waktu terbuang

Jangan Biarkan Waktu Terbuang Sia-Sia

Nov 21 • Anak & Remaja, Tarbiyah • 2670 Views • 2 Comments on Jangan Biarkan Waktu Terbuang Sia-Sia

Oleh : Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd

(Praktisi Anak & Remaja)

Orang yang beruntung adalah orang yang senantiasa mengisi waktunya dengan amalan kebaikan serta ibadah kepada Allah. Betapa amalan kebaikan itu akan mendapatkan keutamaan yang berlimpah di dunia dengan kehidupan yang baik dan diakhirat dengan balasan pahala yang sangat tinggi

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. 16 : 97)

Mengisi nikmat waktu yang diberikan oleh Allah dengan amalan sholeh adalah merupakan kebahagiaan sebab akan memberikan kebaikan. Dan rupanya amalan yang sangat dicintai Allah bukanlah amalan yang banyak (jika hal tersebut  dapat dilakukan maka jauh lebih baik), tetapi amalan yang sedikit namun dikerjakan secara terus menerus.  Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah bersabda yang artinya :

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling langgeng, sekalipun sedikit” (HR. Muslim)

Imam Nawai Rahimahullah Menerangkan tentang makna hadits ini, beliau berkata :Hadits ini merupakan dorongan agar senantiasa beramal tanpa henti. Amalan yang sedikit tapi langgeng/dikerjakan terus menerus maka akan melahirkan ketaatan, dzikir, merasa diawasi dan ikhlas”.

Begitu banyak amalan yang  sederhana, hanya membutuhkan sedikit waktu tetapi pahalanya demikian besar. Apalagi kalau amalan tersebut dikerjakan secara rutin, kontinyu dan terus menerus maka akan berbuah kebaikan. Namun sayangnya, kita sebagai manusia terkadang  lalai dalam mengisi waktu kita dengan amalan kebaikan atau hal-hal yang bermanfaat. Habislah waktu kita ditempat-tempat yang isi nya hanya senda gurau, atau menghabiskan waktu dilayar kaca, atau perbuatan yang sia-sia lainnya. Padahal waktu adalah milik manusia yang sangat berharga, yang jika tidak diisi dengan amal maka akan menjadi penyesalan yang mendalam.

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَىيَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (QS. 89 : 23-24)

Beberapa contoh amalan yang dapat dikerjakan  tetapi hanya beberapa menit saja :

  1. Membaca Al-Qur’an

Telah diketahui bahwa membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang bernilai pahala. Setiap kita membaca satuh huruf maka akan di ganjar 10 pahala. Maka bagaimana kalau kita membaca satu halaman atau lima halaman perhari, berapa banyak huruf yang terbaca, kalikan saja dengan 10,maka luar biasa pahala yang diperoleh. Mari kita menghitung, andaikan kita menyisihkan waktu kita 10 menit dalam sehari untuk membaca Al-Qur’an maka 5 halaman yang akan terbaca, maka kita akan khatam qur’a, dalam waktu 120 hari. Bagaimana kalau 1 juz 1 hari (one day one juz), maka kita akan khatam dalam waktu 1 bulan. Mengisi waktu saja antara adzan dengan qamat 10 menit sebanyak 5 waktu sholat maka 5 halaman x 5 waktu = 25 halaman/hari, maka kita akan khatam cuma 25 hari saja. Sungguh luar biasa.

Suatu ketika Dayah  pernah berkata kepada Dawud Ath-Tha’i : “wahai Abu Salman, apakah engkau tidak suka makan roti ?” maka beliau pun menjawab, “rentang waktu antara mengunyah dan menelan roti bisa saya gunakan untuk membaca 50 ayat”.

Maka pantaslah kalau orang-orang alim terdahulu begitu berberkah waktu mereka karena digunakan dengan sebaik-baiknya, bandingkan dengan diri kita hari yang elalu mengatakan kurang waktu, padahal waktutelah kita buang untuk yang tdk bermanfaat.

  1. Menghafal Al-Qur’an

Sungguh mengherankan membaca perjalanan hidup Imam Syafi’i, dimana beliau dalam usia belia 9 tahun dapat menghafal Al-qur’an, sementara kita mungkin diusia 9 tahun iqra’ pun belum tammat. Apakah kita tidak bisa seperti beliau ? coba kita berhitung. Andaikan kita  dapat konsisten menghafal 1 hari 1 ayat saja (one day one ayat), berarti dalam 1 bulan kita dapat menghafal 30 ayat. kalau itu kita lakukan terus selama setahun (365 hari atau anggap aja 300 hari), maka jumlah ayat yang dapat kita hafal 1 ayat x 300 hari = 300 ayat. Jumlah ayat surah Al Baqarah adalah 286 ayat atau hampir 2,5 juz. Maka masyaAllah hanya dalam tempo setahun surah al baqarah dapat kita selesaikan dan masuk  ke surah ali imran. Pernah ada yang menghitung, jika 1 hari 1 ayat maka kita akan hafidz qur’an dalam tempo 17 tahun. kalau 2 ayat sehari 8 tahun kalau 3 ayat sehari 5 tahun kalau 4 ayat sehari 2 tahun dan begitu seterusnya. maka jangan heran kalau ada yang mampu menghafal  qur’an hanya dalam tempo 1 tahun. Namnun inilah kita hari ini, terlalu dilenakan dengan berbagai macam perbuatan sia-sia sehingga keberkahan waktu tidak kita raih.

  1. Menghafal kosa kata bahasa inggris atau bahasa lainnya

Sering kita bersemangat untuk bisa bahasa inggris, arab jepang dan lain-lain. Namun sayang itu semua hanya diwilayah pembicaraan dan tidak ada usaha untuk menggapainya. Coba kita menghitung, andaikan kita menghafal 5 kosa kata dalam sehari, maka dalam sebulan ada 150 kosa kata yang dihafal. dalam setahun 5 kosa kata x 300 hari = 1500 kosa kata. kalikan 3 tahuin kita di smp = 4500 kosa kata, dan kalikan 3 tahun di sma = 9000 kosa kata. Luar biasa, apa kita tidak seperti kamus yang berjalan ?, hanya dengan mengkonsistenkan diri menghafal 5 kosa kata perhari. Namun lagi-lagi sayang hal itu kita tidak lakukan.

  1. Berzikir kepada Allah

inilah sebenarnya amalan yang enteng tapi diganjar pahala yang sangat besar, contoh :

– membaca “Subhanallah”

Mu’ab bin sa’ad ra berkata bahwa Rasulullah bersabda “… siapa yang membaca Subhanallah maka akan mendapatkan seribu kebaikan atau dihapuskan seribu kesalan” (HR. Muslim)

Jika 1 menit = 80 kali maka 10 menit = 800 kali, kita dapat berzikir dan mendapat keutamaan yang luar biasa.

– membaca “la ilaha illallah wahdahu lasyarikalah lahul mulku walahulhamdu wahua ‘ala qulli syaiin qadir”

Dari Abu Hurairah bahwa siapa yang membaca zikir tersebut sebanyak 100 kali maka ia sama dengan membebaskan 4 orang budak, ditulis untuknya 100 kebaikan dihapus 100 keburukan. Sungguh luar biasa, hanya dengan menyisihkan waktu yang sedikit tapi pahala demikian besar.

– membaca “Subhanallahil ‘adzim wa bihamdihi”

Dalam hadits riwayat imam Tirmidzi disebutkan bahwa barang siapa yang membaca zikir tersebut maka akan ditanamkan baginya pokok kurma di syurga. Berkata Ibn Qayyim Al Jauzi : ” perhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menanam pohon kurma”. Itupun belum tentu tumbuh, kalaupun tumbuh belum tentu berbuah dan kalaupun berbuah belum tentu manis hasilnya. Akan tetapi dengan membaca zikir tersebut maka pohon kurma telah menjadi milik kita di syurga, subhanallah. Namun sayang, permainan dunia telah melalaikan kita untuk mengingat Allah.

Dan masih banyak zikir-zikir yang lain. Inilah contoh kecil amalan yang hanya membutuhkan waktu yang singkat tapi keutamaannya sangat besar. maka pantaslah kalau Allah menyebutkan “Dan akan kami ganjar mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan”. Apalagi kalau amalan tersebut dilakukan secara konsisten dan terus menerus, maka akan berbuah kebaikan. Mari kita semangati diri kita unrtuk terus beramal, memanfaatkan waktu dengan baik. Sungguh:

“Sedikit waktu yang kita habiskan untuk menuntut ilmu, maka kita akan merasakan manafaatnya jauh lebih panjang dari waktu yang kita habiskan untuk menuntut ilmu”

“Siapa yang di masa mudanya bersusah-susah/berpayah-payah dengan ilmu dan amal, maka ia akan menuai hasil dimasa tuanya dengan indah. Tetapi sesiapa yang dimasa muda berleha-leha/hanya bersenang-senang, maka di masa tuanya dia akan dipaksa bekerja”

“Benih yang kita tanam hari ini, jika kita telaten merawatnya maka akan menjadi sebuah pohon yang kokoh dan akan menghasilkan buah yang manis untuk pemiliknya dan orang disekitarnya”

semoga bermanfaat

Baca Juga: 

Ibadah Sebagai Kebutuhan

Hakikat Dunia dimata Orang Shaleh Terdahulu

Related Posts

2 Responses to Jangan Biarkan Waktu Terbuang Sia-Sia

  1. […] Nov 21 › Jangan Biarkan Waktu Terbuang Sia-Sia » […]

  2. Abdurrahman Allhasby says:

    Afwan buat admin…. Buatkan juga kolom share untuk WA,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »