kalimat tauhid

Mengaplikasikan kalimat Tauhid dalam kehidupan

Jan 23 • Ibadah • 784 Views • No Comments on Mengaplikasikan kalimat Tauhid dalam kehidupan

Oleh : Ustadz Rahmat Abd. Rahman Lc., MA

(Dosen STIBA Makassar)

{dikutip dari Khutbah Jum’at}

 Kalimat Lailahaillallah yang kita ucapkan dan kita ikrarkan dalam keseharian kita, baik didalam shalat ataupun di dalam dzikir diluar shalat, pada hakikatnya menuntut agar kita banyak melaksanakan konsekuensinya, untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Seperti tawakkal kita hendaknya hanya kepada Allah, kesabaran kita hendaknya dibangun di atas ketaatan kepada Allah. Rasa syukur kita hendaknya hanya diserahkan kepada Allah. Demikian juga, dengan segala macam tuntutan dan konsekuensinya, baik yang bersifat dalam hati semata. Misalnya saja rasa cinta prioritasnya hanya kepada Allah, rasa takut hendaknya hanya satu-satunya kepada Allah. Demikian juga dengan ibadah-ibadah Qalbiah, ibadah-ibadah yang dilakukan di dalam hati ataupun ibadah-ibadah lahiriah.

Shalat, puasa, do’a, bacaan Qur’an kita dan segala aktivitas kehidupan hendaknya semata-mata hanya diserahkan kepada Allah. Sebagai wujud dan konsekuensi dari kita sebagai seorang muslim yang telah mengikrarkan kalimat syahadat. Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman,

 

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحۡيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (١٦٢) لَا شَرِيكَ لَهُ ۥ‌ۖ وَبِذَٲلِكَ أُمِرۡتُ وَأَنَا۟ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ (١٦٣)

Katakanlah: “Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Al-An’am: 162-163).

 

saudara-saudara sekalian yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala,

Alangkah baiknya jika setiap dari kita, selalu bermuhasabah dan mengevaluasi seberapa banyak dan seberapa jauh, dari segala konsekuensi kalimat Lailahaillallah yang telah kita ucapkan itu. Yang telah kita aplikasikan dalam kehidupan ini, jika saja ia adalah orang-orang yang beriman dan beruntung maka Allah pasti akan memberikannya hidayah untuk menjalankan konsekuensi kalimat  tersebut. Namun yang belum merasakan seperti itu, marilah memperbanyak taubat, kembali kepada Allah, pasti Allah menerima taubatnya dan diberi petunjuk dalam kehidupannya. Melalui sisa-sisa kehidupannya sehingga menjadi seorang muslim yang baik.

saudara-saudara yang sama  berbahagia,

Rasulullah shallahu’alaihi wasallam menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak bershalawat kepada beliau. Begitupun Allah  azza wajalla wa’ala memerintahkan,

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓٮِٕڪَتَهُ ۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّۚ يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا (٥٦)

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Khusus di hari Jum’at Rasulullah rmenganjurkan kita untuk memperbanyak shalawat untuk beliau,

“Sesungguhnya hari paling utama adalah Jum’at, perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karena shalawatmu pasti disampaikan padaku.” (HR. Abu Daud)

Kewyword: Mengaplikasikan kalimat tauhid, Mengaplikasikan kalimat tauhid , Mengaplikasikan kalimat tauhid

Baca Juga >>

Memahami Kalimat Cinta Tertinggi

Islam Tak Sekedar Identitas

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »