keluarga sakinah

Membina Keluarga Yang Sakinah Mawaddah Warahmah

Jan 11 • Keluarga Sakinah • 1019 Views • No Comments on Membina Keluarga Yang Sakinah Mawaddah Warahmah

Oleh: Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd

(Praktisi Anak Dan Remaja)

Keluarga yang bahagia sakinah mawaddah warahmah adalah merupakan dambaan setiap insan terutama yang telah berumah tangga. Bahkan yang belum berkeluargapun telah mempersiapkan diri dengan khayalan-khayalan serta harapan semoga mendapatkan pasangan hidup yang membawa kepada kebahagiaan.

hal yang paling utama dan pertama untuk membangun keluarga yang sakinah adalah dalam memilih pendamping hidup. Pilihlah calon istri yang sholehah, demikian juga suami yang sholeh. Inilah faktor dominan untuk terbentuk keluarga yang shalih. Adapun unsur yang lainnnya seperti kecantikan, ketampanan, keturunan, dan  harta, hal tersebut bisa dipertimbangkan. Karena suami yang sholeh dan istri yang sholehah mendapat garansi langsung dari Rasulullah. Bahwa ia akan membahagiakan suami dan seluruh keluarganya.

 

 الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَ خَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia seluruhnya adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah istri yang sholehah” (HR. Muslim)

Sebaliknya rumah tangga yang celaka dan tidak mendapat berkah adalah rumah tangga yang dibangun bersama dengan istri atau suami yang lalai kepada Allah/ tdak shalil.

“Dan termasuk kesengsaraan adalah istri yang apabila engkau memandangnya, engkau merasa enggan, lalu ia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu. Dan jika engkau pergi dari padanya, engkau tidak merasa aman dengan dirinya dan hartamu” (HR. Ibn Hibban).

Jika yang menjadi pendamping hidup adalah istri yang sholehah, maka bersyukurlah kepada Allah. Ini adalah merupakan nikmat, maka wajib untuk dijaga dan dilanggengkan rumah tangga itu sehingga tetap istiqamah.

Namun jika istri bukanlah termasuk wanita yang sholehah, maka jangan berkecil hati. Ketahuilah bahwa termasuk nikmat Allah, manakala kita diberi kekuatan oleh Allah untuk bisa mengubah istri menjadi shalihah. Contoh Nabi Zakaria, istrinya beliau dahulu bukan termasuk istri yang sholehah. Namun berkat petunjuk dari Allah, Nabi Zakaria dapat membimbing istrinya. (QS. 21:90). Ibnu Katsir menyebutkan bahwa dahulu istri Nabi zakaria adalah panjang lidah, kemudian Allah memperbaikinya.

Mari senantiasa memperbaiki diri kearah yang lebih baik dengan ibadah dan amal. Apabila kita menginginkan istri yang sholehah. Maka sholehahkan diri kita terlebih dahulu.

Demikian pula sebaliknya, jika kita menginginkan suami yang sholeh, maka sholehkan diri kita terlebih dahulu. Begitu indahnya rumah tangga yang dibangun atas dasar keimanan, ayah yang sholeh dan ibu yang sholehah, diharapkan akan melahirkan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Semoga bermanfaat

Keyword: Membina Keluarga , Membina Keluarga , Membina Keluarga .

 

Baca Juga>>

 Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Keriteria Memilih Pasangan Hidup

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »