Kewajiban Ber Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Feb 9 • Ibadah, Tarbiyah • 46 Views • No Comments on Kewajiban Ber Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Kaum Muslimin yang berbahagia,

Mengajak orang untuk berbuat kebaikan dan mencegah  atau melarang mereka dari berbuat kemungkaran, yang dalam istilah syara’ dikenal dengan nama  amar ma’ruf dan  nahi mungkar, ia adalah satu tiang agama.

Sebagian ulama kita pernah berkata jika seandainya Islam itu memiliki enam tiang maka niscaya yang keenamnya adalah amar ma’ruf dan nahi mungkar. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, berpuasa di bulan suci Ramadhan, menunaikan Zakat dan berhaji.

 

kata sebagian ulama kita  jikapun  ada rukun Islam yang keenam dan ingin ditambahkan maka dia adalah amar ma’ruf dan nahi mungkar.

Mengapa? Sebab kedudukannya yang tinggi, dan begitu pentingnya hal itu, maka ada perintah tegas didalam Al Qur’an dan Sunnah-Sunnah Rasulullah Rakan hal ini.

Di dalam Al-Qur’an Allah I menyebutkan secara variatif ayat-ayat untuk kaum mukminin mengamalkan hal ini. Terkadang disebutkan dalam bentuk perintah, maupun dalam bentuk predikat terbaik bagi orang-orang yang melakukannya. Dan kadang disebutkan dalam bentuk azab yang turun akibat  ditinggalkan.

Didalam surah Ali Imran ayat 110  misalnya Allah Azza wa Jalla berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿١١٠﴾

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Perintah yang diturunkan kepada kaum muslimin secara keseluruhan dan secara khusus kepada sekelompok dari umat ini.

Dalam ayat yang lain, masih di surah Ali Imran Allah I memberikan predikat khairu ummah (umat terbaik) kepada umat Islam, disebabkan karena mereka selalu mengajak sesamanya umat manusia untuk tunduk kepada aturan Allah dan mencegah mereka dari perbuatan kemungkaran.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ

Artinya : “kalian adalah umat terbaik”

Dalam lanjutan ayatnya disebutkan bahwa umat terbaik yang pernah dikeluarkan kepada seluruh umat manusia diatas permukaan bumi ini. Kata-kata “Kamu adalah umat yang terbaik” artinya umat termulia dari seluruh umat yang pernah ada, ya umat Islam adalah yang termulia dan  tertinggi. Kenapa? Allah menyebutkan sebabnya:

 

تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Artinya : Kamu suka mengajak orang berbuat baik, mencegah dan melarang mereka dari berbuat  kemungkaran dan beriman kepada Allah Jalla wa ‘Ala

Kata para ulama Tafsir beriman kepada Allah hendaknya disebutkan yang pertama sebab amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah bagian dari iman. Tetapi dalam ayat ini beriman kepada Allah disebutkan terakhir. Bahkan didahulukan amar ma’ruf nahi mungkar hal  itu adalah demi menunjukkan keutamaannya, menunjukkan kemuliaannya dan perintah Allah yang begitu kuat terhadap terhadap amar ma’ruf dan nahi mungkar.

Di dalam ayat lain Allah I malah menggambarkan   laknat yang Allah turunkan kepada kaum yang tidak menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar ditengah masyarakat mereka. Di dalam surah Al Maidah, Allah berfirman,

Allah telah melaknat orang-orang kafir dari kalangan ahlul kitab lewat lisan Nabi Daud dan Nabi Isa putra Maryam alaihumus wassalatu wassalam.

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴿٧٨﴾

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.(QS. Al-Maidah [5]: 78).

Mengapa?

كَانُواْ لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ ﴿٧٩﴾ Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS. Al-Maidah[5]:78).

Mereka tidak saling mencegah dari perbuatan kemungkaran, tidak saling melarang dari perbuatan kemaksiatan. Bahkan kata Allah ta’ala mereka justru melakukannya, mereka justru memperbuatnya.

Kata Abdullah Bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, yang dimaksud dari ayat tersebut adalah para ulama dari kalangan ahlul kitab yang melihat kemungkaran, menyaksikan kemungkaran ditengah masyarakat mereka. Awalnya mereka mengingkari, mereka tidak setuju dan mereka menegur, tetapi karena ketidaksabaran mereka, akhirnya  mereka  tinggalkan perbuatan amar ma’ruf nahi mungkar itu. Mereka justru yang meninggalkan nahi mungkar.

Akhirnya sifat sensitivitas dalam diri merekapun dicabut. Mereka tidak lagi menganggap kemungkaran sebagai kemungkaran karena sudah terbiasa dilakukan oleh orang maka mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa, justru merekapun terjatuh di dalamnya. Merekapun melakukannya. Merekapun memperbuatnya. Maka kata Allah. Mereka dilaknat dijauhkan dari rahmat Allah I.

 

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa melakukan perbaikan.

[Oleh Ustadz DR. Rahmat Abd. Rahman, Lc., MA –dalam khutbah Jum’at]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »