misi nabi

Mengajarkan Al Qu’ran adalah Misi Nabi

Mar 3 • Ibadah • 231 Views • No Comments on Mengajarkan Al Qu’ran adalah Misi Nabi

Rasulullah bukan hanya sekedar membacakan Al-Qur’an kepada Bangsa Arab, tetapi mengajarkannya pula. Beliau Mengajarkan isi Al-Qur’an kepada ummatnya. Beliau mengajarkan pula Al hikmah sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an  وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ “mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an dan Al-Hikmah”.

Al hikmah yang dimkasud disini yaitu As-sunnah, sunnah Rasulullah. Dari sini kita bisa mengambil sebuah pelajaran, bahwa misi Rasulullah adalah mengajarkan Al-Qur’an dan merupakan misi kita juga. Sebagai pengikut Rasulullah tentu kita mengambil peran dalam mengemban risalah beliau . Yakni mengajarkan ummat Al-Qur’an agar mereka keluar dari keterpurukan.

 

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam mengatakan,

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ , وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ r.

Saya tinggalkan kepada kalian dua pusaka yaitu al-Qur’an dan sunnahku, dan siapa yang berpegang teguh kepada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya.(HR. Baihaqy dan Hakim).

Para sahabat Nabi Shallallhu alaihi wa sallam mengatakan, “Kami tidak akan melewati sepuluh ayat Al-Qur’an sebelum kami mempelajarinya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Yang perlu digaris bawahi disini adalah, sudahkah kita benar-benar sebagai pengikut Rasulullah untuk mempelajari Al-Qur’an dalam kehidupan kita? Sudahkah kita benar-benar mentadabburi Al-Qur’an? Jika ya, Sudahkah  kita benar-benar mengajarkan Al-Qur’an kepada ummat?

 [Baca Juga : Mengajarkan Al Qur’an Pada Anak]

ummat ini sudah jauh dari Al-Qur’an, tidak lagi mempelajari nya,  termasuk  tidak  mempelajari bagaimana tajwidnya, bagaimana makhraj hurufnya, bahkan mentadaburri maknanya, apakah kita termasuk orang telah mengkaji isi Al-Qur’an.?

Di zaman Nabi ada salah seorang sahabat senantiasa membaca surat Al-Ikhlas dalam shalatnya ketika menjadi imam. Kita tahu surat Al-Ikhlas adalah surat yang paling pendek. Sahabat ini selalu mengulang-ulangnya dalam shalatnya. Setelah dilaporkan kepada Nabi, Lalu  Nabi memanggilnya dan menanyakan. Kenapa engkau senantiasa membaca surat Al-Ikhlas?” Dia menjawab, “Karena saya cinta kepada surah itu, didalammnya mengandung sifat-sifat dan keesaan Allah Shubhana wa ta’ala.

Ini menunjukkan, para sahabat Nabi senantiasa berinteraksi kepada Al-Qur’an. Lantaran mengetahui akan fadhilah, keutamaan,  keagungan dan kandungan dalam surah tersebut.

Marilah kita sebagai ummat Rasulullah kita kembali kepada al-Qur’an dengan sebenarnya. Dalam arti kata tidak sekedar membacanya. Namun merenungi maknanya / mentadabburinya.

Sudahkah kita membuka tafsir-tafsir Al-Qur’an? sudahkah kita benar-benar mempelajari kandungan yang terdapat didalam Al-Qur’an? Karena maksud sebenarnya diturunkannya Al-Qur’an adalah agar kita bisa mentadabburi dan menghayatinya.

Jangan sampai kita hanya disibukkan membaca koran-koran dan majalah-majalah. Saat berbicara masalah politik, kita ahli dibidang politik. Ketika bicara masalah ekonomi, kita ahli dibidang ekonomi. Ketika berbicara masalah social budaya kita ahlinya. Tetapi ketika ditanya tentang apa arti surat Al-Fatihah? Apa arti kandungan Al-Ikhlas? apa arti dan kandungan dari ayat kursy? Apa arti daripada dua ayat terakhir surat Al-Baqarah? Dan ayat-ayat yang ada di juz ‘amma?.

 

Jika Kita tak mampu menjawabnya, berarti kita tidak pernah membuka dan tidak pernah mempelajarinya pula.

Tatkala kita menyibukkan diri dengan urusan-urusan dunia dengan perkara-perkara yang hanya menghabiskan waktu. Sedangkan kita lupa untuk kembali kepada Al-Qur’an. Lihat firman Allah Subhanahu wata’ala

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ ﴿٢٩﴾

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad :29).

Sudahkah kita membaca surat Al-Kahfi? Dengan ayat-ayat yang kita baca dengan kisah-kisahnya. Kita merenungi apa yang terkandung dalam surat Al-Kahfi dan surat-surat yang lainnya. Disitu menggambarkan tentang keagungan dan kebesaran Allah subhanahu wata’ala. Dalam Al Qur’an Allah berfirman وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ artinya : “Hanya orang-orang yang berakal saja yang mengambil pelajaran”

 

Maksud diturunkannya Al-Qur’an bukan cuma sekedar lafadz-lafadz yang bertujuan untuk dibaca. Tetapi bagaimana kita mengetahui dan menghayati kandungan isi Al-Qur’an.

Lihat saja surah Al-Fatihah yang banyak dari kita yang belum mengetahui tentang kandungan, tentang keutamaan dan kemuliaan dari surat Al-Fatihah. Mempelajari dan memahami makna Al Qur’an senantiasa dapat mendekatkan diri kita kepada Allah Shubhana wa ta’ala. Jika kita semakin banyak berinteraksi dengan  Al-Qur’an  serta Mentadabburi Al-Qur’an, maka, Hati kita semakin luluh.

Sebagaimana disampaikan diatas, para sahabat tidak melewati sepuluh ayat, sebelum mereka mengetahui makna nya. Ini berarti sahabat mempelajari benar-benar sepuluh ayat. Hari ini, boleh jadi kita sudah mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali. Tetapi  kita tidak pernah menghayati isinya. Membaca Al-Qur’an tentunya Kita  tidak mengatakan itu salah, Itulah perbuatan yang baik. Tapi, marilah  menghayati isinya, isi yang terkandung didalam Al-Qur’an. Tafsir atau terjemahan yang ada dalam Al-Qur’an. Sehingga kita kembali betul-betul menggali Al-Qur’an.

Dari sini maka kita senantiasa lebih dekat lagi kepada Allah Subhanahu wata’ala. Seperti perkataan, subhanallah, alhamdulillah, walailahaillallah wallahu akbar. Apakah cuma hanya sekedar perkataan-perkataan demikian yang keluar dari mulut kita? Padahal kata-kata subahanallah adalah kalimat yang ‘azhim, alhamdulillah adalah kalimat yang ‘azhim. Allahu akbar adalah kalimat yang ‘azhim.

 [Oleh Ustad Ronny Mahmuddin, Lc., S.Si, -dikutip dari khutbah Jum’at]

 

[Baca Juga : Tadabbur Surah Yusuf]

 

kata kunc. : misi Nabi misi nabi misi nabi

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »