Keutamaan Berdzikir [berdasarkan Atsar Sahabat, Tabi’in, Dst.]

Jan 13 • Ibadah • 357 Views • No Comments on Keutamaan Berdzikir [berdasarkan Atsar Sahabat, Tabi’in, Dst.]

Berikut ini beberapa atsar sahabat tentang Keutamaan berdzikir kepad Allah:

1. Berkata Ali bin Abi Thalib: “Allah azza wajalla tidak mengazab seseorang selama dimudahkan untuk ber-istigfar (QS, Al Anfal: 33)”

2. Abdullah bin Mas’ud berkata:

“Siapa yang kikir bersedekah atau takut berjihad atau takut bangun malam maka hendaknya ia perbanyak zikir “لا إله إلا الله و سبحان الله و الحمدلله و الله أكبر ” [Laa ilaha illallah wa subhanallah walhamdulillah Wallahu Akbar.]”

3. Abu Darda berkata:

“Segala sesuatu itu punya pembersih, dan sesungguhnya pembersih hati adalah Dzikir kepada  Allah  (Dzikrullah.)”

4. Mu’ad bin Jabal berkata: “ Saya berdzikir sejak pagi sampai malam hari lebih saya sukai daripada  berjihad dengan tunggangan/kendaraan yang baik dari pagi hingga malam ( walaupun hal tersebut bukanlah hal yang mutlak)”

5. Abu Darda Radhiyallahu Anhu  berkata: ”Saya bertakbir 100 kali lebih aku sukai daripada bersedekah dengan 100 dinar emas “

6. Malik Bin Dinar berkata: “Orang-orang yang suka bersenang-senang tidak mendapatkan kesenangan setinggi / setara dengan Dzikir kepada Allah”

7. Ibnu Qayyim berkata:  “Dahulu para sahabat Nabi lebih suka memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Atau shalawat lebih mereka sukai daripada berdzikir”

8. Imam Al Walid bin Muslim berkata:

“Saya melihat imam Alauza’i setiap selesai salat subuh (beliau) duduk berzikir sampai terbit matahari, beliaupun menyampaikan bahwa begitulah  amalan ulama salaf, (yaitu) ketika matahari telah terbit maka barulah mereka menuntut ilmu, Sehingga mereka telah menghimpun Dzikir dan menuntut ilmu “

9. Musa bin Mughirah berkata: “Saya pernah melihat Muhammad bin Sirin masuk pasar  pada separuh siang hari sambil bertakbir, bertasbih, dan berzikir, kemudian Musa bin Mughirah berkata, seseorang bertanya kepada beliau: “waktu sekarang berzikir?”, beliau menjawab: “Sekarang waktu diamana banyak orang  yang lalai (dalam berdzikir)”

10. Imam Rabi’ bin berkata:

“Tidak ada baiknya berbicara kecuali untuk 9 perkara:

1) tasbih

2) tahmid

3) talil

4) takbir

5) membaca Alquran

6) amar makruf

7) nahi mungkar

8) doa meminta kebaikan

9) doa meminta dilindungi dari keburukan (berta’awudz).”

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »