Pola Tidur Nabi

Jan 5 • Uncategorized • 576 Views • No Comments on Pola Tidur Nabi

Tidur Merupakan Nikmat yang diberikan Allah shubhana wata’ ala kepada hambanya, Sebagaimana Dia Berfirman:

 

وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ (٧٣)

Artinya :

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Qashas [28]73)

Tidur merupakan sarana istirahat bagi seseorang yang telah seharian beraktivitas. Dengan Tidur yang cukup, kita mendapatkan kembali kesegaran badan, kesiapan beraktivitas dan konsentrasi yang makin mantap. Lebih penting lagi, tidur dapat menjadikan kita semakin optimal dalam beribadah kepada Allah.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tidur mempunyai dua faedah besar berikut:

  1. Mengistirahatkan seluruh anggota tubuh sehingga terbebas dari rasa lelah , panca indra juga merasa nyaman, terlepas dari kerja berat saat terjaga dan menanyakan segala kepenatan yang ada.

 

  1. Sempurnanya metabolisme makanan dan proses pembakaran. Karena panas alami tubuh pada saat tidur menggeliat ke seluruh tubuh sehingga membantu proses tersebut. Dengan demikian, secara lahiriyah tubuh menjadi dingin. Dan karena ini pula orang tidur cenderung membutuhkan selimut.

 

Metode tidur Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam merupakan metode yang sangat sempurna. Beliau membiasakan untuk tidur setiap harinya, berbaring dan tubuh bagian kanan dan mengingat Allah dalam doa menjelang tidur inilah tidur yang menyehatkan dan ilmu kesehatan modern juga mengakui.

Sebaliknya banyak manusia yang tidak memperhatikan pola tidurnya dengan baik. Mereka lebih menikmati dengan cara masing-masing meskipun sebenarnya cara yang dilakukannya tidak baik dan dapat berdampak buruk bagi dirinya. Bagi mereka, tidur hanya urusan sepele yang tidak perlu untuk difikirkan atau diperbincangkan sehingga mereka menganggap tidur dapat dilakuka n kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja

  

Bagaimana tidur Nabi shallallhu alihi wa sallam?

Tidur rasulullah merupakan tidur terbaik dan sangat bermamfaat bagi tubuh, akal dan kesehatan. Berikut ini akamn dijelaskan  bagaimana etika tidur Rasulullah

1.Waktu

  • Rasulullah biasa tidur pada awal malam (setelah shalat isya) dan bangun pada awal dan sepertiga akhir malam
  • Rasululllah shalallhu alaihi wa sallam setelah melakukan shalat lail beliau tidur sejenak pada seperenam terakhir dari bagian sepertiga malam teakhir (sejenak sebelum shubuh).
  • Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam tidur sejenak setelah waktu dhuha berakhir sebelum memasuki dzhuhur

2.Tempat

Rasulullah shallallhu alihi wa sallam tidur diatas tikar yang terbuat dari dedaunan. Mengapa beliau memilih tikar yang terbuat dari dedauanan? Hal ini dimaksudkan agar beliau tidak terlena dan berlebih-lebihan dalam tidurnya, Sifat tikar dedaunan yang kasar akan membantu mengungatkan beliau untuk segera terbangun ketika tidur dirasakan sudah cukup

3. Posisi

Rasulullah tidur dengan posisi berbaring menghadap kekanan atau tidur pada posisi tidur sebelah kanan. Tidur miring diatas lambung kanannya , kedua betisnya sedikit ditekuk, dan tangan kanan diletakkan diatas pipi, sambil menghadap arah kiblat. Posisi ini sama persis dengan posisi  janin didalam rahim ibu

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

« »