu ia masih bujangan, begitu ketatnya ia bergaul dengan lawan jenis. Tidak boleh salng pandang memandang (menundukkan pandangan) QS 24:30-31, tidak boleh bersentuhan kulit dengan perempuan yang bukan muhrim, tidak boleh berdua-duaan, apalagi dilarang keras untuk berzina. Semua aktifitas tersebut akan bernilai dosa. Namun setelah menikah, semua apa yang dilarang tersebut dihalalkan Allah, bahkan semua akan bernilai pahala yang sangat besar. Ibarat seperti orang yang berpuasa, maka setelah berbuka (menikah) dihalalkanlah apa yang tadinya diharamkan.

  1. Dari pernikahan tersebut, akan melahirkan keturunan

Anak yang merupakan buah dari cinta kasih yang suci antara ayah dan ibu, bila dibina dengan baik, maka akan menjadi anak yang berbakti pada orang tua, bahkan akan menjadi pelanjut ibadah dan pahala bagi orang tuanya.

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرً۬ا (٢٤

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(QS. 17 : 24)

Dalam riwayat yang lain disebutkan, “Jika meninggal manusia, maka akan terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga,yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya”

  1. Dengan menikah akan menambah rezeki

وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَـٰمَىٰ مِنكُمۡ وَٱلصَّـٰلِحِينَ مِنۡ عِبَادِكُمۡ وَإِمَآٮِٕڪُمۡ‌ۚ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ‌ۗ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ۬ (٣٢)

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 24:32)

Itulah garansi dari Allah untuk dicukupkan rezeki bagi yang menikah. Ketika mereka berstatus single, biasanya rezekinya cuma satu, namun ketika menikah, rezeki pasangan akan digabung sehingga rezekinya menjadi dua. Begitu banyak kisah tentang bertambahnya rezeki setelah menikah.

Cukup sampai dsini dulu hikmah dan keutamaan menikah, semoga ada manfaatnya.

Keyword: Manfaat nikah manfaat nikah manfaat nikah

 

Baca Juga >>

Dorongan Syahwat dan Solusinya

Related Posts

3 Responses to Hikmah dan Keutamaan Pernikahan

  1. umar says:

    izin copas y syukron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »