Menangis karena Allah

Feb 7 • Ibadah • 379 Views • No Comments on Menangis karena Allah

Menangis karena Takut kepada Allah dengan cara Berkhalwat (Menyendiri) adalah bagian dari Ibadah. Tidak diragukan lagi, manakala seseorang menyendiri dengan Rabb-Nnya, Dia akan menngingat Kembali dosa-dosanva vang telah lalu dan menyadari apa yang terjadi. Serta Membavangkan neraka neraka Jahannam bahwa semuanya merupakan kejadian yang mengerikan. Menbayangkan hari akhirat dan semua peristüwa-peristiwa Terbayang dibenaknya seperti kematian dan apa-apa yang terjadi sesudahnya. Dia bandingkan antara amal-amalnya dengan amal-amal assaabiqunal awwaliin (generasi shahabat). Dengan itu semua, niscaya hatinya akan trenyuh, jiwanya tergetar, dan air Matanya akan meleleh.

Setelah peringatan seperti ini ia akan kembali menghadap Rabbnya dengan bertobat, beristighfar, zikir, menjaga lisan, menjauhi larangan-Nya. Bahkan akan termasuk mereka yang berlomba dalam melaksanakan amalkebaikan, bersegera dalamtaati-Nya, dan tunduk patuh kepada Rabbulalamin.

Ketahuilah, wahai saudara sekalian, bahwa menangis adalah karena adanya rasa takut. Apa yang

ditakuti? Jawabannya adalah, takut mati sebelum tobat, takut dari istidroj (pemberian tanpa ridha-Allah) dengan berbagai nikmat yang menyebabkan khusnul Khotimah, takut dari sakaratul maut dan tercabutnya Ruh, takut dari pertanyaan dua malaikat kubur, takut dari hisab dan salah menyebrangi atas shirot (jembatan), takut dari neraka, takut dari neraka dan berbagai siksa didalamnya,. takut diharamkan atasnya Surga dan berbagai kenikmatan yang ada didalamnya.

Lebih dari itu semua, ada rasa takut dari sifat riya tatkala beribadah, sifat ujub disaat berkecukupan, sifat nifaq ketika bergaul, sifat kikir (sombong) ketika menghias diri. Takut dari sifat ghurur (lupa diri) ketika mendapatkan dunia serta sifat-sifat lainnya yang tergolong dalam penyakit hati dan kelemahan jiwa.Orang yang paling takut adalah orang yang paling mengetahui dirinya dan Rabbnya.

 Oleh karena itu dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Aku adalah orang yang paling ma’rifat (mengetahui) kepada Allah dan paling takut kepada Nya.”

“Dan Allah Azza wa jalla berfirman,

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”(Fathir [35]: 28)

Apabila seseorang telah mengenal dirinya takut kepada Rabbnya, maka rasa takut ini akan menguasai dirinya. la mempengaruhi hatinya selanjutnya pengaruh tersebut akan tampakan tampak pada kesehariannya.

Mari kita lebih mengilmui tentang pencipta dan untuk apa kita diciptakan.

[Disalin dari buku Tarbiyah Ruhiyah]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »