Hukum Potong Kuku dan Cukur Rambut bagi Yang Berkurban

Aug 28 • Ibadah, Uncategorized • 332 Views • No Comments on Hukum Potong Kuku dan Cukur Rambut bagi Yang Berkurban

Oleh Ustad Maulana La Eda, Lc. MA Hafizhahullah

(Alumni S2 Jurusan Ilmu Hadis, Universitas Islam Madinah)

 

Berikut ini tanya jawab seputar Qurban

Pertanyaan

  1. Jika kepala keluarga yang berqurban, apakah anggota keluarga juga tidak boleh potong kuku? Kapan boleh potong kuku, saat hari Ied atau setelah hewan qurban disembelih. Syukron penjelasannya ustadz.

 

  1. Maaf ustadz,

Sekarang kami belum memiliki rezeki untuk membeli hewan qurban namun pada tanggal 8/9 dzulhijjah ternyata kami baru mendaptakn rezeki untuk mampu membeli qurban apakah kami berdosa karena melakukan pelarangan-pelarangan (seperti memotong kuku atau rambut) pada sekitaran tanggal 1 sampai 7 dzulhijjah? Karena kami tidak menyangka akan berqurban. Mohon penjelasannya…?

 

Jawaban

Bismillah..

Berkaitan dengan persoalan larangan cukur rambut atau potong kuku bagi yang ingin berkurban, maka telah ada dalam hadis shahih riwayat Muslim, dari Ummi Salamah radhiyallahu’anha bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إذا دخلت العشر وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره

Artinya: “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” (HR Muslim: 1977).

 

Dalam tempat yang sama, hadis ini diriwayatkan juga dengan lafaz:

من كان له ذبح يذبحه فإذا أهل هلال ذي الحجة، فلا يأخذن من شعره، ولا من أظفاره شيئا حتى يضحي

Artinya: “Siapa yang memiliki hewan kurban yang ingin ia kurbankan, maka bila Zulhijah telah masuk maka janganlah ia mengambil sesuatu pun dari rambut, dan dari kukunya sampai ia berkurban.”

 

Lalu, apakah larangan ini khusus untuk kepala keluarga atau yang berniat berkurban, atau umum untuk semua anggota keluarganya ? Para ulama menyatakan bahwa larangan ini khusus bagi yang berniat untuk berkurban dari anggota keluarga tersebut, bukan semuanya, karena anggota keluarga lainnya bukanlah berstatus sebagai orang yang berkurban yang dilarang dari memotong kuku atau mencukur rambutnya, namun mereka hanyalah berstatus sebagai orang yang dikurbankan. Allaahu a’lam

 

Terkait hukum tidak bolehnya memotong kuku atau mencukur rambut

 

Adapun hukum tidak bolehnya memotong kuku atau mencukur rambut ini, maka para ulama berbeda pendapat, ada yang mewajibkan tidak boleh, bila melakukannya maka haram dan pelakunya berdosa, dan ada ulama yang hanya mensunahkan saja, serta ada juga yang membolehkan (tidak wajib dan tidak sunat kalau tidak memotong kuku atau mencukur rambut). Namun, yang paling tepat adalah bahwa tidak memotong kuku atau mencukur rambut sebagaimana dalam hadis diatas adalah hukumnya sunnah saja, karena ada hadis lain yang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengirim hewan kurbannya lewat Abu Bakr radhiyallahu’anhu ke Mekah dan ia tidak meninggalkan apapun terkait yang dihalalkan Allah termasuk potong kuku atau cukur rambut, yaitu hadis Aisyah radhiyallahu’anha:

كنت أفتل قلائد هدي رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم يقلده ، ويبعث به ولا يحرم عليه شيء أحله الله حتى ينحر هديه

Artinya: “Aku mengikatkan tali pada hewan kurban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengikatnya kembali dengan tangan Beliau lalu mengirimnya (lewat Abu Bakar). Maka sejak itu tidak ada yang diharamkan lagi bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari apa-apa yang Allah halalkan hingga hewan qurban disembelih” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Mengirim hewan kurban (untuk disembelih di Mekah) lebih besar (amalannya) dari pada sekedar ingin berkurban, maka ini  menunjukan bahwa hal itu (memotong kuku atau mencukur rambut) tidak haram”. (Lihat Al-Majmu’: 8/392 dan Syarah Muslim: 13/138). Wallaahu a’lam.

 

Jika Berniat Qurban sebelum Dzulhijjah

Bila Anda berniat berkurban sebelum masuk Zulhijah, maka ketika masuk hari pertama Zulhijah Anda disunatkan untuk tidak memotong kuku atau mencukur rambut, meskipun Anda belum membeli hewan kurban. Adapun bila niatnya sudah dalam Bulan Zulhijah, maka hukum sunatnya tidak mencukur rambut dan memotong kuku ini adalah dimulai dari saat berniat.

 

batas waktu terakhir ketika hewan kurban telah disembelih

Adapun batas waktu terakhir dari larangan tersebut adalah ketika hewan kurban telah disembelih sebagaimana bisa dipahami dari redaksi hadis di atas (Siapa yang memiliki hewan kurban yang ingin ia kurbankan, maka bila Zulhijah telah masuk maka janganlah ia mengambil sesuatu pun dari rambut, dan dari kukunya sampai ia berkurban). Wallaahu a’lam.

 

kata kunci : Potong Kuku dan Cukur Rambut bagi Yang Berkurban Potong Kuku dan Cukur Rambut bagi Yang Berkurban Potong Kuku dan Cukur Rambut bagi Yang Berkurban

Sumber : Group Belajar Islam Intensif

 

Baca Juga >>

Amalan Sepuluh Hari Pertama Dibulan Dzulhijjah

Puasa Sembilan Hari Diawal Dzulhijjah

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »