Meraih Indahnya Lailatul Qadr

Jun 5 • Ibadah, Qalbu • 226 Views • No Comments on Meraih Indahnya Lailatul Qadr

Oleh : Ustad Maualana La Eda, Lc.

Ramadhan yang merupakan bulan yang penuh berkah dan rahmat memiliki banyak kesitimewaan tersendiri. Diantara keistimewaan yang tidak didapatkan dalam bulan-bulan lain adalah adanya malam yang dijuluki Lailatul-Qadr yang terdapat pada salah satu dari malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir.  Lailatul-Qadr berarti malam penetapan taqdir. Juga bermakna: malam yang agung.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Para ulama berkata: Malam ini dinamakan Lailatul-Qadr karena pada malam ini para malaikat menulis semua taqdir, penentuan rezeki dan ajal makhluk pada satu tahun itu…. juga dinamakan Lailatul-Qadr lantaran agungnya kedudukan dam kemuliaannya”. [(Syarah Shahih Imam Muslim (8/57)]

 Mungkin banyak umat islam yang telah mengetahui keutamaan dan fadhilah yang ada pada malam ini, namun betapa banyak diantara mereka yang melewati malam ini dengan berbagai amalan sia-sia, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tidak malu-malu untuk melewatinya dengan amalan maksiat dan dosa.

Adapun orang yang beribadah dalam malam ini, maka sebagian mereka tidak memaksimalkan kesempatan dan waktu yang begitu luang, ada yang hanya shalat tarawih saja, setelah itu tertidur pulas, dan ada yang setelah shalat tarawih, hanyut dalam acara nonton ‘sinetron’, ‘football’ dll. Hanya hanya sedikit yang bisa benar-benar memfokuskan diri beribadah dan bermunajat dihadapan Allah ta’ala.

Namun ini bukanlah hal yang aneh, sebab puasa ramadhan saja yang memiliki hukum wajib dan merupakan rukun islam banyak dilalaikan bahkan diremehkan, apalagi kalau hanya sekedar lailatul-qadr.

Seandainya, setiap muslim mengetahui dan menyadari hakikat bulan Ramadhan, niscaya tak akan menyia-nyiakan detik dan menitnya berlalu tanpa ada amalan shalih yang ia kerjakan didalamnya, terlebih lagi pada malam ‘Lailatul-Qadr’ yang memiliki banyak fadhilah dan keistimewaan yang tidak terdapat dalam malam-malam lain.

Letak (waktu) Lailatul-Qadr

 Terdapat perbedaan pendapat diantara ulama tentang kapan Lailatul Qadar, Namun semua sepakat bahwa itu terjadi dimalam 10 akhir ramadhan.Sebagian berpendapat bahwa  Lailatul-Qadr terletak pada salah satu dari malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan. Dimulai dari malam 21, 23, 25, 27 hingga 29. Berdasarkan hadis dalam hadis Bukhari (813) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

فإني أريت ليلة القدر، وإني نسيتها، وإنها في العشر الواخر، في وتر، وإني رأيت كأني أسجد في طين

وماء

Artinya: “Sungguh telah ditampakkan padaku Lailatul-Qadr, lantas saya lupa

letaknya, namun ia terletak pada sepuluh hari terakhir (dari ramadhan) yaitu pada malam-malam ganjilnya, dan saya bermimpi –pada malam itu- seakan-akan saya sujud pada tanah yang becek dengan air“. [Lihat Fath Al-Bari karya Syaikhul-Islam Ibnu Hajar (4/264 dan 4/268)]

Lantaran banyak dan agungnya fadhilah malam ini, maka sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari letak dan waktunya dimalam-malam sepertiga akhir ramadhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, juga para salaf dari kalangan sahabat dan tabiin.

 

[Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada tahun 2015, Lihat http://wahdah.or.id/lailatul-qadr-2/]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »