Pintu Rezki

Pintu-Pintu Rezki Seorang Pemuda

Oct 25 • Aqidah • 673 Views • No Comments on Pintu-Pintu Rezki Seorang Pemuda

Oleh : Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd.

(Praktisi Anak dan Remaja)

 

Pendahuluan

Rezki merupakan perkara yang tentukan oleh Allah Shubhana wa ta’ala. Diantara ayat-ayat yang berbicara maslah rezki adalah:

  وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ  كُلٌّ فِى كِتٰبٍ مُّبِينٍ  ﴿هود

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya…” (QS. 11:6)

وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلٰدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلٰقٍ  ۖ  نَّحْنُ نَرْزُقُهُم وَإِيَّاكُمْ  ۚ  إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيرًا  ﴿الإسراء:٣١

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. 17:31)

ِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِم

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11)

Ni’mat adalah segala sesuatu yang Allah berikan kepada manusia, baik yang nampak maupun yang tidak nampak, termasuk rezeki. Rezeki adalah segala sesuatu yg dipakai untuk memelihara kehidupan (yg diberikan oleh Allah).  Baik berupa makanan (sehari-hari), nafkah, pendapatan (uang) dan lain sebagainya (untuk memelihara kehidupan). Pada setiap orang,  masing- masing mempunyai keberuntungannya. Selama seseorang masih bernyawa . Maka selama itu pula Allah menjamin rezekinya.

Rezki Seluruh Makhluk dijamin oleh Allah

Bukan hanya manusia yang dijamin rezkinya oleh Allah. Akan tetapi, seluruh makhluk melata yang diciptakan Nya juga dijamin rezekinya. Perhatikanlah ! burung yang tidak mempunyai sawah dan lumbung padi. Namun ketia ia keluar dipagi hari dan pulang dengan tembolok yang besar. Cecak binatang merayap, tetapi ia memiliki rezeki berupa hewan yang terbang. Laba-laba hanya mampu membuat sarang sebagai perangkap rezekinya, walau tak mampu terbang, kebanyakan makanannya adalah hewan yang terbang. Demikianlah kemaha besaran Allah yang memberikan rezeki kepada segenap makhluknya. (QS. 11:6). Apatah lagi manusia yang memiliki begitu banyak potensi dan kemampuan, maka lapangan rezekinya demikian besar. Demikian pula  pintu rezki seorang pemuda.

Meluruskan makna Rezeki

Banyak orang menduga bahwa Rezki tergantung pada usaha manusia. Sehingga usaha manusialah yang menentukan rezki. Yang lain  berpendapat bahwa Rezki itu tergantung pada akal dan kedudukan. Sehingga mereka beranggapan bahwa siapa yang lebih pandai, maka sudah pasti rezkinya akan lebih banyak. Demikian pula berpendapat bahwa seorang atasan lebih banyak rezkinya dibanding bawahan. Dan ada pula yang berpendapat bahwa Rezki adalah materi yang dapat dihitung secara matematika. Sehingga ketika jumlahnya berkurang, maka jumlah pembaginya bertambah, maka rezkinya akan berkurang.

Namun fakta berkata lain, dan menunjukkan kesalahan anggapan sebagian anggapan orang tentang rezki. Banyak orang yang telah berusaha dengan segenap tenaga dan pikirannya. Tetapi rezeki tak kunjung datang. Bahkan tidak jarang justru merugi. Sebaliknya, sangat banyak fakta bahwa rezeki datang kepada seseorang tanpa dia melakukan usaha apapun. Ini menunjukkan bahwa usaha bukanlah sebab utama bagi datangnya rezeki. Tapi usaha adalah upaya untuk mendapatkan rezki. Rezeki tidak berada ditangan manusia, Allahlah yang menentukan datangnya rezki kepada manusia dan Dia memberinya kepada manusia menurut kehendak-Nya. Dan  pintu rezki seorang pemuda pun demikian.

Karena itu, setiap makhluk yang diberikan kehidupan oleh Allah pasti telah Dia tetapkan rezkinya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah Shubhana Wata ‘ala.:

“Dan tidak ada satupun hewan melata di muka bumi ini, kecuali rezkinya telah ditetapkan oleh Allah. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (Q.s. Hûd: 6).

Ayat ini secara tegas memaparkan, bahwa tidak satu pun makhluk yang diberi kehidupan oleh Allah, kemudian dibiarkan hidup tanpa jaminan rezki dari-Nya. Sebab, siapakah yang menjamin rezki manusia? Tentu bukan manusia, sebaliknya Allah. Maka sangat disayangkan, ketika orang tua yang khawatir keturunannya lahir tanpa jaminan rezki. Kemudian mereka membunuh keturunannya. Disebabkan takut akan kelaparan, dengan tegas ketakutan tersebut dibantah oleh Allah:

 

وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلٰدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلٰقٍ  ۖ  نَّحْنُ  نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ  ۚ  إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيرًا    ﴿الإسراء:٣١

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (Q.s. Al-Isrâ’: 31).

lalu bagimanakah seorang menggapainya pintu rezki tersebut??  (pintu rezki seorang pemuda) bersambung….

Baca Juga:

Pemuda yang Dijanjikan Surga

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »