tidak tasyabbuh

Keimanan Benteng dari Tasyabbuh

Nov 15 • Tarbiyah • 696 Views • No Comments on Keimanan Benteng dari Tasyabbuh

Oleh: Ustadz Mukran Usman, Lc., M.H.I.

(Dosen STIBA Makassar)

Tasyabbuh merupakan perbuatan yang meniru-niru kebiasaan orang kafir yang bertentangan dengan Islam. Meliputi cara berpakain, pola hidup, bahkan sampai pada ritual ibadah. Salah satu solusinya adalah memperkuat dan menjaga iman .

Dengan keimanan, manusia memiliki cita-cita hidup yang tinggi dan agung, bukan cita-cita rendahan dan hina. Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya :

لِلْفُقَرَآءِ الْمُهٰجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيٰرِهِمْ وَأَمْوٰلِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوٰنًا    وَيَنصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ  ۚ  أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُونَ ﴿الحشر:٨﴾

“Bagi orang-orang faqir yang berhijrah, yang di usir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya”. (QS. Al-Hasyr : 8).

Orang-orang yang benar adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta senantiasa berharap Ridha-Nya. Mereka selalu berjuang untuk tegaknya agama Allah. Yaitu agama Islam beserta Ajaran-ajaran dan petunjuknya. Itulah cita-cita mereka, cita-cita yang begitu mulia dan besar. Namun, hari ini kita mendapati bahwa kemuliaan itu mulai pudar dan sirna. Ketika keimanan telah dijual dengan harga yang sedikit dari kenikmatan dunia. Baju keimanan dan keislaman telah dilepas, lalu diganti dengan baju kejahilan dan kemunafikan. Gaya dan mode keimanan telah ditanggalkan, dan diganti dengan gaya serta mode kekufuran. Islam dan iman dilepas dan ditanggalkan, lalu berekor pada kemunafikan dan kekufuran. Nabi kita pernah menyampaikan tentang suatu masa, dimana manusia akan menanggalkan petunjuk-petunjuk Ilahi dan menjerumuskan dirinya pada kehinaan. Disinilah pentingnya kita menjaga iman . Rasulullah Bersabda: 

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Kalian pasti akan mengikuti langkah-langkah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk dalam lubang dhabb (biawak), kalianpun memasukinya , para Sahabat bertanya :’ apakah yang dimaksud adalah yahudi dan nashara ? “ beliau menjawab : siapa lagi (kalau bukan mereka). (HR. Bukhari-Muslim).

Apa yang telah diberitakan oleh Rasulullah pada hari ini telah menjadi kenyataan. Kemunafikan dan kehinanaan itu masuk dan menggorogoti orang-orang yang memiliki iman yang lemah. Keimanan yang rapuh, sehingga menyebabkan anak-anak yang baru tumbuh menjadi dewasapun tak luput dari kehinaan tersebut. Bangkit dan berjuang menegakkan dan mempertahankan keimanan adalah sebuah keharusan. Dengan belajar kita dapat mengetahui jebakan-jebakan syaitan. Karena mengetahui jebakan syaitan adalah jalan keselamatan. Umar bin Al Khattab pernah berucap :

“ Tali islam akan lepas sehelai demi sehelai kalau dalam umat ini hidup orang-orang yang tidak mengetahui keburukan”.

Dengan keimanan, maka kita akan mengetahui dan mendapati bahwa kekuatan hanya milik Allah dan Orang-orang beriman. Allah Azza wa Jalla berfirman :

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَآ إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ  ۚ  وَلِلّٰـهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ    وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ ﴿المنافقون:٨﴾

“ Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui”. (QS. Al-Munafiqun : 8).

Dan Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman sebagaimana dalam firman-Nya :

…..  وَلَن  يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكٰفِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا ﴿النساء:١٤١﴾

” ……..Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman”. (QS. An-Nisa’ : 141).

Jalan kemenangan adalah dengan keimanan, wahai pemuda dan pemudi muslim kembalilah pada Agama Allah. Peganglah erat-erat petunjuk dan ajaran-Nya. Dan jangan sekali-kali mengikuti jalan orang-orang kafir, karena itu akan membuatmu lemah dan mereka akan mengalahkanmu.

Jadilah mu’min sejati, katakanlah kepada mereka bahwa anda tidak akan menjual agama demi  mendapatkan sedikit dari keuntungan dunia. Jadilah mu’min yang kuat, katakanlah kepada orang-orang kafir bahwa anda tidak akan pernah ridha dengan ajaran dan keyakinan mereka. Anda tidak akan pernah meniru perilaku dan gaya mereka. Anda tidak akan pernah ikut pada perayaan-perayaan mereka.

Dengan keimanan, kita akan meraih kemenangan dan kejayaan. Allah Azza wa Jalla berfirman :

-الروم:٤٧- وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَانَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

”…..Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (QS. Ar-Rum : 47).

Demikian pula pada firman-Nya yang lain :

“Kemudian kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang beriman”. (QS. Yunus : 103).

Ketika kaum muslimin masih meragukan petunjuk dan ajaran agamanya. Serta masih condong dengan ajaran orang kafir.  Apalagi masih ikut-ikutan pada agama mereka, maka  Allah akan membalikkan kemenangan tersebut pada mereka. Kaum Muslimin hanya menjadi ummat yang mengekor pada budaya kaum kafir. Maka kembali pada islam yang benar adalah solusi untuk kemenangan dan kejayaan. Mudah-mudahan kita senantiasa menjaga iman dizaman ini.

Baca Juga >>

Jaga Iman dengan Tidak Tasyabbuh

Pondasi Kejayaan: keimanan dan Tawakkal

Keimanan yang Hakiki

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »