Kami dan Tarbiyah

Sep 26 • Tarbiyah • 609 Views • No Comments on Kami dan Tarbiyah

Oleh : Abu Ukkasyah Muhammad Ode Wahyu

 

Defenisi Tarbiyah

Tarbiyah berasal dari bahasa arab yaitu tanmiyatun, tansyiatun, dan ishlahun.

tanmiyatun adalah penumbuhan, pengembangan, pembangunan,

tansyiatun adalah peningkatan, pendidikan, penumbuhan, dan pengembangan

Ishlahun adalah perbaikan

Tarbiyah adalah proses pendidikan, dengan tarbiyah diharapkan mampu membawa perbaikan pribadi dari yang kurang baik menjadi baik. Pribadi yang buruk dibangun kembali.

Ormas wahdah islamiyah sangat memperhatikan Tarbiyah

Jika anda bertanya, “Mengapa ormas Wahdah Islamiyah sangat memperhatikan kegiatan keagamaan pekanan yang disebut dengan tarbiyah?

Jawabannya adalah karena kegiatan tarbiyah ini telah dilakukan jauh hari sebelum adanya ormas yang bernama Wahdah Islamiyah itu.

Dengan sebab tarbiyah inilah Allah membentuk militansi dakwah para asatidzah, yang saat ini kita kenal sebagai orang tua-orang tua kami, yang mengajari kami, yang menjadi murabbi kami,, yang memperhatikan hafalan kami dan memperhatikan kondisi keimanan kami.

Dengan sebab tarbiyah inilah Allah menjadikan mereka (para asatidzah itu) istiqamah, hingga mampu menarik tangan-tangan kami, merangkul kami dan menyelematkan kami dari lembah yang gelap gullita, zhalim dan jauh dari jalan ilahi.

Dengan tarbiyah inilah mereka menyalurkan kebaikan itu, untuk selalu mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Guru kami dan murabbi kami al-Ustadz Muhammad Taufan Djafri hafizhahullah berkata, “Mengapa kita perlu tarbiyah, mengapa kita menjadikan tarbiyah sebagai agenda yang tidak boleh hilang dari agenda-agenda kita? Karena kita berharap dengan tarbiyah ini, kita bisa menjaga iman kita, menjaga jiwa kita, ruh kita, menjaga pemikiran kita, menjaga langkah-langkah kita, menjaga keyakinan kita bahwa setelah kehidupan ini ada kehidupan akhirat. Tarbiyah membuat kita memiliki bashirah yang tajam dan menjadikan waspada, berhati-hati begitu banyaknya ancaman syaithan.

 

Apakah Tarbiyah Mengajarkan Hizbi?

Jika anda kembali bertanya, “Apakah Tarbiyah ini mendakwahkan agar kita berkelompok/ berhizbi dengan Wahdah Islamiyah, sebagaimana perkataan orang-orang selama ini?”

Maka jawabannya, tidak! Tarbiyah justru akan menjadi wasilah untuk mempelajari Al-Qur’an dan al-Sunnah, sesuai pemahaman para salaf, mengajarkan untuk bersikap wasath (pertengahan), dan mengajari diri untuk memiliki kepedulian terhadap sesama kaum muslimin dan bukan pada kelompok dan komunitas saja. Ia juga akan menjadi wasilah mengontrol hafalan Al-Qur’anmu serta menjauhkanmu dari pemikiran-pemikiran menyimpang.

“Ghayatu Ad-Da’wah Laa Ilaiyya (Asy-Syuhrah wa taqdiis al-Asykhash) Walaa Ilaina (al-Jama’ah, al-Hizb Wal muassasah) Walaa ilaihim (ath-Thaghut).

Tujuan dakwah bukan agar orang mengikuti saya, (ketenaran dan menyucikan kepribadian), bukan pula untuk mengajak orang berhizbi dan berkelompok-kelompok dan bukan untuk mengajak pada thaghut. (Rasmul Bayan Fiqh Dakwah Materi Tarbiyah)

Kata-kata diatas terutama bagi yang sudah mendapatkan materinya dalam halaqah tarbiyahnya tidak akan kaget saat membacanya. Oleh karena itu, tidak akan engkau dapatkan para murabbi mengajarkan padamu agar orang-orang berhizbi. Mereka akan mengajarkanmu bagaimana bersikap wasath (pertengahan) dan berjuang bersama dalam dakwah. Hanya saja, memang ada orang-orang yang sakit hati dengan teraturnya perjuangan dan dakwah ini, hingga mereka membuat kedustaan dan menyebarkannya ditengah kaum muslimin.

Jika engkau kembali bertanya, “Mengapa engkau perhatian dengan tarbiyah?”

Maka aku katakan, “Sesugguhnya Allah memberiku hidayah, memahamkanku agama dan membuatku memiliki hafalan Al-Qur’an juga melalui tarbiyah. Karena itu aku menjaganya dan berupaya untuk selalu menghadirinya. Inilah bentuk rasa syukur kami.”

 

Baca Juga >>

Urgensi Tarbiyah

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »