Karomah dari Allah

Jan 18 • Aqidah • 399 Views • No Comments on Karomah dari Allah

Salah satu keutamaan istiqomah adalah bahwa ia adalah Karomah dari Allah Azza wa Jalla dan wujud penjagaan-Nya dari syaitan dan hawa nafsu. Syekh Al Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Karomah terbesar yang (diberikan Allah kepada hambaNya ) adalah konsistensi diatas Jalan Istiqomah” (lihat Madarij Al salikin 2/106)

Dan Allah ta’ala berfirman:

“Dan barangsiapa yang dihinakan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memuliakannya” (QS. Al Hajj : 18 )

Para ulama mengatakan : “Barangsiapa yang dihinakan Allah dengan kesengsaraan, kemaksiatan, atau kekufuran, maka tidak ada seorangpun yang mampu menolak kehinaan darinya dan ia sendiri tidak akan menemukan orang yang dapat memuliakannya dengan cara apapun.”

Maka jika seorang insan Istiqomah menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemungkaran, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun jika ia tidak Istiqomah diatas agama Allah, terjatuh dalam kemaksiatan, dan hal-hal yang diharamkan, maka Allah lah akan menghinakannya dengan kejatuhannya dalam berbagai pelanggaran dan kemaksiatan. Sehingga ketaatan adalah kemuliaan dan karunia, sedangkan kemaksiatan adalah kehinaan Dan kerendahan.

[Lihat Juga: Sebab Lemahnya Keimanan]

Allah ta’ala berfirman :

“Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, sama saja hidup dan mati mereka. Duhai, betapa buruknya apa yang mereka sangkakan” (Qs. AL Jatsiyah : 21)

Syekh Abdurrahman as Sa’di rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya:

“Makna ayat ini adalah Apakah mereka menyangka bahwa mereka akan sama di dunia dan di akhirat? kelirulah persangkaan dan dugaan mereka itu, keliru lah Vonis yang mereka nyatakan itu. Sebab itu adalah vonis yang menyelisihi hikmah zat yang paling bijaksana dan zat yang paling adil. Ini juga bertentangan dengan akal yang sehat dan fitrah yang lurus, bertentangan dengan apa yang diturunkan melalui kitab-kitab dan apa yang di Kabarkan melalui para rasul. Bahkan juga menyelisihi hukum pasti realitas yang menyatakan bahwa kaum beriman yang beramal sholeh, mereka akan mendapatkan pertolongan, keberuntungan, kebahagiaan dan balasan pahala di dunia dan akhirat; semuanya sesuai dengan kadar kebaikannya. Dan bahwa para pelaku Kejahatan, akan mendapatkan muka,  penghinaan, azab dan kesengsaraan di dunia dan akhirat”

Tentang setan Allah berfirman:

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.” (QS. Al Hijr : 39-42 )

Maka Allah ta’ala menetapkan perlindungan dari setan terhadap hamba-hamba Nya yang ikhlas dan istiqomah diatas agamanya.

Dan semakin Istiqomah dan bertaqwa seseorang, maka semakin mulia disisi Allah, meski ia  manusia adalah manusia yang paling fakir dan paling sedikit kekayaannya. Allah berfirman:

 “ Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat : 13 )

Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“ Yang terbaik di antara kalian di masa jahiliyah adalah yang terbaik di masa Islam jika mereka memahami “Islam” (Hadits Riwayat Bukhari-Muslim)

[Lihat Juga: Buah Dari Keimanan]

Berapa banyak manusia yang dalam kehidupan tak memiliki apa-apa, Tidak disebut, dan tidak dikenal, tenggelam dalam perkara-perkara yang diharamkan, kemungkaran dan kemaksiatan lalu tak lama setelah ia Istiqomah diatas agama Allah, ia menjadi orang yang memiliki kehormatan, ia menjelma menjadi manusia lain seolah Ia baru saja dilahirkan kembali.

Dan maha benar Allah yang telah berfirman :

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya…” (QS. Al Fatir [35] : 10 )

Maknanya adalah siapa yang mendapatkan kemuliaan maka hendaklah ia mencarinya dengan ketaatan kepada Allah. Sebab Ia tak akan mendapatkannya kecuali dalam ketaatan kepada Allah ta’ala.

Itulah sebabnya,  salah satu doa seorang ulama Salaf adalah “

“Ya Allah muliakanlah aku dengan ketaatan padamu dan jangan engkau hinakan aku dengan kemaksiatan pada-Mu”

Maka setiap kali seorang muslim mengerjakan ketaatan kepada Allah, terangkatlah derajatnya. Dan derajatnya akan terus terangkat hingga ia termasuk orang-orang yang tinggi kedudukannya di dunia dan akhirat. Namun ketika ia terjatuh dalam kemaksiatan dan dosa, Ia pun menjadi makhluk Allah yang paling hina dan Allah akan “mengaruniakan” kerendahan dan kehinaan padanya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Aku diutus dengan pedang di dekat hari kiamat. Dan rezekiku dijadikan di bawah naungan tombakku sementara kehinaan Dan kerendahan diberikan kepada orang yang menyelisihi perintahku( Hadits riwayat Ahmad)

Demikianlah, maka siapapun yang istiqomah di atas agama ini,  Allah akan mengangkat nya meskipun Ia adalah seorang budak yang hitam. Sebagaimana sebaliknya, siapapun yang menyelisihi perintah Allah, Allah akan menghinakannya meski ada Ia adalah seorang tuan dari Bani Hasyim.

[Lih. Meniti jalan istiqamah, oleh syaikh Musnid Al-Qahthany. Terbitan Pustaka Al-Bashirah]

KK: karomah

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »