Jangan Lakukan Ini ! (figh salaf dalam berdakwah)

Jul 3 • Fiqih • 226 Views • No Comments on Jangan Lakukan Ini ! (figh salaf dalam berdakwah)

Oleh : Abu Ukkasyah Wahyu Al-Munawy

Jika engkau melihat seorang tokoh, atau seorang muslim yang memiliki semangat yang kuat dalam menyebarkan dakwah islamiyah, apalagi seseorang yang terpandang dimata masyarakat, kemudian Ia melakukan sesuatu yang tidak baik menurutmu, maka janganlah terburu-buru membuat isu buruk dan menyebarkannya serta menghukuminya akan sesuatu yang kau lihat itu. Sebab, boleh jadi pada apa yang engkau lihat itu, ada sesuatu yang engkau tidak ketahui darinya.

Jika seseorang terlibat dalam acara kebid’ahan misalnya, sementara selama ini engkau mendengar darinya bahwa menurutnya acara bid’ah itu adalah sesuatu yang tidak disyariatkan, maka cobalah untuk mencari udzur. Ada apa?, mengapa?, mungkin ada hal lain yang tidak engkau ketahui. Sekali lagi, jangan buat isu, lalu melemparnya ke tengah publik dan menganggap diri telah membela manhaj ini. Jangan sekali-kali, boleh jadi engkau akan terjatuh dalam fitnah dan dusta yang akan membinasakan dirimu sendiri.

Syaikh Muhammad Ibn Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, ketika menyebutkan syarat-syarat melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, beliau menukil satu kisah syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah yang sangat mulia.

Salah satu syarat dari amar ma’ruf nahi mungkar itu kata beliau adalah “Hendaknya tidak menghilangkan kemungkaran dengan kemungkaran yang lebih besar darinya”.

Disebutkan bahwa syaikhul islam Ibn Taimiyyah rahimahullah pernah melewati suatu kaum di negri Syam dari kalangan tar-tar. Beliau mendapati mereka sedang meminum minuman keras. Saat itu Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah berjalan bersama seseorang. Lalu beliau melewati mereka tanpa melarang mereka yang sedang minum khamar itu.

Sahabatnyapun berkata, “Mengapa engkau tidak melarang mereka?”

Beliau berkata, “Jika seandainya kita melarang mereka, sungguh mereka justru akan pergi untuk merobek-robek kehormatan kaum muslimin dan merampok harta mereka.”

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata, “Tentu saja dampak yang ditimbulkan apabila mereka dilarang meminum minuman keras itu akan lebih rusak. Maka beliau meninggalkan mereka karena beliau khawatir mereka akan melakukan kemungkaran yang lebih besar darinya. Dan tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan bagian dari fiqh syaikhul Islam rahimahullah.” (Syarh Riyadh ash-Shalihin: 1/528)

Sungguh amat benarlah apa yang dikatakan oleh Abu Qilabah rahimahullah, beliau pernah berkata:

إذا بلغك عن أخيك شيء تكرهه فالتمس له عذرا فإن لم تجد له عذرا فقل لعل له عذرا لا أعلمه

“Apabila sampai kepadamu berita tentang saudaramu tentang perkara yang engkau membencinya, maka carikanlah udzur untuknya. Jika engkau tidak mendapatkan udzur untuknya maka katakanlah, “Mungkin ada udzur baginya yang tidak aku ketahui.” (Lihat: Raudhatu al-Uqalaa wa Nuzhatu al-Fudhala: 184)

Saudaraku, mari berbaik sangka dan tanamkan rasa cinta untuk saudaramu. Hindarkan diri dari sifat membenci dan selalu membenci, hingga jika ada sesuatu yang buruk dimatamu tidak mudah bagimu untuk menyebarkannya.

Jika tak mampu menjadi pemain sepak bola, maka jadilah penonton yang bijak, bukan komentator yang sok tahu, yang ternyata ia tak pandai bermain bola.

Baca Juga >>

Awal Dakwah Nabi Di Rumah Al-Arqam

Ringkasan Fiqh Puasa Enam Hari bulan Syawal

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »