sahabat nabi

Kewajiban Terhadap Sahabat Nabi

Jan 16 • Aqidah, Ibadah • 251 Views • No Comments on Kewajiban Terhadap Sahabat Nabi

Oleh: Ustadz Maulana Laeda, Lc.

Kewajiban Mempelajari Sejarah Dan Biografi Para Sahabat

Seluruh kaum muslimin seharusnya mengetahui sejarah para sahabat dan biografi mereka, karena hal ini dapat memunculkan sikap kecintaan terhadap mereka, dan lebih mendorong hati untuk loyalitas terhadap mereka. Kitab-kitab yang perlu dibaca untuk mengetahui sejarah mereka setelah Kitabullah adalah diantaranya ;

  1. Kitab-kitab hadis seperti Kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), dan kitabkitab Sunan, didalamnya terdapat hadis-hadis tentang keutamaan mereka dan penyebutan sejarah dan biografi kehidupan mereka.
  2. Diantara referensi klasik adalah kitab-kitab sejarah yang disusun oleh para ahli hadis seperti Kitab AtTarikh AlAwsath karya Imam AlBukhari rahimahullah, dan Tarikh Ya’qub bin Sufyan Al Fasawi rahimahullah.

3.Diantara referensi yang disusun pada zaman belakangan adalah Siyar A’lam AnNubala’ karya AdzDzahabi rahimahullah, dan Al Ishabah karya Ibnu Hajar rahimahullah.

 

Menamai Putra-Putri Dengan Nama-Nama Para Sahabat

Merupakan hal yang baik adalah memberikan nama anak-anak dengan nama para sahabat, karena hal ini dapat mengingatkan kita akan mereka, serta dapat menguatkan hubungan keimanan antara mereka dengan orang-orang setelah mereka. Ini pernah juga dilakukan oleh Ali radhiyallahu’anhu ketika menamakan sebagian anak-anaknya dengan nama ; Abu Bakr dan Umar.

 

Haram Mencela Para Sahabat Hanya Lantaran Mereka Saling Berselisih

Sesungguhnya perselisihan yang sempat terjadi antara sesama para sahabat radhiyallahu’anhum telah ditakdirkan dan diketahui oleh Allah subhaanahu wata’ala, dan –dengan wahyu dari Allah- Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah mengabarkan hal tersebut, namun Allah ta’ala tetap saja memuji mereka dalam banyak ayat dalam Kitab-Nya, dan juga Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam banyak hadisnya, sebab itu tidak alasan yang logis untuk bisa menghina atau meremehkan mereka. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Adalah antara Khalid bin Alwalid dan AbdurRahman bin ‘Auf terjadi perselisihan, lalu Khalid mencela AbdurRahman, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “janganlah kalian mencela seorangpun dari sahabatku, sebab walaupun salah seorang diantara kamu menginfakkan emas sebesar gunung Uhud ,ia tidak akan bisa menyamai infak satu mud mereka, bahkan tidak juga setengahnya”. (Lafadz hadis ini adalah riwayat Muslim).

Kandungan hadis ini juga mencakup seluruh sahabat Nabi, karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda; janganlah kalian mencela seorangpun dari sahabatku..”.

 

Dalam surah Attaubah ayat 100 Allah berfirman:

وَالسّابِقونَ الأَوَّلونَ مِنَ المُهاجِرينَ وَالأَنصارِ وَالَّذينَ اتَّبَعوهُم بِإِحسانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُم وَرَضوا عَنهُ وَأَعَدَّ لَهُم جَنّاتٍ تَجري تَحتَهَا الأَنهارُ خالِدينَ فيها أَبَدًا ۚ ذٰلِكَ الفَوزُ العَظيمُ

Artinya :

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik ,Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung”. (QS At Taubah ; 100).

 

Ayat ini juga mencakup keutamaan seluruh sahabat Nabi –radhiyallahu’anhum- tanpa terkecuali.

[diringkas dari Ebook]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »