Keutamaan Sholat Malam

Jul 28 • Ibadah • 288 Views • No Comments on Keutamaan Sholat Malam

Oleh : Ustadz  Ayyub Soebandi, Lc

(Dosen STIBA Makassar)

Berikut beberapa Keutamaan Sholat Malam:

1.) Karena keutamaan Qiyamul lail yang sangat besar, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menegakkan shalat malam tersebut.

Allah Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَاالْمُزَّمِّلُ. قُمِاللَّيْلَإِلَّاقَلِيلًا. نِصْفَهُأَوِانْقُصْمِنْهُقَلِيلًا. أَوْزِدْعَلَيْهِوَرَتِّلِالْقُرْآنَتَرْتِيلًا.

“Wahai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk mengerjakan shalat) pada malam hari, kecuali sedikit (dari malam itu), (yaitu) seperduanya atau kurangilah sedikit dari seperdua itu, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur`ân itu dengan perlahan-lahan.” [Al-Muzzammil: 1-4]

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمِنَاللَّيْلِفَسَبِّحْهُوَإِدْبَارَالنُّجُومِ

“Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat pada malam hari dan ketika bintang-bintang (saat fajar) terbenam.[Ath-Thûr: 49]

2.) Allah menjamin kedudukan yang terpuji untuk Nabi-Nya dengan pelaksanaan shalat tahajjud.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَاللَّيْلِفَتَهَجَّدْبِهِنَافِلَةًلَكَعَسَىأَنْيَبْعَثَكَرَبُّكَمَقَامًامَحْمُودًا.

“Dan pada sebagian malam, bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” [Al-Isrâ`: 79]

3.) Shalat malam adalah shalat sunnah yang paling utama setelah shalat wajib.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu  bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

أَفْضَلُالصِّيَامِبَعْدَرَمَضَانَشَهْرُاللهِالْمُحَرَّمُوَأَفْضَلُالصَّلَاةِبَعْدَالْفَرِيْضَةِصَلَاةُاللَّيْلِ

“Seutama-utama puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah; Muharram, dan seutama-utama shalat setelah (shalat) fardhu adalah shalat Lail.” (HR. Muslim).

4.) Menjadi hamba yang paling dekat kepada Allah Ta’ala.

Dalam hadits ‘Amr bin ‘Abasah Radhiyallahu Anhu, Nabi ﷺ bersabda,

 

أَقْرَبُمَايَكُوْنُالرَّبُّمِنَالْعَبْدِفِيْجَوْفِاللَّيْلِالْآخِرِفَإِنِاسْتَطَعْتَأَنْتَكُوْنَمِمَّنْيَذْكُرُاللهَفِيْتِلْكَالسَّاعَةِفَكُنْ

“Sedekat-dekat keberadaan Allah terhadap seorang hamba adalah pada pertengahan malam terakhir. Maka, kalau engkau mampu menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu, lakukanlah.” (HR. Ahmad, dengan sanad yang Shahih).

5.) Shalat malam termasuk penyebab yang menjadikan seseorang terhindar dari fitnah, sebagaimana dalam hadits Ummu Salamah Radhiyallahu Anha.

 

اسْتَيْقَظَالنَّبِيُّصَلىَّاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَذَاتَلَيْلَةٍفَقَالَسُبْحَانَاللهِمَاذَاأَنْزَلَاللَّيْلَةَمِنَالْفِتَنِوَمَاذَافَتَحَمِنَالْخَزَائِنِ, أَيْقِظُوْاصَوَاحِبَاتِالْحُجْرِفَرُبَّكَاسِيَةٍفِيالدُّنْيَاعَارِيَةٌفِيْالْآخِرِةِ

“Nabi ﷺ terbangun pada suatu malam lalu bersabda, ‘Subhanallah, segala sesuatu yang diturunkan pada malam ini berupa fitnah dan segala sesuatu yang dibuka berupa berbagai perbendaharaan. Bangunkanlah (para perempuan) pemilik kamar karena (mereka) kadang berpakaian di dunia, (tetapi) telanjang di akhirat.’.“(HR. Al-Bukhari).

6.) Keutamaan bagi suami istri yang menghidupkan shalat malam, sebagaimana hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

 

رَحِمَاللهُرَجُلًاقَامَمِنَاللَّيْلِفَصَلَّىوَأَيْقَظَامْرَأَتَهُفَإِنْأَبَتْنَضَحَفِيْوَجْهِهَاالْمَاءَرَحِمَاللهُامْرَأَةًقَامَتْمِنَاللَّيْلِفَصَلَّتْوَأَيْقَظَتْزَوْجَهَافَإِنْأَبَىنَضَحَتْفِيْوَجْهِهِالْمَاءَ

“Allah merahmati seorang lelaki yang bangun pada malam hari lalu mengerjakan shalat dan membangunkan istrinya. Kalau istrinya enggan, ia memercikkan air ke wajah (istri)nya. Allah merahmati seorang perempuan yang bangun pada malam hari lalu mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya. Kalau suaminya enggan, ia memercikkan air ke wajah (suami)nya.” (HR. Ahmad, dengan sanad yang Shahih).

7.) Qiyamul lail adalah kemuliaan seorang mukmin sebagaimana dalam hadits Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy bahwa Nabi ﷺ bersabda,

 

أَتَانِيجِبْرِيْلُفَقَالَ: يَامُحَمَّدُ،عِشْمَاشِئْتَفَإِنَّكَمَيِّتٌ،وَأَحْبِبْمَنْشِئْتَفَإِنَّكَمُفَارِقُهُ،وَاعْمَلْمَاشِئْتَفَإِنَّكِمَجْزِيٌّبِهِ،وَاعْلَمْأَنَّشَرَفَالْمُؤْمِنِقِيَامُهُبِاللَّيْلِوَعِزَّهُاسْتِغْنَاؤُهُعَنِالنَّاسِ

“Jibril datang kepadaku lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah engkau sesukamu karena sesungguhnya engkau akan meninggal. Cintailah siapapun yang engkau sukai karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Beramallah dengan (amalan) yang engkau sukai karena engkau akan mendapatkan imbalannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin adalah shalatnya pada malam hari dan keagungannya adalah perasaan cukupnya terhadap (segala sesuatu yang berada di sisi) manusia.’.” (HR. Al-Hakim, dengan sanad yang Shahih).

8.) Shalat malam adalah penggugur dosa dan pencegahnya sebagaimana dalam hadits Abu Umamah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

 

عَلَيْكُمْبِقِيَامِاللَّيْلِ،فَإِنَّهُدَأْبُالصَّالِحِينَقَبْلَكُمْ،وَهُوَقُرْبَةٌلَكُمْإِلَىرَبِّكُمْ،وَمَكْفَرَةٌلِلسَّيِّئَاتِ،وَمَنْهَاةٌعَنِالإِثْمِ

“Hendaknya kalian mengerjakan qiyamul lail karena (ibadah) itu adalah rutinitas orang-orang shalih sebelum kalian serta (ibadah) itu adalah hal yang mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, penggugur segala kesalahan, dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. At-Tirmidzi, dengan sanad yang Hasan).

9.) Orang yang mengerjakan shalat malam termasuk manusia terbaik. Nabi ﷺ bersabda,

نِعْمَالرَّجُلُعَبْدُاللَّهِلَوْكَانَيُصَلِّيْمِنَاللَّيْلِ

“Sebaik-baik seorang lelaki adalah Abdullah bin Umar andaikata dia mengerjakan shalat malam.” (Muttafaqun Alaihi).

Demikian beberapa keutamaan sholat malam. Adapun pada bulan Ramadhan, shalat malam adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan lebih ditekankan lagi. Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan ibadah tersebut dalam sabdanya,

مَنْقَامَرَمَضَانَإِيْمَانًاوَاحْتِسَابًاغُفِرَلَهُمَاتَقَدَّمَمِنْذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Imam An-Nawawy rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan adalah shalat Tarawih.”

 

Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda,

إِنَّالرَّجُلَإِذَاصَلَّىمَعَالْإِمَامِحَتَّىيَنْصَرِفَحُسِبَلَهُقِيَامُلَيْلَةٍ

“Sesungguhnya seorang lelaki, apabila mengerjakan shalat bersama imam sampai selesai, terhitung mengerjakan shalat semalam suntuk.” (Muttafaqun Alaihi).

 

Semoga dengan membiasakan diri shalat malam di bulan Ramadhan ini, menjadikan kita lebih bersemangat untuk menghidupkannya di bulan-bulan lainnya sepanjang tahun.

kata kunci: keutamaan sholat malam

 

Baca Juga >>

Hidupkan Shalat Malam

Komitmen Diri

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »