Ledakan Dahsyat di Beirut Libanon, Selasa 04 Agustus 2020

Aug 7 • Aqidah, Uncategorized • 111 Views • No Comments on Ledakan Dahsyat di Beirut Libanon, Selasa 04 Agustus 2020

Oleh : Mukran H. Usman

Beberapa hari yang berlalu, tepatnya pada hari selasa sore (04 Agustus 2020) Waktu Libanon,  kita telah mendengarkan bahkan menyaksikan dengan mata kepala kita, satu peristiwa besar yang mengoncang pusat kota Beirut negara Libanon. Ledakan yang sangat dahsyat, yang memporak-poradakan jantung kota, sertu membunuh banyak jiwa manusia, serta merusak dan menghancurkan bangunan, rumah, jalanan dan segala kemewahan yang ada di kota tersebut.

Sebagai seorang muslim, dalam menyikapi peristiwa dahsyat tersebut, petaka besar menghancurkan dan mematikan tersebut, ujian dan cobaan tersebut, adalah dengan cara ;

Pertama : Mari sebagai seorang muslim, kita mengatakan ;

فإنا لله وإنا إليه راجعون، اللهم أْجُرهم  في مصيبتهم، وأخْلِف لهم خيرًا منها

Artinya : Maka sesungguhnya, kita berasal dari Allah, dan kita juga akan kembali kepadanya, Yaa Allah, berilah pahala dari musibah yang   mereka, dan gantilah kepada mereka yang lebih baik dari apa yang hilang dan pergi dari mereka.

Dan secara khusus, kita menyampaikan kepada keluarga korban bencana dahsyat tersebut dengan mengatakan ;

إن لله ما أخذ، وله ما أعطى، وكلُ شيءٍ عنده بأجل مُسمَّى، فلتصبروا ولتحتسبوا

Artinya : Sesungguhnya hak Allah mengambil dan memberikan, dan segala sesuatu yang merupakan ciptaan-Nya memiliki batas yang telah di tetapkan-Nya, maka bersabarlah dan carilah ridhah-Nya.

Kedua : Laknat dan azab yang pedih dari Allah kepada pelaku perbuatan tersebut. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah an-Nisa’ ayat 93,

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا

Terjemahannya : Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

Dan Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassallam, dimana beliau mengatakan ;

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ

Artinya : “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Ketiga : Membenci pelaku perbuatan tersebut, siapapun orangnya, dan tidak memberikan dukungan atas kejahatan kemanusian dahsyat tersebut. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah Hud ayat 113,

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Artinya : Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.


keempat : Bagi kita yang jauh dari negeri yang porak-poranda tersebut, hendaknya terus meningkat ketakwaan kita kepada Allah, karena itulah perisai terbaik seorang muslim dari berbagai ujian dan cobaan. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah ali Imran 120,

إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Terjemahannya : Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

Kelima : Perbuatan tersebut adalah satu bentuk kedzoliman kepada manusia, dan secara khusus kepada umat Islam, dan semoga kelak, Allah memberikan balasan yang setimpal dari perbuatan kejahatan tersebut. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah al-Nisa’ ayat 30,

وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَٰنًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِير

Terjemahannya : Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Keenam : Islam melarang semua bentuk perbuatan aniaya dan kejahatan kepada siapapun. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 190,

وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Terjemahannya : janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Kejahatan, kedzoliman, pembunuhan, penghancuran, semua itu adalah perbuatan yang Islam sangat jauh dari ajarannya. Islam melarang semua perbuatan tersebut, Islam membenci semua perbuatan tersebut, dan Islam mengutuk dengan keras semua perbuatan tersebut. Allah Ta’ala berfirman tentang Bani Israil yang ditegaskan dalam al-Qur’an surah al-Maidah ayat 32,

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Terjemahannya : Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »