peran pemuda

Peran Pemuda Dalam Mengisi Kemerdekaan

Dec 12 • Muamalah • 5059 Views • No Comments on Peran Pemuda Dalam Mengisi Kemerdekaan

Oleh : Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd

(Praktisi Anak & Remaja)

 

Pendahuluan

Kemerdekaan adalah anugrah dari Allah yang tak ternilai harganya. Sesuatu yang tidak diberikan secara cuma-cuma namun jalan mencapainya penuh pengorbanan baik harta, jiwa bahkan segalanya. Merdeka berarti bebas dari penindasan, bebas dari belenggu laksana burung yang lepas dari sangkarnya.

Dalam lintasan sejarah, bangsa indonesia dijajah oleh belanda selama 3,5 abad dan fasisme jepang 3,5 tahun. Betapa pedihnya kehidupan pada saat penjajahan itu, tidak punya kesempatan untuk membangun, gerak kreatifitas dikungkung, hidup dibawah bayang-bayang ancaman. Kaum penjajah bukan hanya menindas secara fisik dan harta benda tapi juga secara moral dan spiritual. Yang mereka lakukan terhadap bangsa ini adalah penindasan, pembodohan, pengurasan kekayaan alam, pengrusakan aqidah, sosial budaya, ekonomi dll.

Namun Alhamdulillah, lewat kegigihan pejuang bangsa ini dan atas ni’mat Allah, akhirnya indonesia merdeka. Sudah 71 tahun  setelah diproklamasikan kemerdekaan telah kita nikmati. Sekarang tidak ada lagi penjajah, yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita pandai bersyukur mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, belajar yang giat, sungguh-suingguh dalam mengisi pembangunan, sebagai amanah dari para pejuang bangsa ini.

 

Instrospeksi Diri

Bangsa ini telah merdeka dan telah berusia 71 tahun. Jika kita ingin menjadi bangsa yang besar dan terhormat dan bermartabat maka salah satu yang harus dilakukan adalah keberanian untuk introspeksi diri. Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi yang menunjukkan citra buruk, diantaranya adalah :

  1. Negeri kita rakyatnya beragama, namun sayang kejujuran seakan begitu mahal harganya dinegeri ini. Begitu banyak orang yang tidak jujur dan salah satu penyebab negeri ini hampir amburuk adalah karena merajalelanya korupsi. Mulai dari pegawai rendah sampai tinggi, dari yang menjabat sampai pensiun, seakan menjadi hiasan setiap hari dilayar kaca tentang berita korupsi. Negeri ini digelar negeri terkorup, wanaudzubillah.
  1. Negeri yang katanya berbudi luhur sangat menjunjung tinggi berbedaan dan kesetiakawanan, tidak membedakan antar ras, etnis dan budaya, namun hal ini dikotori dengan begitu maraknya tawuran antar pelajar, begal, perkelahian antar kelompok, bahkan mahasiswa dan siswa yang harusnya berada dibangku kuliah dan sekolah, sebahagiannya sibuk tawuran. Sehingga negeri kita populer dengan negeri yang tidak aman.
  1. Negeri yang menjunjung tinggi akhalak dan moral, sangat menjunjung sopan santun, namun sayang pornograpi dan pornoaksi begitu merajalela. Kasus pelecehan seksual tak terhitung banyaknya, mulai dari kasus sodomi, pelecehan sampai kepada pemerkosaan yang dilanjutkan dengan pembunuhan.
  1. Negeri yang terkenal dengan sumberdaya alam yang melimpah, namun anak negeri banyak yang justru jadi TKW atau TKI, yang sumeber daya manusianya demikian hebat, namun sayang belum diberdayakan.

Peran Pemuda

Disinilah pemuda perlu memberikan peran untuk memperbaiki citra yang kurang baik ini. Pemuda dengan tenaga yang masih energik, pemikiran yang masih segar, ditambah semangat yang berkobar, apabila disalurkan dengan baik maka akan menjadi tenaga perbaikan dan kebaikan bagi bangsa dan negara. Merekalah yang apabila diarahkan dengan baik, maka akan menjadi sumber pembangun dimasa depan.

Perbaikan suatu ummat tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan individu. Perbaikan individu tidak akan pernah berjalan kecuali dengan perbaikan jiwa dan perbaikan jiwa tidak akan berhasil kecuali dengan pendidikan dan pembinaan. Diantara peran pemuda adalah :

  1. Pemuda sebagai generasi penerus

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. 52:21)

  1. Pemuda sebagai generasi pengganti.

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.” (QS. 5:54)

  1. Pemuda sebagai generasi pembaharu

“Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun?” (QS. 19 : 42)

Merealisasikan Tugas dan Peran

Untuk dapat merealisasikan dan melaksanakan tugas dan peran dengan baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pemuda Islam :

  1. Beribadah kepada Allah

Seluruh tugas dan aktifitas tang dijalankan dalam rangka untuk ibadah kepada Allah sebagaimana firmannya:  “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. 51:56)

Agar supaya segala aktivitas dilakukan dalam kerangka ibadah, maka yang perlu dilakukan adalah :

  • Lakukan segalanya dengan ikhlas
  • Lakukan dengan benar
  • Tujuan yang ingin dituju adalah Ridho Allah
  1. Menjadi pemakmur bumi. Maka yang harus dilakukan adalah menegakkan nilai kebenaran dan keadilan serta menyiarkan kebaikan dan kemashlahatan.
  1. Membangun peradaban

Manusia adalah makhluk yang mulia beda dengan hewan. Dan letak kemuliaan manusia adalah dengan peradaban yang baik. Ada 5 pondasi yang perlu diwujudkan untuk membangun peradaban adalah :

– Mengamalkan ajaran agama dengan penuh keyakinan

– Akal yang merupakan potensi besar untuk berfikir dan merenung digunakan dengan baik, dengan menimba ilmu, memanfaatkan waktu untuk belajar, baca buku,, dll.

– Harta yang dicari haruslah yang halal, bukan menghalalkan segala cara untuk mendapat harta.

– Kehormatan manusia terletak pada akhlak yang mulia

– Keturunan atau nasab yang jelas sehingga dalam masalah hubungan sex, manusia tidak melakukannya kepada sembarang orang akan tetapi kepada yang sah, yakni lewat jalur pernikahan.

Semoga Indonesiaku tetap jaya, jaya pemudanya, jaya para pendidiknya. Dikemerdekaan RI yang ke 70 ini, semoga para pemuda siap untuk menjadi penerus bangsa ini. Dan mengisi kemerdekaan dengan Ibadah.

 Semoga Bermanfaat

Baca Juga >>

Pemuda yang dijanjikan surga

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »