Penulisan Bible dan Ayat-Ayatnya yang Tak Otentik (02)

Feb 1 • Studi Lintas Agama • 1386 Views • No Comments on Penulisan Bible dan Ayat-Ayatnya yang Tak Otentik (02)

oleh : Saftani M.Ridwan, MA

(Lanjutan….)

 

I.J. Satyabudi, dalam bukunya, Kontroversi Nama Allah (2004), mengungkapkan bahwa penemuan arkeologi biblika sejak tahun 1890 M sampai 1976 M, telah menghasilkan 5.366 temuan naskah-naskah purba kitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani yang berasal dari tahun 135 M sampai tahun 1700 M yang terdiri dari 3.157 manuskrip yang bervariasi ukurannya. Dari 5.366 salinan naskah itu, beberapa sarjana Perjanjian Baru menyebutkan adanya 50.000 perbedaan kata-kata. Bahkan ada beberapa sarjana yang menyebutkan angka 200.000-300.000 perbedaan kata-kata.

 

Analisis struktural atas empat injil kanonik secara jelas menunjukkan bahwa tidak satupun yang berupa dokumen tunggal dan utuh. Keempatnya merupakan kompilasi tambal-sulam dari sumber-sumber sebelumnya. Lebih jauh, keempat injil kanonik tersebut telah mengalami proses revisi editorial.

 

Sebuah kasus menarik dalam Bible berbahasa Jerman yang diterbitkan Deutsche Bibelstifung Stuttgart Germany tahun 1978, terdapat 18.505 ayat dan ratusan pasal yang hilang dalam Perjanjian Lama. Diantaranya ialah: kitab Tawarikh hilang 65 pasal (1713 ayat); Bilangan (Das Vierte Buch Mose) hanya ada 10 pasal (hilang 26 pasal); Imamat (Das Dritte Buch Mose) hanya memuat pasal 9, 16 dan 19 (hilang 24 pasal – 764 ayat); Mazmur (Das Buch Psalmen) hilang 89 pasal (1.824 ayat); Amsal (Das Buch Sprichwörter) hilang 23 pasal (704 ayat); Yeremia (Der Prophet Jeremia) hilang 27 pasal (840 ayat); Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) hilang 30 pasal (871 ayat); Yosua (Das Buch Josua) hilang 17 pasal (528 ayat), dan masih banyak lagi lainnya.

 

Bahkan beberapa kitab dibuang tanpa sisa satu ayat pun, misalnya Kitab Ester, Ratapan (Nudub Yeremia), Obaja, Nahum, Habakuk, Zefanya, Tobit, Kebijakan Salomo, Sirakh, Barukh, dan Kitab Daniel. Ini membuktikan gugurnya otoritas Alkitab sebagai firman Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Bibel telah dikotori oleh tangan manusia. Benar apa yang dilukiskan Allah dalam AlQuran: “Orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat-kalimat dari tempat-tempatnya…,”(QS.An-Nisaa:46).

 

…Mereka (Ahli Kitab Yahudi dan Kristiani) suka mengubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya…,” (QS.Al-Maidah:13).

 

Fakta lebih jauh bahwa hingga saat ini tidak seorang pakar Kristianipun yang bisa menunjukkan nama-nama para penulis kitab-kitab yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Berikut beberapa orang yang diperkirakan menulis kitab dalam Perjanjian lama :

 

  1. Kitab Kejadian : Penulisnya salah satu dari lima kitab Musa
  2. Kitab Keluaran : Penulisnya diperkirakan secara umum adalah Musa
  3. Kitab Imamat : Penulisnya diperkirakan secara umum adalah Musa
  4. Kitab Bilangan : Penulisnya diperkirakan secara umum adalah Musa
  5. Kitab Ulangan : Penulisnya diperkirakan secara umum adalah Musa
  6. Kitab Yosua : Penulisnya secara umum adalah Josua
  7. Kitab Hakim-Hakim : Penulisnya mungkin Samuel
  8. Kitab 1 dan 2 Tawarikh : Penulisnya tidak diketahui kemungkinan ditulis dan diedit oleh Ezra
  9. Kitab Ezra : Kemungkinan ditulis oleh Ezra
  10. Kitab Amsal : Penulis yang utama adalah Daud meskipun ada penulis lain
  11. Kitab Pengkhotbah : Penulisnya meragukan tapi dianggap ditulis oleh Sulaiman
  12. Kitab Ruth : Penulisnya tidak diketahui mungkin Samuel
  13. Kitab Yesaya : Penulis utamanya adalah Yesaya namun ada yang lain
  14. Kitab Habakuk : Tempat dan waktu kelahirannya tidak diketahui
  15. Kitab Esther, Ayub, 1 dan 2 Samuel, Raja-raja, Yunus: Penulisnya tidak diketahui

 

Dalam buku 101 tanya jawab tentang kitab suci yang diterbitkan oleh Kanisius, pemuka Katolik Raymond E.Brown menjelaskan bahwa dalam Perjanjian baru juga terdapat banyak ketidakjelasan sumber penulisan. Misalnya apakah surat kepada orang Ibrani ditulis oleh Paulus?,

 

Dan dalam teksnya juga sepertinya tidak ada yang mengacu kepada orang Ibrani. Menurut riwayatnya bahwa surat ini disebut kepada orang Ibrani baru terjadi pada abad II. Bahwa yang menulis Paulus malah muncul kemudian. Walau demikian ada memang surat-surat yang disebut secara khusus berdasarkan penulisnya yakni 13 dari Isi Perjanjian baru secara khusus menyebut Paulus sebagai penulisnya. Namun dari 13 itu hanya 7 yang diakui para ahli sebagai yang ditulis langsung oleh Paulus. Yakni 1 Tesalonika, Galatia, 1 & 2 Korintus, Filipi, Filemon, dan Roma. Sekitar 90% ahli berpendapat bahwa Paulus tidak menulis surat-surat pastoral. 80% setuju bahwa ia tidak menulis surat Efesus, 60% menolak kalau ia menulis surat Kolose. Dan 50% menolak bahwa ia menulis Tesalonika. Demikian halnya dengan surat Petrus, para ahli setuju bahwa Petrus sendiri tidak menulis surat 2 Petrus, dan 75% ahli setuju bahwa Yudas tidak menulis surat Yudas, demikian halnya Yakobus. Sehingga semua kita mengetahui bahwa isi dari kitab yang dianggap suci itu merupakan hasil tulisan orang-orang yang tidak jelas siapa mereka.

 

Marilah kita benar-benar jujur dalam memeriksa kitab suci kita masing-masing. Dalam sebuah hukum peradilan kita menganggap seorang saksi akan berbicara kebenaran dan kita harus menerima apa yang dikatakannya jika kita tidak memiliki alasan dan bukti yang kuat untuk menuduhnya. Dalam kaitan ini tentu saja Injil harus diberi kesempatan yang sama untuk didengar dan diterima sebagai sebuah pemeriksaan. Dan kita akan membiarkan Injil bersaksi dan berbicara tentang dirinya sendiri. Namun dari sekian perkatan Injil sendiri, nyata dan jelas menunjukkan bahwa ia telah melakukan kedustaan sebagai firman Tuhan. Hal ini terbukti dengan banyaknya anomali dalam ayat-ayat Injil.

 

Beberapa Contoh Manipulasi Terjemahan Bible ke dalam Alkitab Berbahasa Indonesia

 

Keuletan para Penginjil dalam mengabarkan Injil ke seluruh dunia tercermin dengan banyaknya terjemahan Bible/Alkitab ke berbagai versi bahasa di dunia ini, termasuk ke dalam bahasa daerah sekalipun. Namun karena tidak adanya teks dan bahasa asli yang menjadi rujukan Alkitab membuat setiap upaya penerjemahan Alkitab menjadi perlu diteliti keabsahannya, baik dari segi pilihan kata ke dalam bahasa tujuan, makna, hingga maksud ayat. Manipulasi ayat yang dilakukan oleh para penerjemah Alkitab di seluruh dunia bukanlah hal baru demi meyakinkan umat Kristiani agar menerima konsep Kekristenan secara utuh. Berikut beberapa contoh hasil terjemahan Alkitab Indonesia dari sumber-sumber Injil yang dianggap orisinil dan lebih tua.

 

1. REVISI KITAB MATIUS :

 

19:16“Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?.”

19:17“Jawab Yesus: Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

 

Seharusnya terjemahan yang tepat dari teks “orisinal” :

19:16 “Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?.”

19:17 “Jawab Yesus: Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.”

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “Guru yang baik” menjadi “perbuatan baik” dan menghilangkan kata “Tuhan” yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)

 

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini :

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M :

19:16 “And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?”

19:17 “Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments”.

 

Versi King James 1611 M :

19:16 “And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?”

19:17 “And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments”.

 

2. REVISI KITAB 2 SAMUEL :

 

17:25“Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.”

Seharusnya terjemahan yang tepat dari teks “orisinal” :

17:25 “Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.”

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “Israel” menjadi “Ismael” untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini :

Versi The Latin Vulgate (405 M) :

17:25 “Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail filiam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab.”

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M :

17:25 “Now Absalom appointed Amasa in Joab’s stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.”

Versi King James 1611 M :

17:25 “And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man’s son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab’s mother.”

 

3. REVISI KITAB 2 SAMUEL :

 

24:13 “Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau…”

Seharusnya terjemahan yang tepat dari teks “orisinal” :

24:13 “Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau…”

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “tujuh” menjadi “tiga” untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini :

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M :

24:13 “And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt…”

Versi King James 1611 M :

24:13 “So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou…”

 

4. REVISI KITAB LUKAS :

 

24:42 “Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.”

Seharusnya terjemahan yang tepat dari teks “orisinal” :

24:42 “Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.”

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menghilangkan kalimat “dan sebuah sarang madu” tanpa alasan yang jelas).

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini :

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M :

24:42 “And they offered him a piece of a broiled fish and a honeycomb.”

Versi King James 1611 M:

24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.”

 

5. REVISI KITAB 2 KORINTUS :

 

12:16“Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi kamu katakan dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.”

Seharusnya Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal” :

12:16 “Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.”

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah kalimat “kamu katakan” untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen dan menutupi kesan tipu daya Paulus)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini :

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M :

12:16 “But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.”

Versi King James 1611 M :

12:16 “But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.”

 

6. REVISI KITAB YOHANES :

 

2:4 “Kata Yesus kepadanya: Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

Seharusnya terjemahan yang tepat dari teks “orisinal” :

2:4 “Kata Yesus kepadanya : Hei Perempuan, mau apakah engkau dari pada-Ku? Saat-Ku belum tiba.”

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “perempuan” menjadi “ibu”, agar lebih sopan)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini :

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M :

2:4 “And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.”

Versi King James 1611 M :

2:4 “Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.”

 

Keterangan :Beginilah sulitnya jika anak harus menjadi Tuhan. Anak bisa saja berkata seenaknya kepada Ibunya karena ibunya hanyalah seorang hamba. Namun demi kepentingan mengikuti kebiasaan suatu kaum yang menghormati ibu sebagai orang tua maka para penerjemah Alkitab di Indonesia menyesuaikan kata Woman=Perempuan menjadi Ibu dalam bahasa Indonesia agar Yesus terkesan menghormati Ibunya. Atau barangkali para penulis Bible di Eropa dan Amerika yang perlu diberi saran agar mengganti kata Woman dengan Mother atau Mom saja.    (Bersambung….)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »