Pemuda yang Dijanjikan Surga (2)

Oct 17 • Qalbu • 1556 Views • No Comments on Pemuda yang Dijanjikan Surga (2)

Oleh : Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd

(Praktisi Anak Dan Remaja)

sebagaimana yang disebutkan pada artikel sebelumnya, bahwa pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ‘ibadah kepada Rabb – Nya Merupakn pemuda yang dijaminkan surga untuknya. Pemuda itu adalah:

  1. َرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ
    (Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik. lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’.)Salah satu diantara kemuliyaan Nabi Yusuf alahissalam adalah beliau pernah dipenjara, bukan karena tindak kriminal, tapi justru karena korban fitnah akibat beliau menolak ajakan mesum imraatul azis atau permaisuri tuannya (Zulaikha). Hal ini diabadikan dalam Al-Qur’an
    Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf <12> : 33)Syaikuhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Kesabaran Nabi Yusuf alahissalam untuk tidak menuruti kemauan permaisuri tuannya lebih sempurna dari pada kesabarannya ketika ia dicampakkan oleh saudaranya dalam lubang sumur”. Mengapa ? sebab kesabaran Nabi Yusuf untuk menjauhi maksiat adalah sabar karena pilihannya. Kesabaran untuk memerangi nafsu terlebih dalam kondisi dimana faktor pendukung terbuka lebar untuk meladeni keinginannya.Sebenarnya banyak factor yang memungkinkan Nabi Yusuf untuk mengikuti keinginan (syahwat) istri tuannya. Diantara factor tersebut, bahwa beliau adalah pemuda yang mempunyai gelora syahwat yang menggebu untuk melakukannya. Saat itu beliau juga masih bujang dan belum mempunyai istri sebagai pendamping yang dapat menurunkan gejolak syahwat. Namun beliau lebih memilih dipenjara karena takutnya kepada Allah.

Beliau juga sebagai orang asing di Istana, dan biasanya orang asing tidak mempunyai rasa malu untuk berbuat sesuatu di daerah perantauan. Secara Psikologi seseorang akan merasa malu berbuat maksiat ketika ia berada ditengah teman, kenalan, ataupun keluarganya. Apalagi beliau juga seorang budak yang harus mengikuti perintah tuannya. Yang mengajak dan memerintahkan beliau juga adalah tuannya yang merupakan wanita yang cantik, dan mempunyai kedudukan. Terlebih lagi Situasi di istana ketika itu  dimana tak ada ada juga orang yang melihat, saat beliau diajak untuk masuk kedalam kamar. Juga beliau diancam dengan penjara.

Semuanya mampu ditepis oleh Yusuf Alahissalam, beliau bersabar karena lebih memilih jalan dan mengedepankan pahala yang ada disisi Allah. Kesabaran inilah yang jauh lebih tinggi, karena merupakan pilihan untuk beliau, apakah mengikuti atau dipenjara. dan beliau lebih memilih dipenjara sebagai implementasi rasa takutnya kepada Allah. Demikianlah salah satu kisah pemuda surga

Inilah alasan yang sangat kuat mengapa seorang pemuda mendapatkan naungan disisi Allah disaat ia mampu menahan gejolak nafsunya dengan mengatakan “inni akhafullah” (sesungguhnya saya takut kepada Allah). Syurga adalah jaminan bagi orang-orang yang senantiasa menjaga hawa nafsunya, sebagaimana firman Allah :
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya)”.( QS 79:40-41)

Allah memerintahkan kita untuk menikah sebagai sarana untuk menyalurkan hasrat cinta yang suci, dan melarang keras berzina. Jangankan berzina, mendekatinya pun dilarang, sebagaimana Firman Allah :
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. 17:32)
Diatara jalan-jalan perzinahan yang harus dihindari adalah :

1. Zina mata (QS. 24 : 30-31)

2. Ikhtilath : berbaurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram di suatu ruang atau tempat yang memberikan keleluasan mereka untuk saling pandang dan berinteraksi.

3. Khalwat adalah berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram atau tanpa ada ikatan suami istri.
“Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina. Dia akan mendapatkannya, tidak bisa tidak. Maka, zinanya mata adalah dengan memandang (yang haram) dan zinanya lisan adalah dengan berbicara. Sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu
atau mendustakannya.”
(HR. Al-Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Semoga Para pemuda senantiasa menjaga diri dari hawa nafsunya.  Senantiasa beribadah kepada Allah serta lebih mengutamakan kehidupan akhirat, sehingga menjadi pemuda-pemuda yang dijanjikan syurga. Mudah-mudahan kita termasuk pemuda surga

Semoga bermanfaat, selesai

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »