Investasi Masa Depan

Oct 21 • Qalbu • 1091 Views • 1 Comment on Investasi Masa Depan

Oleh : Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd.

(Praktisi Anak dan Remaja)

Pernahkah kita merenungkan ketika seseorang melontarkan sebuah pertanyaan kepada kita. Bahwa dalam hidup ini, apa yang sebenarnya anda cari ? Mungkin setiap kita mempunyai jawaban yang bermacam-macam. Tergantung dari sudut mana arah dan hidup kita kedepannya. Mungkin ada yang menjawab untuk bahagia dengan harta yang banyak. Atau untuk  memiliki kedudukan yang tinggi, ingin menikah dan punya anak, dll.

Namun tahukah kita, bagaimana permintaan orang-orang yang sudah diambang kematian? Atau Mereka yang telah terlanjur melakukan kelalaian sehingga harus diazab di neraka? Disaat  mereka telah melihat kenyataan tentang kelalaiannya selama di dunia. Ternyata permintaan mereka sederhana. Bahkan sangat sederhana. Mereka tidak meminta harta, pangkat/kedudukan, atau yang lainnya. Manakala mereka diberikan tawaran berupa kesempatan agar diundurkan ajal atau dikembalikan kedunia untuk kali kedua.

Apa permintaan mereka?

Permintaan mereka sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

وَجِا۟ىٓء يَوْمَئِذٍۭ  بِجَهَنَّمَ  يَوْمَئِذٍ  يَتَذَكَّرُ  الْإِنسٰنُ  وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ 2  يَقُولُ يٰلَيْتَنِى  قَدَّمْتُ  لِحَيَاتِى

 “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (QS. 89 : 23-24)

 

حَتَّىٰ إِذَا جَآءَ  أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ  قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ٩٩ لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صٰلِحًا فِيمَا  تَرَكْتُ كَلَّآ  إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ  إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ  ﴿المؤمنون:(١۰۰   

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan…” (QS. 23 :99-100)

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ  رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا  فَارْجِعْنَا  نَعْمَلْ  صٰلِحًا  إِنَّا  مُوقِنُونَ    ﴿السجدة:١٢

“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (QS. 32:12)

Rupanya inilah permintaan mereka yaitu ingin mengerjakan amal saleh. Mereka yang sewaktu hidup di dunia sering lalai dalam mengerjakan amal shaleh. Sebuah penyesalan yang tak terperihkan, karena yang bermamfaat saat itu hanyalah amal shaleh saja. Dunia telah melenakannya, serta merubah fokus dan arah hidupnya. Sehingga dunia terus dikejarnya, padahal dunia yang dikejarpun tidak dalam genggaman. Terlebih lagi saat meninggal tidak satupun dunia ikut dengannya.

Dalam Ash-Shahihain diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin ‘Amru bin Hazm, dari Rasulullah, beliau bersabda :

“Ada tiga yang akan mengiringi mayyit, dua kembali sedangkan hanya satu yang tetap tinggal dengannya. Mayyit diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Keluarga dan hartanya kembali sedangkan amalnya tetap mengiringinya” (HR Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960)

Disaat manusia meninggal dunia, keluarga, kerabat, tetangga dan teman dekat hanya ikut mengiringi jenazah. Tidak satupun dari mereka yang ingin ikut serta masuk kekubur menemani si mayyit. Ditinggalkannya sendiri di pekuburan yang sepi. Harta juga demikian, tak satu rupiah pun yang ikut dengan majikannya. Padahal gara-gara mengejar harta, shalatpun ditinggal dengan sengaja. Hanya karena mengejar harta, dilakukanlah berbagai macam kecurangan. Kecurangan yang  tidak mengenal lagi mana perkara halal dan haram. Sewaktu meninggal, tidak ada satupun yang menemaninya. Satu-satunya yang dapat menemani, hanyalah amal-amal saja. Namun amal shaleh juga sering dilupakannya.

Olehnya marilah berbekal dan bersiap diri dengan amalan saleh. Amal yang dapat dikerjakan selagi hidup di dunia. untuk investasi masa depan kita. Dan yang paling penting adalah amalan saleh yang berkelanjutan pahalanya. Sekalipun nyawa telah berpisah dari jasad, dan jasad telah berkalang dengan tanah.

Jika orang kaya menginvestasikan hartanya untuk membeli ruko, tanah atau membuat usaha berprofit. Yang bertujuan agar dimasa tua tidak perlu lagi bersusah payah bekerja. karena telah mempunyai investasi. Demikian pula banyak orang tua menginginkan anaknya masuk PNS agar dimasa pensiun tetap mendapat gaji. Maka seharusnya orang yang cerdas di dunia justru menginvestasikan amalnya dengan amalan yang sebaik-baiknya. Agar sewaktu meninggal dunia, amalan yang telah dikerjakan itu akan terus mengalir pahala untuknya.

Amalan saleh apakah yang akan terus menerus diperoleh walaupun telah meninggal? yang merupakan investasi yang sangat berharga didunia ? Diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Abu hurairah dari Rasulullah yang bersabda :

“Jika manusia meninggal, maka akan terputuslah hubungannya dengan dunia kecuali tiga hal : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim No. 1631)

Imam Nawawi dalam menjelaskan hadits ini mengatakan : “para ulama berkata : makna hadits ini adalah bahwa semua amal yang dilaksanakan oleh mayyit terputus dengan kematiannya dan terputus pula pemberian pahala baginya, kecuali tiga hal yang disebutkan dalam hadits ini, karena ia menjadi penyebab dari ketiganya itu. Seorang anak merupakan bagian dari usahanya demikian pula ilmu yang ditinggalkannya melalui pengajaran ataupun tulisan serta sedekah jariyah, yaitu wakaf. Hadits ini juga mengandung keutamaan menikah dalam rangka mengharapkan lahirnya anak yang shaleh, juga merupakan dalil sahnya dan benarnya pahala wakaf serta keutamaan ilmu, anjuran untuk memperbanyak dan mewariskan ilmu melalui pengajaran, penulisan atau penjelasan…. dst “ (lihat syarah shahih Muslim, An-Nawawi :XI/87,88 cetakan Darul Muayyad)

Semoga kita senantiasa berbekal di dunia dengan amalan shaleh, serta menginvestasikan harta yang kita miliki dijalan Allah. ilmu yang kita amalkan dan ajarkan pun demikian. serta mendidik anak dengan sebaik-baiknya agar menjadi anak yang shaleh/ah. Dan tentunya untuk investasi masa depan kita

Semoga bermanfaat

>> Baca Juga :

Pemuda yang dijanjikan Surga

Pemuda yang dijanjikan Surga (2)

 

Related Posts

One Response to Investasi Masa Depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »