islam Washtiyyah

Islam Yang Wasathiyah Adalah Solusi

Feb 21 • Aqidah • 846 Views • No Comments on Islam Yang Wasathiyah Adalah Solusi

Hari ini kita bersedih atas maraknya miras dan pornografi yang telah memicu semuanya, yang menjadi pangkal semua kejahatan yang terjadi. Dan kita pun hanya bisa mengurut dada atas respon segelintir penguasa negeri yang justru ingin melegalkan barang-barang haram itu. Wallahul Musta’an.

Hari ini Indonesia berada dipersimpangan jalan. Antara jalan Iman dan jalan kufur. Antara jalan menuju bahagia, sejahtera, adil dan beradab dalam tuntunan Iman dan Islam atau jalan kekufuran dan kedurhakaan yang mengantar kepada kebinasaan dan kehancuran serta keangkaramurkaan. Sementara itu realitas sosial kaum muslimin Indonesia semakin buram dengan kaburnya rambu-rambu –Al wala’ wal bara’ – loyalitas dan kesetiaan atas Islam dan kaum muslimin serta ketegasan sikap atas kaum kuffar dan musyrikin.

Di negeri warisan para mujahid ini, yang telah disiram tanahnya oleh darah para syuhada demi sebuah kemerdekaan, kita digiring oleh satu kekuatan untuk menyerahkan kepemimpinan tanah air tercinta kepada kaum kuffar. Wallahul Musta’an.

Maka, demi Allah kita harus katakan kepada mereka: “TIDAK!” Kita kaum muslimin juga sebagai pemilik atas negeri warisan para syuhada ini.

Menghadapi kondisi ini, kitapun ternyata harus berhadapan dengan realita adanya penyikapan yang saling bertolak belakang di antara internal ummat Islam.

 Pada satu sisi kita mendapati sekelompok ummat yang demikian bersemangat untuk menyelesaikan masalah-masalah ini, namun tanpa pertimbangan akal sehat dan kadang dengan sikap keras tanpa kendali yang justru melanggar rambu-rambu aqidah dan syariah itu sendiri, seakan menyemai kembali pemahaman khawarij yang dengan mudah mengkafirkan dan menumpahkan darah.

Pada sisi yang lain, kita mendapati sebagian umat ada yang demikian tidak pedulinya dengan permasalahan umat, bahkan menganggap angin lalu saja semua problema itu, dan bahkan sangat permisif terhadap segala pelanggaran rambu- rambu agama. Mereka seakan menampilkan kembali bayang-bayang murji’ah – yaitu satu pemahaman menyimpang yang menganggap iman hanya dengan pengakuan semata, sementara dosa dan pelanggaran tidak mengurangi kadar iman seseorang-

Disinilah letak penting dan bahkan daruratnya umat ini kembali ke warna aslinya, celupan Ilahi yang cemerlang.

صِبۡغَةَ ٱللَّهِ‌ۖ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبۡغَةً۬‌ۖ وَنَحۡنُ لَهُ ۥ عَـٰبِدُونَ

Celupan Allah! Siapakah lagi yang lebih indah celupannya dari pada Allah?!” [QS. Al Baqarah : 138]

Islam yang wasathiyah, ummatan wasathan, umat terbaik yang memutus semua belenggu sikap ekstrim dan berlebihan.

Ya! Kita butuh Islam yang Wasathiyah, suatu manhaj yang utuh dalam memahami Islam, dan utuh dalam melihat berbagai persoalan, hingga melahirkan penyikapan yang utuh dan paripurna, tidak parsial dan setengah-setengah. Inilah sesungguhnya jalan lurus -shiratal mustaqim- yang kita selalu mohon kepada Allah dalam setiap rakaat dalam shalat kita :

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (٧

 “Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [QS. Al-Fatihah: 6-7]

Wasathiyah seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى

وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا‌ۗ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيۡہَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ‌ۚ وَإِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ‌ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَـٰنَكُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ۬ (١٤٣)

“Dan demikian (pula) kami menjadikan kalian (umat Islam), umat penengah (adil dan pilihan), agar kamu menjadi saksi atas seluruh manusia dan agar Rasul (Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam) menjadi saksi atas kamu.” [QS. Al-Baqarah;143].

Ummatan Wasathan atau umat penengah adalah umat yang menjadi saksi yang adil terhadap umat manusia di hadapan Allah pada hari kiamat yang berarti pula umat terbaik di dunia ini.

Allah Ta’ala berfirman : “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…..” [QS .Ali Imran :110] Sikap Wasathiyah ini adalah modal dasar kita menyelesaikan berbagai problem dan masalah, karena di dalamnya terangkum makna keadilan, hikmah, keseimbangan utuh dalam konsep dan penyikapan.

(Dikutip dari Khutbah Id fitri Wahdah Islamiyah 1437 H)

Baca Juga >>

Islam Wasathiyah

Pentingya Tarbiyah

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »