Jangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin

Mar 11 • Aqidah • 1660 Views • No Comments on Jangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin

(Sumber Buletin Al-Balaqh edisi 16 tahun XII Jumadil Ula 1438)

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin memilih pemimpin..

Memilih Pemimpin Kafir adalah kemunafikan

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. an-Nisa 138-139)

Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menggelari orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin adalah orang-orang munafik. Orang munafik di sini adalah orang yang menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran. (tafsir al-Muyassar)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu).” ( QS. an-Nisa 144).

Sebab Mendapatkan Azab Allah

Menjadikan/ memilih orang kafir sebagai pemimpin menjadi sebab mendapatkan adzab dari Allah, bukan hanya di akhirat tapi bisa saja adzab itu didapatkan di dunia. Misalnya dengan adanya berbagai musibah yang menimpa, wal ‘iyadzu billah.
Bahkan meskipun orang kafir tersebut adalah keluarga, teman dan sebagainya dia tetap haram untuk dijadikan pemimpin, Allah Ta’ala berfirman:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَابَآءَكُمۡ وَإِخۡوَٲنَكُمۡ أَوۡلِيَآءَ إِنِ ٱسۡتَحَبُّواْ ٱلۡڪُفۡرَ عَلَى ٱلۡإِيمَـٰنِ‌ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan Bapak-Bapak dan Saudara-Saudaramu menjadi wali (pemimpin/pelindung) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. 9. At-Taubah : 23.).

Maka apatah lagi orang-orang kafir yang suka mempermainkan dan melecehkan dan menunjukkan permusuhan terhadap agama Islam.

Para ulama pun sepakat memilih pemimpin kafir hukumnya terlarang. Ibnul Mundzir mengatakan, “Para ulama yang dikenal telah sepakat bahwa orang kafir tidak ada peluang untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin apapun keadaannya.” (Ahkam Ahlu Dzimmah, 2/787)

Maka, pilihlah pemimpin yang mengajak bertaqwa kepada Allah dan jangan memilih pemimpin yang mendorong bermaksiat kepada-Nya, meskipun ia keluarga kita. Karena dalam Islam, memilih pemimpin juga merupakan bagian dalam kehidupan beragama. Logika sederhananya, kalau kita umat beragama, harusnya dipimpin oleh pemimpin yang beragama pula, kan? Tentu lebih utama yang baik agamanya dibandingkan dengan umat yang akan dipimpin nantinya agar bisa membawa rakyatnya menjadi lebih baik dalam segala bidang. Jangan sampai kita umat Islam salah memilih tokoh yang nantinya malah berdampak buruk bagi rakyat. Memilih pemimpin bukanlah sekedar berdasarkan popularitas, suku, penampilan, atau hal-hal duniawi lainnya.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mena’ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” (Terjemahan QS. al-Ahzab: 67).

Akibat yang ditimbulkan jika salah dalam memilih pemimpin

Kesalahan dalam memilih pemimpin dapat menyebabkan penyesalan di kemudian hari, Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya’Ulumuddin juz II mengatakan, “Sesungguhnya, kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan para penguasanya. Kerusakan penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama. Kerusakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan. Barangsiapa dikuasai oleh ambisi duniawi, ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan”.

Mari kita berikhtiar bersama-sama memilih pemimpin dari kalangan para tokoh umat yang selalu dekat dengan agama dan segala ketentuan Allah. Sehingga menjadi negara yang berkah dan dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

Beberapa dalil diatas merupakan referensi bagi setiap muslim untuk tidak memilih pemimpin kafir .

Baca Juga >>

Melahirkan Pemimpin yang Ideal

Pemimpin yang Ideal

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »