hukum shalat witir

Hukum dan Keutamaan Shalat Witir

Nov 19 • Ibadah • 585 Views • No Comments on Hukum dan Keutamaan Shalat Witir

Hukum Shalat Witir

Hukum sholat sunnah Witir adalah sunnah muakkad (lihat Al Mughni ibnu qudamah). Dasarnya adalah Hadits Abu Ayyub Al Anshari bahwa Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda:

Artinya:  Witir adalah hak atas setiap muslim barangsiapa yang suka ber Witir tiga rakaat hendaknya ia melakukannya dan barangsiapa yang ber Witir satu rakaat hendaknya ia melakukannya (Abu Daud dalam Al Witr. No 1422 )

 

Demikian juga dengan hadits Ali radhiallahu Anhu ketika ia berkata :Witir tidaklah wajib sebagaimana sholat fardhu . Akan tetapi ia adalah sunnah yang ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu alihi wa sallam ( Imam At Tirmidzi  dalam kitabnya)

 

Diantara yang menunjukkan bahwa Witir termasuk sunnah yang ditekankan( bukan wajib) adalah riwayat Shahih dari Thalha bin Ubaidillah, bahwa Ia menceritakan: ada seorang lelaki dari kalangan nejed yang datang menemui Rasulullah Shalallahu alihi wa sallam dengan rambut acak-acakan. kami mendengar suaranya, tetapi kami tidak mengerti apa yang diucapkannya, sampai dekat, ternyata ia bertanya tentang Islam. Dia berkata: Wahai Rasulullah Shalallahu alihi wa sallam beritahukan kepada aku shalat Apa yang diwajibkan kepada ku? beliau menjawab: shalat yang lima waktu, kecuali bila engkau mau melakukan sunah tambahan. Lelaki itu bertanya lagi : beritahukan kepadaku puasa apa yang diwajibkan kepadaku ? beliau menjawab puasa di bulan Ramadan kecuali bila engkau ingin menambahkan, lelaki itu bertanya lagi: beritahukan kepadaku zakat Apa yang diwajibkan kepadaku?  beliau menjawab(menyebutkan beberapa bentuk zakat) lelaki itu bertanya lagi? apakah ada kewajiban lain untuk diriku? beliau menjawab lagi tidak tidak kecuali bila engkau mau menambahkan . Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberitahukan kepadanya syariat syariat Islam. Lalu lelaki itu berbalik pergi, sambil berujar: “ Semoga Allah memuliakan dirimu. Aku tidak akan melakukan tambahan apa-apa, dan tidak akan mengurangi yang diwajibkan Allah Shubhana Wa ta’ala kepada aku sedikitpun. Maka Rasulullah Shalallahu alihi wa sallam bersabda Sesungguhnya ia akan beruntung bila ia jujur atau ia akan masuk surga Bila ia jujur. ( Hadits ini terdapat dalam Riwayat Bukhari- Muslim )

 

Juga berdasarkan hadits Ibnu Abbas  Radiallahu anhu bahwa nabi pernah mengutus muadz  Ke Yaman . Dalam titahnya. “beritahukan kepada mereka bahwa Allah  mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu sehari semalam”  (Hadits ini dalam Riwayat Bukhari dan Muslim)

kedua hadis ini menunjukkan bahwa witir bukanlah wajib. kedua hadis ini menunjukkan bahwa Witir bukanlah wajib itulah mahzab mayoritas ulama shalat witir adalah sunnah yang ditekankan sekali ( yang berpendapat wajib adalah Abu Hanifah rahimahullah) Oleh sebab itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah meninggalkan shalat sunah Witir dengan Sunah subuh ketika bermukim atau ketika bepergian(lihat zaadul ma’aad dan Al Mughni )

 

Keutamaan Witir

Witir memiliki banyak sekali keutamaan. Berdasarkan hadis Kharijah bin khudzafah Al Adawi. Ia menceritakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah keluar menemui kami. Beliau bersabda:

“ Sesungguhnya Allah ta’ala telah menambahkan kalian dengan satu shalat, yang Sholat itu lebih baik untuk dirimu daripada unta merah, yakni shalat witir.  waktu pelaksanaannya Allah Shubhana Wa ta’ala berikan kepada kalian sehabis Isya hingga terbit fajar”  (dikeluarkan oleh Abu Daud dan At Tirmidzi dalam sunannya)

 

Diantara Dalil yang menunjukkan keutamaan dan sekaligus disunnahkan shalat witir adalah Hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu bahwa menceritakan : Rasulullah Shalallahu alihi wa sallam pernah berwitir kemudian bersabda:  “wahai Ahlli  Quran lakukanlah shalat witir Sesungguhnya Allah Shubhana Wa ta’ala tu witir atau ganjil dan menyukai sesuatu yang ganjil”  (dikeluarkan oleh An-Nasa’I, At-tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya dishahihkan oleh Syeikh Albani)

 

Penulis pernah mendengar Syaikh Aziz bin Abdullah Bin Baz menyatakan ketika menjelaskan hadits ini:  ini menunjukkan bahwa hendaknya ahli ilmu itu memiliki perhatian lebih besar daripada selain mereka terhadap shalat tersebut. Meskipun Sholat itu disyariatkan untuk semuanya, sehingga mereka layak dijadikan contoh oleh orang yang hidup di sekitar mereka dan mengetahui hal ihwal dan amal perbuatan mereka. Witir paling sedikit adalah satu rakaat antara isya dan Faja.r Allah Shubhana Wa ta’ala bersifat ganjil dan menyukai yang ganjil.  Allah Shubhana Wa ta’ala menyukai sesuatu yang bersesuaian dengan sifat-Nya. Allah maha penyabar , dan menyukai orang-orang yang sabar.  Lain halnya dengan keagungan dan keperkasaan. para hamba mengambil dari sifat-sifat Allah Shubhana Wa ta’ala yang sesuai dengan seorang hamba seperti sifat pemurah, pengasih, dan pemberi.demikian  kata Syekh Bin Baz

 

hukum sholat witir hukum sholat witir hukum sholat witir

 

Baca Juga :

Waktu Shalat Witir

Sholat Dhuha

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »