Islam Wasathiyah

Oct 27 • Tarbiyah • 13645 Views • No Comments on Islam Wasathiyah

Oleh : Ust Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA

(Dosen STIBA Makassar)

Wasathiyatul islam (وسطية الاسلام) atau islam Wasathiyah disebut juga Islam yang pertengahan. Wasathiyyah Merupakan bagian yang sangat penting dari islam itu sendiri. Ia adalah bagian dari ciri/karakteristik yang prinsip dalam islam. Namun masalah wasathiyyah  terkadang “kabur” ditengah kaum muslimin, dalam artian  tidak ditempatkan secara proporsional. Lalu apakah yang dimaksud dengan islam yang wasathiyyah? Yang sering disebut  sebagai islam yang pertengahan?

Terkadang islam wasathiyah disebut dengan islam yang moderat. Namun ketika berbicara tentang islam moderat terkadang orang keliru dalam memahaminya. Sehingga ketika seseorang berpegang teguh pada islam, malah dianggap tidak bersikap wasat(pertengahan). Disisi lain pada hari ini begitu banyak orang – orang yang mengatas namakan  islam, berjuang atas nama islam, berlabel dengan label islam. Namun, kita dapati mereka telah meninggalkan satu karakteristik islam yang melekat padanya.  yaitu sifat al wasathiyah dan hal inilah yang akan kami paparkan.

 

Apa itu Al Wasathiyah ?

Wasathiyyah berasal dari bahasa arab. Dan nampaknya belum diserap kedalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Walaupun maknanya telah familiar dikalangan kaum muslimin bahwa kata wasat (وسط) artinya pertengahan. Namun, terkadang bahasa arab memiliki kandungan bahasa yang banyak. Kosakata bahasa arab sangat banyak & jika diterjemahakan kedalam bahasa Indonesia (yang agak miskin kosakatanya) terkadang terjemahannya ada yang kurang terwaikili. Dan hasil terjemahan bahasa Indonesia, terkadang beberapa kata tidak sempat terkaper. Sehingga ketika kita membahas suatu persoalan dalam syariat. Mesti ditinjau dulu dari sisi bahasa untuk mengetahui makna bahasa yang aslinya.

Contohnya adalah Kata Rabb dengan mudahnya  diartikan tuhan. Ketika seseorang ditanya tentang Rabb maka mereka mengatakan tuhan. Bahkan sebenarnya kata rabb bukan sekedar tuhan. kata rabb memiliki makna yang lain. Contoh yang lain adalah kata addin. Din bukan sekedar agama sebagaimana yang kita fahami karena cakupannya cukup luas. Demikian pula kata wasathiyyah, dalam bahasa arab ia memiliki tiga makna:

  1. Wasathiyah berarti pertengahan, yaitu berada pada posisi pertengahan. Misalnya seseorang yang berada ditengah- tengah. Atau saat seorang imam berada ditengah jamaah. Pertengahan bisa berarti kadar sesuatu (ukuran) contohnya perbandingan antara pintar dan bodoh. Seseorang mengatakan sifulan tidak pintar ataupun bodoh artinya Ia ditengah secara maknawi.
  2. Wasathiyah artinya adil. Seseorang yang Adil dalam memutuskan perkara artinya tidak berat sebelah. Dia memutuskan sebuah perkara dengan hukum sebenarnya. Memberikan kepada pemilik hak yang sesungguhya. Ini juga disebut seorang yang wasat.
  1. Wasathiyah juga berarti hal yang terbaik atau yang termulia.

Ketiga makna tersebut diatas terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits. Dalam Al-Qur’an digunakan paling tidak ada empat ayat yang menyebutkan tentang wasathiyah.

Diantaranya :

Surah Al  Baqarah ayat 143

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا…..

“Dan demikianlah kami jadikan kalian sebagai ummat yang pertengahan….”

Jika kita melihat ayat ini secara realitasnya, dari segi urutan waktu keberadaannya, ummat islam adalah ummat terakhir. Dan dari segi kadarnya tidak tepat jika ummat islam disebut ummat pertengahan antara yang terbaik dan tidak. Lalu apakah sebenarnya makna kata wasat dalam ayat ini ? Ayat diatas mempunyai dua makna.

 

Makna pertama adalah ummat yang paling adil . Hal ini sesuai dengan ayat setelahnya.

لتَكُونُوا۟  شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ  وَيَكُونَ الرَّسُولُ  عَلَيْكُمْ  شَهِيدًا 

Ayat ini menjelaskan bahwa umat islam akan menjadi saksi untuk semua ummat yang ada. Ketika seluruh ummat dikumpulkan di akhirat kelak. Maka yang menjadi saksi yang terpercaya untuk semua ummat terdahulu adalah ummat islam. Ummat islam adalah ummat yang adil dan akan menjadi pemutus perkara. Jadi makna wasat dsini adalah yang adil dalam memutuskan.

Makna Yang kedua adalah ummat yang terbaik (Khairah Ummah). Jadi pertengahan disini adalah yang terbaik. Apakh memang pertengahan adalah yang terbaik ? jawabannya terkadang pertengahan adalah yang terbaik. Misalnya untuk menilai antara dua kutub extrim dalam beragama. Ada kelompok yang keras dalam beragama dan ada pula yang meremehkan agama.

>>Baca Juga :

Pentingya Tarbiyah

Islam Yang Wasathiyah Adalah Solusi

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »