dosa besar

Pengertian Dosa Besar

Mar 9 • Aqidah • 563 Views • No Comments on Pengertian Dosa Besar

Dikatakan dalam tulisan Arab اكبر adalah dosa yang besar dan sesuatu yang Allah ancam dengan neraka

 

Kata الكبرة sama dengan الكبر dan ta’ at-Ta’nits (ta’ perempuan ) adalah untuk menunjukkan makna yang sangat (al mubalagh). Didalam Al Qur an disebutkan,

 

“(Yaitu ) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji..”(QS. An Najm : 32)

 

dan didalam hadits – hadits kata الكبائر (dosa – dosa besar) disebutkan tidak hanya satu tempat . Dan bentuk tunggalnya adalah كبيرة , yaitu : perbuatan yang sangat amat buruk dari dosa-dosa yang dilarang secara syar’i karena besarnya masalah tersebut seperti membunuh, berzina, melarikan diri, saat perang berkecamuk dan lain sebagainya.

[Baca Juga : Perkara yang termasuk Dosa Besar]

 

Makna الكبائر (dosa-dosa besar) secara istilah (terminologi)

Para ulama menyebutkan sejumlah definisi bagi dosa-dosa besar yang diulas oleh al-hafidz Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari Seraya berkata, “Ar Rafi’i berkata asy syarh al kabir, “Dosa-dosa besar ialah : sesuatu yang mengharuskan dikenakan hukum had. pendapat lain mengatakan, ialah “sesuatu yang menghadapkan ancaman kepada pelakunya dengan berdasar Al Qur’an atau sunnah”

 

Al Mawardi dalam Al Hawi berkata, “sesuatu yang mengharuskan dikenakan hukum had atau terkena oleh ancaman”

Al baghawi dalam At Tahdzib berkata, “setiap perbuatan maksiat yang mengharuskan dikenai hukum had, maka itu adalah dosa besar” pendapat lain mengatakan, “ sesuatu yang menghadapkan ancaman kepada pelakunya dengan berdasar Nash Alquran atau as-sunnah”

 

Ibnu abdissalam berkata, “ saya tidak mendapatkan batasan pasti ( yakni : yang bebas dari keberatan) bagi definisi dosa besar.  Yang lebih utama adalah membatasinya dengan yang mengindikasikan sikap meremehkan dari orang yang melakukannya, Sebagaimana sikap (orang) pada dosa yang paling kecil yang telah ditetapkan hasilnya”

 

Kata beliau lagi , “Dan Sebagian ulama membatasinya dengan setiap dosa yang dikorelasikan dengan ancaman atau laknat”.

Ibnu ash shalah berkata, “ Dosa-dosa besar memiliki sejumlah tanda-tanda.

Pertama Mengharuskan ditimpakan hukum had.

Kedua adanya ancaman terhadap nya dengan azab neraka dan semacamnya di dalam Al Quran maupun as-sunnah.

Ketiga Pelakunya disifati dengan kefasikan.

Keempat Adanya laknat (terhadap perbuatan tersebut atau orang yang melakukannya)

 

Isma’il Al Qadhi meriwayatkan dengan sebuah sanad yang didalamnya terdapat Ibnu Lahi’ah dari Abu Sa’id secara marfu’

 “Dosa-dosa besar adalah setiap dosa yang dapat memasukkan pelakunya ke dalam neraka”

 Dan (riwayat lain) dengan sanad yang shohih dari Al Hasan Al Bashri, Beliau berkata:

 “Setiap dosa yang dinisbahkan Allah ta’ala kepada neraka, maka itu adalah dosa besar”

 Al Hafizh Ibnu hajar kemudian berkata , “Defenisi (ta’rif) yang paling bagus adalah  ucapan Al Qurtubi didalam al mufhim, : “setiap dosa yang dinyatakan oleh nash Al Qur’an, atau assunnah, atau ijma’,  bahwa Ia dosa besar (dengan ungkapan Kabiiratun) atau dosa besar (dengan ungkapan ‘azimun), atau diberitakan mendapatkan azab yang dahsyat, atau dikaitkan dengan hukuman hudud, atau diingkari dengan keras maka ia adalah dosa besar.

Berdasarkan ini, maka suatu keharusan untuk meneliti (memperhatikan) perbuatan apa saja yang mendapatkan ancaman, atau laknat, atau vonis fisik dari Al Qur’an, atau hadits-hadits yang shahih dan hasan dan digabungkan kepada sesuatu  yang didalamnya muncul peryataan secara nash didalam Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih dan hasan bahwa ia memang dosa besar. Ketika sampai pada himpunan ini secara keseluruhan, maka dapat diketahui daripadanya penentuan jumlahnya (faatul Bari 12/183-184)

[lih. Dosa-dosa besar karya Al Imam syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Utsman Adz Dzahabi]

[Baca Juga : Sihir Adalah Dosa Besar]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »