Masbuq Berubah Menjadi Imam

Jul 17 • Ibadah • 945 Views • No Comments on Masbuq Berubah Menjadi Imam

Oleh Ustad Maulana La Eda, Lc. MA Hafizhahullah
(Alumni S2 Jurusan Ilmu Hadis, Universitas Islam Madinah)

PERTANYAAN
Bismillah.
Kami ingin bertanya Ustadz,
Bolehkah kita kembali menjadi imam sholat setelah masbuk di rakaat terakhir (terutama pada waktu sholat Magrib, Isya & subuh) dmana kami membaca surah dgn bersuara ?
شكرا و جزاك اللّٰه خيرا
M. Aslam Azis Hamrat #Makassar#BII2

 

📌JAWABAN📌
Bismillaah…
Orang yang masbuq atau terlambat beberapa rakaat, lalu ketika menyempurnakan ketertinggalan rakaatnya ada orang yang menjadikannya imam, maka hukumnya boleh baik itu dishalat jahriyah ataupun sirriyah. Tidak ada masalah bila harus menjaharkan suara saat itu, hanya saja jangan terlalu dikeraskan agar tidak mengganggu jamaah lain yang juga sedang melaksanakan berbagai ibadah berupa dzikir, shalat sunat, ataupun membaca Al-Quran. Ini merupakan pendapat Madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah, dengan dalil umum bolehnya mengganti niat shalat dari yang tadinya makmum atau munfarid, kemudian dalam keadaan shalat niat makmum ataupun munfarid tersebut dirubah menjadi niat imam bila ada orang yang ingin menjadi makmum dibelakang anda. Hal ini berdasarkan hadis-hadis para sahabat yang datang bermakmum dibelakang Rasulullah padahal saat itu beliau sudah dalam keadaan shalat. Diantaranya hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma (HR Bukhari: 666, dan Muslim: 763):
نمت عند ميمونة والنبي صلى الله عليه وسلم عندها في تلك الليلة فتوضأ ثم قام يصلي فقمت على يساره فأخذني فجعلني عن يمينه
“Suatu malam saya tidur dirumah Maimunah (istri Rasulullah dan bibi Ibnu Abbas), sedang saat itu kebetulan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bermalam dirumahnya. Lalu (ketika tengah malam) Rasulullah berwudhu dan berdiri shalat malam, lalu sayapun datang berdiri disebelah kirinya (bermakmum padanya), namun beliau mengambil tubuhku dan menyimpanku disebelah kanannya”.

Hadis ini menunjukkan bolehnya mengganti niat munfarid menjadi niat imam, karena pada awal shalat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berniat shalat munfarid, ketika Ibnu Abbas yang masbuq datang dan menjadi makmum disebelah kanannya, maka beliaupun merubah niatnya menjadi imam. Ini sama halnya dengan orang yang masbuq, ketika sang masbuq berdiri untuk menyempurnakan ketertinggalan rakaat shalatnya, otomatis ia dianggap sebagai munfarid, sehingga bila ada orang yang ingin bermakmum dibelakangnya maka boleh baginya menjadi imam dengan mengganti niatnya menjadi imam.

🍂 Namun madzhab Malikiyah dan Hanafiyah menyatakan bahwa perkara ini hukumnya tidak boleh dengan alasan bahwa cara shalat seperti ini (si masbuq berubah menjadi imam) tidak diriwayatkan dari amalan Nabi shallallahu’alaihi wasallam atau sahabat atau para tabiin. Sebab itu, yang lebih utama adalah tidak melakukan hal ini, namun bila dilakukan maka hukumnya boleh insya Allah dengan dalil yang disebutkan sebelumnya sebagaimana yang bisa dipahami dari Fatwa Syaikh Ibnul-Utsaimin rahimahullah (Liqa’ Bab Maftuh: 12/13). Wallaahu a’lam.

kata kunci: menjadi Imam saat masbuq menjadi Imam saat masbuq menjadi Imam saat masbuq

Sumber:

🌏 Head Admin Syahrullah Hamid

Gabung Grup BII
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah
Kirim via WhatsApp ke:
📱 +628113940090

👍Like FP Belajar Islam Intensif
👍Follow instagram belajar.islam.intensif
🌐 www.belajarislamintensif.com

Baca Juga>>

Batalkah Wudhu Jika Menyentuh Wanita?

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »