Penunggang Kuda Berjubah Putih

Feb 13 • Ibadah • 663 Views • No Comments on Penunggang Kuda Berjubah Putih

Oleh: Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I

(dikutip dari khutbah Jum’at)

Allah shubhana wa ta’ala mendengar do’a setiap hamba-Nya. Sebagian dari do’a-do’a tersebut lansung dikabulkan saat itu juga. Ada pula do’a yang tertunda untuk dikabulkan. Salah satu bentuk terkabulnya do’a sebagaimana disebutkan didalam surah an-Naml ayat 62 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاء الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ ﴿٦٢

“Siapakah gerangan selain Allah subhanahu wa ta’ala yang mengabulkan permohonan dan do’a orang yang terdesak dan mengangkat  dan menyelamatkannya dari marabahaya dan dia telah menjadikan kalian khalifah (pemimpin) di  permukaan bumi ini adakah Tuhan yang berhak disembah selain Allah subhanahu wa ta’ala? Sungguh sedikit diantara kalian yang mengingat Allah subhanahu wa ta’ala.” (QS. An-Naml: 62).

Kaum muslimin yng berbahagia

Disebutkan oleh Imam Ibnu ‘Asaakir rahimahullah  bahwa  kisah seorang lelaki dan beliau meriwayatkan dari salah seorang salaf, Abu Bakr Muhammad Ibnu Daud ad-Dainuri. Kejadian yang terjadi di kota Dimasyqi(semoga Allah subhanahu wa ta’ala melepaskan kota ini dari tangan para durjana). Sebagaimana yang kita lihat yang bergejolak di Dimasyqi, di suriah, Negeri Syam.

Diceritakan oleh Abu Bakr Muhammad Ibnu Daud ad-Dainuri rahimahullah tentang seorang lelaki berprofesi sebagai pengantar yang menggunakan bighal (kendaraannya).  mungkin sekarang ini seperti profesi merentalkan mobil. Suatu hari kata lelaki tersebut, Ada seorang penumpang yang minta untuk diantar dari Dimasyq ke sebuah tempat yang bernama az-Zabadani. Maka, beliau kemudian mengantarnya dan melewati jalan yang biasa ia lewati. Namun, penumpang ini meminta untuk melewati jalan yang lain. Beliau kemudian mengatakan “Saya tidak biasa melewati jalan tersebut.” Sang penumpang kemudian mengatakan “Dia lebih dekat, dan nanti saya yang menunjukkan jalan kepadamu.”

Namun, ternyata dia di bawah kesebuah tempat yang tidak satupun orang yang tinggal di sana. Di sebuah lembah yang menakutkan, dia melihat banyak bangkai yang berserakan di mana-mana. Maka firasatnya kemudian membisikkan sesuatu yang buruk, yang akan terjadi pada dirinya. Dan ternyata betul penumpang ini meminta ia untuk berhenti dan kemudian turun dari kendaraan dan menghunus pedangnya. Seraya  berkata;  سأقتلك(saya akan membunuhmu)! Kemungkinan besar ia adalah seorang lelaki dari bangsa kanibal.  Maka, beliau kemudian berkata, “Ambillah seluruh apa yang aku miliki yang penting engkau tidak membunuh aku.”  Maka, lelaki ini kemudian mengatakan, “Saya akan mengambil barang-barang yang engkau miliki sekaligus membunuhmu.”

Dia kemudian menasihatinya dan mengingatkan dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Sang pembunuh ini balas menjawab dan mengatakan “Ketahuilah! Sesungguhnya semua korban yang sudah menjadi korban saya juga mengatakan seperti yang kamu katakan. Namun, ujung-ujungnya saya membunuhnya.” Akhirnya dia kemudian berkata, “Baiklah!” Dia  menyerah seraya berkata, “Jika memang engkau hendak membunuh, aku tidak mengapa! Namun, tolong berikan kepadaku kesempatan untuk shalat dua raka’at!”

 Dia kemudian shalat dan perompak ini mempersilahkannya dan mengatakan  عاجل percepat! saya tidak sabar lagi untuk membunuhmu. Dia kemudian bertakbir, dan lelaki ini mengatakan seluruh ayat yang saya hafal(waktu itu) hilang karena ketakutan. Dan sang pembunuh itu terus mengatakan  ,أجل ,,, أجل ( cepat!) akhirnya dalam kondisi yang seperti itu dia mengatakan, “Maka teringatlah saya dengan satu ayat yang terdapat dalam surah an-Naml ayat 62.”

Dia mengatakan, “Cuma ini ayat yang saya hafal dan saya ulang-ulangi dalam shalat saya,  dalam keadaan seperti itu saya melihat seorang penunggang kuda yang menggunakan pakaian yang berwarna putih, yang membawa tombak, langsung melemparkan tombaknya dan menghujam pada dada sang pembunuh tersebut dan dia pun mati seketika.

 Dia kemudian bertanya kepada penunggang kuda tersebut “Siapa Anda?” Orang ini berkata “Pergilah, engkau telah selamat!” Namun dia memaksa dan mengatakan “Tolong sampaikan kepadaku! Siapa Anda?” Dia kemudian mengatakan, “Saya adalah malaikat dari langit ketiga yang di utus oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari zat yang mengabulkan permohonan hamba yang terdesak.” Dia kemudian diselamatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kisah ini menjelaskan terkabulnya  do’a orang yang berada pada posisi yang sangat terdesak. sehingga menjadi sebab terkabulnya do’a orang tersebut.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »